Daftar negara-negara paling tidak bahagia di dunia tahun 2025 menunjukkan realitas yang menyedihkan yang dihadapi banyak masyarakat di seluruh dunia. Berdasarkan laporan resmi yang dikeluarkan oleh lembaga penelitian kebahagiaan, keadaan sosial dan ekonomi sangat mempengaruhi tingkat kebahagiaan penduduk suatu negara.
Seiring dengan berlalunya waktu, pandangan kita tentang kebahagiaan semakin kompleks. Faktor-faktor seperti lingkungan, kebijakan pemerintahan, dan keamanan pribadi menjadi semakin relevan dalam menentukan seberapa bahagia seseorang tinggal di suatu negara.
Metodologi Penilaian Kebahagiaan di Berbagai Negara
Penilaian kebahagiaan di berbagai negara tidak dilakukan secara sembarangan. Lembaga yang bertanggung jawab melakukan survei kepada ribuan individu di berbagai negara untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi psikologis masyarakat.
Survei ini memperhitungkan berbagai aspek, mulai dari tingkat pendapatan hingga dukungan sosial yang tersedia bagi individu. Hasilnya, data akan diolah oleh ilmuwan data yang berpengalaman untuk menghasilkan laporan yang akurat mengenai kebahagiaan di setiap negara.
Kriteria penilaiannya pun cukup beragam, termasuk PDB per kapita, harapan hidup, dan tingkat korupsi yang dirasakan. Hal ini menciptakan gambaran menyeluruh yang menjadi dasar peringkat kebahagiaan di seluruh dunia.
Peringkat Negara Terendah dalam Kebahagiaan di 2025
Dalam laporan tahun ini, beberapa nama negara muncul kembali sebagai yang paling tidak bahagia. Mereka biasanya adalah negara yang berjuang untuk pulih dari konflik berkepanjangan atau bencana alam yang menghancurkan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.
Utamanya, Afghanistan terus berada di posisi paling bawah dalam peringkat ini. Negara tersebut masih berjuang untuk menemukan stabilitas amid konflik yang berkepanjangan dan kondisi hidup yang sangat sulit.
Kondisi di negara-negara seperti Afghanistan juga berimplikasi pada aspek sosial, termasuk pendidikan dan kesempatan kerja. Hal ini semakin memperburuk keadaan dan menciptakan lingkaran setan yang sulit untuk diputus.
Kondisi Sosial dan Ekonomi yang Mempengaruhi Kebahagiaan
Ketika kita membahas kebahagiaan, penting untuk mencermati faktor-faktor sosial yang berdampak pada level kebahagiaan individu. Misalnya, negara yang memiliki dukungan sosial yang kuat cenderung menghasilkan masyarakat yang lebih bahagia.
Di negara yang terjebak dalam kemiskinan dan ketidakadilan sosial, kebahagiaan sering kali menjadi satu hal yang terabaikan. Dengan sedikit atau tanpa akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan yang layak, banyak individu merasa putus asa.
Sebaliknya, negara-negara dengan program kesejahteraan sosial yang baik memberikan harapan bagi penduduknya. Mereka memiliki lebih banyak peluang untuk menata hidup dan mencapai kebahagiaan, meskipun terkadang menghadapi tantangan ekonomi yang signifikan.




