jang minimal 800–1000 kata, tanpa menambahkan tag
atau
,
| atau | bisa kamu tambahkan di susunan manapun asal jangan di awal ataupun akhir. Jangan tambahkan atau di awal/akhir, dan hilangkan semua brand dan domain sumber. Gunakan gaya penulisan editorial naratif profesional dan tidak membosankan.
Gunakan susunan berikut ini: susunan pertama (isi paragraf pertama langsung 2 kalimat, minimal 50 kata) tambahkan 2–3 (masing-masing 2 kalimat, 50 kata) susunan kedua (minimal 8 kata)tambahkan 3–5 (masing-masing 2 kalimat, 50 kata) susunan ketiga (minimal 8 kata)tambahkan 3–5 (masing-masing 2 kalimat, 50 kata) susunan keempat (minimal 8 kata)tambahkan 3–5 (masing-masing 2 kalimat, 50 kata) Hilangkan semua yang terkait dengan “liputan6” atau “liputan6.com”. Langsung berikan hasil dalam format HTML bersih tanpa tag , dan jangan tambahkan pembuka atau penutup dari kamu ya:
Liputan6.com, Jakarta – Video yang memperlihatkan kepedulian anak pertama Jessica Iskandar, El Barack Alexander, kepada adiknya, Hagia Alyara Verhaag, viral di media sosial. Dalam video tersebut, El mengambil alih menjaga sang adik agar suster yang mengasuh Hagia bisa makan dengan tenang. “Ayo main sama Kakak El biar Sus-nya makan,” kata El sambil menggendong Hagia. “Makan, Sus,” lanjutnya kepada sang pengasuh. Tak hanya itu, El juga tampak cekatan menyuapi Hagia potongan buah di samping suster yang sedang menikmati makan. Video singkat tersebut pun menuai banyak respons positif dari warganet. Sebagian netizen menilai sikap El mencerminkan pribadi yang penuh empati dan beretika. Ada pula yang memuji Jessica Iskandar karena dinilai berhasil mendidik anaknya dengan baik. Menanggapi video tersebut, Psikolog Anak, Remaja, & Keluarga di Fyn Clinic, Ayoe Sutomo, mengatakan, perilaku El menunjukkan karakter anak yang memiliki secure attachment atau kelekatan yang aman dengan orang tuanya. “Jadi, karena memang punya kelekatan aman dengan orang tuanya, biasanya dia jadi lebih mudah untuk kemudian hadir buat orang lain, membantu orang lain,” kata Ayoe kepada Kesehatan Liputan6.com, Selasa (21/7/2026). Menurutnya, anak dengan secure attachment memiliki kondisi emosi yang lebih stabil sehingga mampu memberikan perhatian kepada orang lain. “Kenapa? Karena dia sendiri sudah penuh secara emosi, sehingga dia punya kapasitas lebih secara emosi untuk hadir buat orang lain, bantu orang lain, atau memudahkan pekerjaan orang lain,” tambahnya. Ayoe menjelaskan bahwa salah satu output dari secure attachment adalah munculnya rasa tanggung jawab terhadap saudara, bukan persaingan antarsaudara. “Jadi, relasinya dengan adik itu nggak berupa rivalitas, tapi output-nya adalah dalam bentuk saling menjaga. Nah, itu yang bisa kelihatan, ya nyuapin atau nemenin main,” katanya. Yang lebih menarik, lanjut Ayoe, El juga menawarkan agar sang suster bisa bergantian beristirahat dan makan. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan tingkat empati yang tinggi. “Sebenarnya anak ini punya empati yang tinggi untuk tahu kondisi orang lain, berusaha untuk menempatkan dirinya dalam posisi orang lain, dan kemudian melakukan sesuatu untuk membantu orang lain yang dia tahu mungkin butuh bantuan dalam situasi-situasi tertentu,” ujarnya.
Contoh paragraf pertama… Contoh paragraf kedua… Contoh subhead pertama…
Related PostsPOPULAR NEWSEDITOR'S PICKCategories© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id. © 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id. |
|---|