Kecelakaan tragis baru saja terjadi saat kegiatan terjun payung di Perairan Bojongsalawe, yang berada di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Peristiwa ini merenggut nyawa dua atlet terjun payung, sementara tiga atlet lainnya berhasil selamat dari insiden tersebut.
Kepala Kepolisian Resor Pangandaran, AKBP Andri Kurniawan, menjelaskan bahwa insiden ini bermula ketika pesawat latih Cessna 185 PK-SRC yang digunakan lepas landas dari Bandara Nusawiru. Pesawat tersebut membawa lima orang penerjun pada pukul 10.15 WIB.
“Ketika berada pada ketinggian sekitar 10.000 kaki, terjadi perubahan arah angin yang signifikan. Hal ini mengakibatkan para atlet kehilangan kendali dan arah pendaratan,” lanjut Andri dalam rilis resmi yang dikeluarkan oleh Humas Polres Pangandaran.
Rincian Kecelakaan Terjun Payung di Pangandaran
Akibat perubahan cuaca yang mendadak, tiga atlet terjun payung berhasil melakukan pendaratan darurat di Pantai Bojongsalawe. Mereka selamat, meskipun dua atlet lainnya terjatuh ke dalam perairan laut yang berbahaya.
Sebelum proses pencarian dimulai, satu korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia akibat tenggelam, sedangkan satu korban lainnya dinyatakan hilang namun kemudian ditemukan dan dipastikan juga telah meninggal dunia.
Kedua korban yang meninggal dunia tersebut bernama Rusli dan Widiasih, yang merupakan atlet asal Kabupaten Bandung. Sementara tiga atlet yang selamat yakni Khudlori, Muhammad Almuthofa, dan Karni, kini telah mendapatkan perawatan medis dan dinyatakan dalam kondisi baik.
Kondisi Cuaca Memengaruhi Kejadian
Kapolres menambahkan bahwa pada saat laporan awal diterima, kondisi cuaca di perairan Pangandaran sedang tidak bersahabat. Gelombang yang tinggi dan angin yang kencang menjadi kendala utama dalam proses pencarian dan evakuasi korban.
Pihak kepolisian dan tim evakuasi bersiaga di lokasi untuk melakukan pencarian lebih lanjut. Proses ini melibatkan anggota dari Polres Pangandaran, Basarnas, Sat Polairud, serta TNI AL.
Mereka melakukan penyisiran secara menyeluruh di laut dan pantai wilayah Cijulang guna memastikan tidak ada korban lain yang mungkin belum ditemukan.
Langkah Lanjutan Pasca Kecelakaan
Kepala Kepolisian Resor menyatakan bahwa untuk sementara waktu, seluruh aktivitas terjun payung telah dihentikan. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan dan mengutamakan penyelidikan lebih lanjut terhadap insiden tersebut.
Kegiatan terjun payung tersebut seharusnya berlangsung selama dua hari, dari tanggal 30 hingga 31 Desember, namun pascakecelakaan ini, seluruh rangkaian acara resmi dibatalkan.
Pihak berwenang berkomitmen untuk fokus pada penanganan korban dan kajian terhadap peristiwa yang terjadi agar bisa mencegah insiden serupa di masa mendatang.




