• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Thursday, October 29, 2026
RS-MedikaBSD
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Berita Sehat

Tim 9 Kejagung Periksa 11 Saksi Kasus Febrie Adriansyah, 3 Tidak Hadir

Hardi by Hardi
July 30, 2026
in Berita Sehat
0
Tim 9 Kejagung Periksa 11 Saksi Kasus Febrie Adriansyah, 3 Tidak Hadir
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tim Kejaksaan Agung, yang dikenal sebagai Tim 9, sedang menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang melibatkan mantan pejabat tinggi. Pemeriksaan ini melibatkan pemeriksaan 11 saksi pada Kamis 30 Juli, tetapi sayangnya, tiga di antaranya tidak memenuhi panggilan untuk memberikan keterangan.

“Dari 11 orang saksi yang dipanggil, ada delapan yang hadir. Ini termasuk mereka yang memiliki keterangan penting terkait kasus ini,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Tim Penyidik dalam keterangannya.

READ ALSO

Normalisasi Kali Mampang Pastikan DKI Siap Hadapi Musim Hujan

Respons Kritik Negara Tetangga oleh Dasco Terkait Buntut Asap Karhutla

Di antara saksi yang hadir, ada nama-nama penting seperti Tan Kian dan Ferry Hongkiriwang. Pihak penyidik menyebutkan bahwa dua saksi ini diharapkan dapat memberikan informasi yang memadai untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Proses Pemanggilan Saksi yang Belum Hadir

Kejaksaan Agung memastikan bahwa meskipun beberapa saksi tidak hadir, upaya untuk melakukan pemanggilan ulang akan dilakukan. Tim penyidik ingin memastikan semua informasi terkumpul agar kasus ini bisa ditindaklanjuti secara hukum.

“Kami akan memanggil kembali saksi yang belum dapat hadir pada pemeriksaan sebelumnya, agar kami bisa mendapatkan keterangan mereka,” ucap Kapuspenkum. Ini menunjukkan keseriusan Tim 9 dalam menuntaskan penyelidikan.

Proses pemanggilan ulang juga menjadi bagian penting dalam upaya mengumpulkan bukti yang kuat. Hal ini diperlukan untuk memperkuat argumentasi hukum yang akan diajukan di persidangan nantinya.

Kasus TPPU yang Melibatkan Mantan Pejabat

Salah satu yang menjadi sorotan dalam kasus ini adalah mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus TPPU ini, yang melibatkan penemuan emas seberat 74 kilogram dan uang tunai senilai Rp543 miliar.

Ketua Tim 9 menyatakan bahwa dugaan TPPU ini terjadi selama masa jabatan Febrie sebagai jaksa. Hal ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan dalam struktur kepemerintahan yang seharusnya menjalankan fungsi penegakan hukum.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena besaran nilai yang terlibat. Temuan uang dan emas ini mengindikasikan kemungkinan praktik korupsi yang lebih luas dan terstruktur.

Implikasi Hukum yang Menanti Febrie Adriansyah

Febrie Adriansyah tidak hanya berhadapan dengan satu kasus, namun juga beberapa perkara lain. Ini memberikan gambaran bahwa penegakan hukum tengah dilakukan secara menyeluruh tanpa memandang jabatan atau posisi seseorang di dalam pemerintahan.

Kasus pertama yang melibatkan dirinya adalah dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam penyalahgunaan wewenang untuk PT Krakatau Steel. Hal ini menunjukkan adanya praktik korupsi yang melibatkan perusahaan besar yang seharusnya berjalan secara transparan.

Selain itu, kasus terkait pengadaan batu bara untuk proyek PLTU juga menyoroti kemungkinan tindak pidana korupsi yang lebih dalam. Kasus ini merugikan banyak pihak dan memicu konsumerisme yang tidak sehat dalam sektor energi.

Pendidikan Hukum dan Kesadaran Publik

Kejadian seperti ini menyoroti pentingnya pendidikan hukum bagi masyarakat. Kesadaran akan tindakan hukum yang dapat dikenakan bagi pelanggaran adalah kunci untuk meminimalisasi praktik korupsi.

Pendekatan preventif dalam pendidikan hukum akan membantu masyarakat untuk memahami implikasi dari setiap tindakan yang melanggar hukum. Ini dapat menciptakan lingkungan yang kurang ramah bagi praktik tidak etis dalam pemerintahan.

Bukan hanya pejabat publik, tetapi juga masyarakat perlu berperan aktif dalam mengawasi tindakan-tindakan yang mencurigakan. Dengan begitu, diharapkan kasus-kasus korupsi dapat lebih diminimalisir kontribusinya terhadap kerugian yang dialami negara.

Tags: AdriansyahFebrieHadirKasusKejagungPeriksaSaksiTidakTim

Related Posts

Normalisasi Kali Mampang Pastikan DKI Siap Hadapi Musim Hujan
Berita Sehat

Normalisasi Kali Mampang Pastikan DKI Siap Hadapi Musim Hujan

October 29, 2026
Respons Kritik Negara Tetangga oleh Dasco Terkait Buntut Asap Karhutla
Berita Sehat

Respons Kritik Negara Tetangga oleh Dasco Terkait Buntut Asap Karhutla

October 29, 2026
Tinjauan Pembangunan Tanggul Pantai di Demak untuk Memulihkan Tambak
Berita Sehat

Tinjauan Pembangunan Tanggul Pantai di Demak untuk Memulihkan Tambak

October 28, 2026
Malaysia Siapkan Bantuan Pesawat dan Helikopter untuk Atasi Karhutla
Berita Sehat

Malaysia Siapkan Bantuan Pesawat dan Helikopter untuk Atasi Karhutla

October 28, 2026
Usai Sita Mobil, KPK Akan Panggil Suami Fadia Bupati Pekalongan Lagi
Berita Sehat

Usai Sita Mobil, KPK Akan Panggil Suami Fadia Bupati Pekalongan Lagi

October 27, 2026
Letda Ahmad Meninggal di Gudang Senjata, Kopassus Klarifikasi Tidak Terlibat Penembakan
Berita Sehat

Letda Ahmad Meninggal di Gudang Senjata, Kopassus Klarifikasi Tidak Terlibat Penembakan

October 27, 2026
Next Post
Kisah Paskibraka Naila Sinapoy yang Mendapatkan Beasiswa Warwick

Kisah Paskibraka Naila Sinapoy yang Mendapatkan Beasiswa Warwick

POPULAR NEWS

Michael B Jordan Raih Oscar 2026, Dulu Nyaris Tak Bisa Angkat Beban Kini Berotot Atletis

Michael B Jordan Raih Oscar 2026, Dulu Nyaris Tak Bisa Angkat Beban Kini Berotot Atletis

May 2, 2026
Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

April 28, 2026
Gerbong KRL Ringsek Setelah Ditabrak di Stasiun Bekasi Timur

Gerbong KRL Ringsek Setelah Ditabrak di Stasiun Bekasi Timur

April 27, 2026
29 Orang Dirawat di RS, 3 Menyusul Meninggal Dunia

29 Orang Dirawat di RS, 3 Menyusul Meninggal Dunia

April 27, 2026
Forum Ketua PWNU Ajak Muktamar PBNU Segera Dilaksanakan Awal Agustus 2026

Forum Ketua PWNU Ajak Muktamar PBNU Segera Dilaksanakan Awal Agustus 2026

April 28, 2026

EDITOR'S PICK

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Segera Disidang Setelah Penyidikan Rampung

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Segera Disidang Setelah Penyidikan Rampung

July 17, 2026
Gus Yahya Bersiap Jadi Calon Ketua Umum PBNU Lagi

Gus Yahya Bersiap Jadi Calon Ketua Umum PBNU Lagi

June 21, 2026
Kantor Lowongan Palsu di Pasar Minggu Kembalikan Uang kepada Tiga Korban

Kantor Lowongan Palsu di Pasar Minggu Kembalikan Uang kepada Tiga Korban

September 8, 2026
5 Kebijakan Prabowo Mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan

5 Kebijakan Prabowo Mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan

August 23, 2026
RS-MEDIKABSD-LOGO2

Rs-MedikaBSD - Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini.

Follow us

Categories

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Recent Posts

  • 3 Rahasia Tetap Bugar dan Awet Muda di Usia 45 Tahun menurut Coach Nando
  • Normalisasi Kali Mampang Pastikan DKI Siap Hadapi Musim Hujan
  • Perusahaan Malaysia dan Singapura Jadi Tersangka Kasus Karhutla
  • Respons Kritik Negara Tetangga oleh Dasco Terkait Buntut Asap Karhutla
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In