Seorang bocah bernama Theodore Kwan tengah menjadi sorotan publik karena prestasinya yang luar biasa. Di usia yang sangat muda, ia berhasil masuk ke bangku kuliah, tepatnya jurusan Kimia di Nanyang Technological University (NTU) di Singapura.
Dikenal sebagai anak yang berbakat, Theodore memiliki IQ yang sangat tinggi, mencapai angka 154. Keingintahuannya yang besar terhadap sains menjadikannya kandidat yang unik di dunia pendidikan.
Berikut ini adalah beberapa fakta menarik mengenai Theodore Kwan, yang kini tengah viral dan mengundang banyak perhatian.
Pendidikan Awal dan IQ Tingginya
Theodore Kwan lahir dengan keistimewaan yang tidak dimiliki anak-anak seusianya. Dengan IQ di atas rata-rata, ia menunjukkan minat yang kuat terhadap sains sejak usia dini.
Pada awal tahun ini, dia telah mencatatkan prestasi membanggakan dengan menjadi orang termuda di Singapura yang meraih nilai A dalam ujian Kimia. Ini adalah sebuah pencapaian yang sangat mengesankan bagi seorang anak berusia enam tahun sepuluh bulan.
Kemampuannya dalam memahami konsep-konsep kompleks dalam sains menunjukkan bahwa dia memiliki potensi yang sangat besar. Theodore tidak hanya belajar, tetapi juga berusaha memahami lebih dalam tentang dunia ilmiah yang membuatnya penasaran.
Perjalanan Kuliah yang Unik
Sejak Agustus, Theodore telah menjadi fenomena di NTU dengan kehadirannya yang rutin. Setiap minggu, ia datang ke kampus sebagai “mahasiswa” tamu untuk mengikuti kuliah dasar kimia.
Ditemani orang tuanya, Theodore belajar selama satu hingga dua jam di bawah bimbingan Dr. Sumod Pullarkat, seorang dosen senior. Aktivitas ini memberikan kesempatan emas bagi Theodore untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih dalam.
Meskipun tidak terdaftar secara resmi sebagai mahasiswa, kehadirannya di kelas menunjukkan komitmennya terhadap pembelajaran. Minatnya terhadap teori orbital molekul menjadi salah satu poin penting dalam studinya.
Kehidupan Sehari-hari dan Dukungan Keluarga
Kehidupan sehari-hari Theodore di lingkungan akademis memang unik. Ia tidak hanya sekadar murid yang belajar di dalam kelas, tetapi juga mengeksplorasi berbagai konsep ilmiah yang lebih mendalam.
Orang tuanya berperan besar dalam mendukung pendidikan Theodore. Kehadiran mereka di sampingnya memberikan dorongan moral yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensinya.
Ini adalah gambaran bagaimana pendidikan dan lingkungan yang suportif dapat mempengaruhi perkembangan seorang anak berbakat. Dukungan dari keluarga sangat penting dalam menjaga motivasi dan rasa ingin tahunya untuk belajar.




