Arsul Sani merupakan sosok yang tak asing di dunia hukum Indonesia, terutama sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Belakangan ini, ia menghadapi tuduhan terkait ijazah palsu, yang dengan tegas dibantah olehnya.
Dalam konferensi pers di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, ia menunjukkan bukti bahwa ijazah doktoralnya adalah sah. Hal ini menunjukkan keberanian Arsul untuk menghadapi segala bentuk fitnah dan menjaga integritas akademisnya.
Melalui langkah tersebut, Arsul ingin mengedukasi publik tentang pentingnya verifikasi informasi dan transparansi dalam dunia pendidikan. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa pendidikan adalah landasan penting dalam menjalankan tugas sebagai hakim.
Jejak Pendidikan Arsul Sani yang Inspiratif dan Beragam
Arsul Sani memperoleh gelar doktoral dari Collegium Humanum/Warsaw Management University pada tahun 2022 setelah merampungkan pendidikannya secara serius. Dalam perjalanan pendidikannya, ia menunjukkan komitmen yang kuat dan rasa ingin tahunya yang tinggi terhadap ilmu hukum dan keadilan.
Pendidikan awalnya dimulai di Glasgow Caledonian University pada tahun 2012, di mana ia fokus pada bidang Justice and Policy. Dalam waktu singkat, ia berhasil menyelesaikan tahap pertama studi dan mendapatkan transkrip nilai dengan total 180 kredit dari tiga mata kuliah penting.
Meskipun mengalami kendala akibat tugasnya sebagai anggota DPR RI, Arsul tidak menyerah untuk mengejar mimpinya. Pada tahun 2017, ia memutuskan untuk mundur dari program doktoral di Glasgow Caledonian University setelah menyelesaikan semua kredit yang dibutuhkan.
Namun, pendidikannya tidak berhenti di situ. Pada tahun 2020, bertekad untuk menyelesaikan studi doktoralnya, ia mendaftar di Collegium Humanum/Warsaw Management University melalui program transfer yang mengakui kredensial yang telah ia capai sebelumnya.
Keberanian untuk kembali ke bangku sekolah menunjukkan dedikasi Arsul terhadap pendidikan. Ia bukannya hanya mengejar gelar, tetapi juga memahami pentingnya ilmu pengetahuan dalam menjalankan tugasnya sebagai hakim.
Disertasi yang Menarik Perhatian dan Relevan Sosial
Disertasi yang ditulis oleh Arsul berjudul “Re-examining the Considerations of National Security Interest and Human Rights Protection in Counter Terrorism Legal Policy” menggambarkan kedalaman analisis yang dipadukan dengan keahlian hukum. Penelitiannya tidak hanya teoritis, tetapi juga melibatkan wawancara dengan berbagai kepala lembaga terkait isu terorisme dan Hak Asasi Manusia (HAM).
Temuan dari disertasi ini tidak hanya berpotensi memperkaya khazanah hukum, tetapi juga memberikan perspektif baru dalam kebijakan penanggulangan terorisme. Dengan pendekatan yang komprehensif, Arsul berharap dapat menjadi penggerak perubahan di bidang hukum dan keadilan sosial.
Melalui penelitian ini, ia ingin menunjukkan bahwa menjaga keseimbangan antara keamanan nasional dan perlindungan HAM adalah hal yang krusial. Hal ini menjadi relevan mengingat tantangan yang dihadapi negara dalam menjaga kedamaian tanpa mengorbankan hak-hak dasar manusia.
Pendekatan yang dilakukan Arsul dalam disertasi ini juga menjadi bagian dari upayanya untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya hukum yang adil dan berintegritas. Ia berkomitmen untuk berbagi pengetahuan dan hasil penelitiannya kepada masyarakat luas.
Upaya ini adalah contoh nyata tentang bagaimana pendidikan dan pengetahuan dapat digunakan untuk menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih adil. Disertasi yang ditulisnya menjadi referensi penting bagi para akademisi dan praktisi hukum di Indonesia.
Peran Arsul Sani dalam Masyarakat dan Pendidikan Hukum
Arsul Sani tidak hanya dikenal sebagai hakim, tetapi juga sebagai pengajar dan pembina generasi muda. Ia aktif berbagi pengetahuan dan pengalamannya di berbagai kesempatan, termasuk seminar, workshop, dan pendidikan hukum lainnya.
Dedikasi Arsul dalam mendidik tidak hanya terlihat dari kegiatan mengajarnya, tetapi juga melalui kontribusinya dalam isu-isu kebijakan publik. Sebagai anggota DPR RI, ia telah terlibat dalam berbagai pembahasan penting yang berkaitan dengan hukum dan keadilan.
Dengan latar belakang pendidikan yang kuat, Arsul mampu memberikan wawasan mendalam kepada para mahasiswa dan profesional muda yang ingin terjun ke dunia hukum. Keterlibatannya di berbagai forum menjadi bukti bahwa pendidikan adalah sebuah proses yang berkelanjutan.
Keberanian untuk berbicara dan menyuarakan hak-hak masyarakat seringkali terlihat dalam paparan-paparannya. Ia percaya bahwa suara hukum dapat menjadi alat untuk memperjuangkan keadilan dan kesetaraan di masyarakat.
Melalui pengalamannya, Arsul berharap dapat memotivasi generasi baru untuk terus belajar dan berinovasi dalam bidang hukum. Ia ingin menunjukkan bahwa dengan pendidikan yang baik, seseorang dapat mencapai posisi yang berpengaruh dalam perubahan sosial.




