Aktris Jessica Iskandar, yang akrab disapa Jedar, baru-baru ini menarik perhatian publik setelah mengungkapkan pengalaman traumatis yang dialaminya di masa kecil. Keberaniannya untuk berbagi cerita ini terinspirasi oleh buku memoir “Broken Strings” yang ditulis oleh Aurelie Moeremans, yang juga mengungkap kisah serupa. Hal ini menjadi momen penting dalam mendiskusikan isu serius mengenai pelecehan seksual, terutama yang dialami oleh anak-anak.
Dalam kesempatan tersebut, Jessica mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi korban pelecehan seksual ketika masih di taman kanak-kanak. Meskipun sudah lama berlalu, pengalaman tersebut tidak pernah benar-benar hilang dari ingatannya. Dia merasa terinspirasi untuk berbicara setelah mendengar cerita Aurelie, yang dinilai sangat berani dan membuka jalan bagi orang lain untuk mengungkapkan pengalaman serupa.
Perjuangan Menghadapi Masa Lalu yang Kelam
Saat berbicara dengan media, Jessica mengatakan, “Aku sendiri pribadi pernah mengalami tindak seksual kayak gitu waktu aku TK.” Pernyaataan ini tentu mengejutkan banyak orang, karena sangat sedikit yang tahu tentang pengalaman pahit yang harus dia hadapi di usia yang begitu muda. Rasa sakit dan trauma itu, meskipun tersembunyi, tetap menjadi bagian dari hidupnya dan memengaruhi bagaimana dia menjalani kehidupan hingga saat ini.
Selama bertahun-tahun, Jessica merasa tidak memiliki keberanian untuk berbagi kisahnya. Dia mengakui, “Aku nggak seberani Aurelie untuk cerita,” menekankan betapa sulitnya bagi seorang korban untuk mengungkapkan pengalaman masa lalunya. Hal ini menunjukkan bahwa stigma dan rasa malu sering kali membuat korban merasa terjebak dalam pengalaman traumatis mereka.
Keberanian yang ditunjukkan oleh Aurelie melalui buku memoirnya telah membuka mata banyak orang tentang pentingnya berbagi dan menyuarakan pengalaman. Dalam situasi serupa, Jessica diyakini bahwa berbagi cerita bisa menjadi langkah awal untuk penyembuhan dan menghilangkan stigma seputar pelecehan seksual.
Pentingnya Berbicara Mengenai Pelecehan Seksual
Pelecehan seksual adalah isu serius yang sering kali diabaikan dalam diskusi publik. Banyak korban, terutama anak-anak, merasa terisolasi dan tidak berdaya untuk berbicara tentang pengalaman mereka. Jessica Iskandar adalah salah satu dari banyak orang yang mengalami situasi ini dan memilih untuk tidak bercerita selama bertahun-tahun.
Dengan semakin banyaknya individu yang berbicara terbuka tentang pengalaman mereka, diharapkan masyarakat semakin peka terhadap isu ini. Kesadaran akan pentingnya berbicara bisa membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua orang, terutama anak-anak. Mengangkat isu ini secara terbuka juga bisa meredakan stigma yang melekat pada korban pelecehan seksual.
Tindakan berbagi pengalaman juga dapat membantu proses penyembuhan bagi para korban. Mendengarkan kisah satu sama lain sering kali memberikan harapan dan penguatan untuk terus melangkah maju. Hal ini menjadi bukti bahwa setiap suara penting dan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dampak Psikologis dan Sosial bagi Korban
Pengalaman pelecehan seksual di usia dini bisa meninggalkan dampak psikologis yang mendalam bagi korban. Banyak yang mengalami gangguan kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental lainnya. Jessica Iskandar mungkin hanya satu dari sekian banyak yang merasakan betapa sulitnya menjalani hidup dengan beban masa lalu yang tidak terungkap.
Stigma yang timbul dari pengalaman ini sering kali membuat korban merasa terasing, kehilangan dukungan dari orang-orang di sekitarnya. Mereka merasa tidak dipahami dan diabaikan, yang selanjutnya membentuk pandangan mereka terhadap dunia. Dalam hal ini, penting bagi masyarakat untuk memberikan dukungan emosional kepada korban.
Lingkungan yang mendukung dapat membantu korban untuk merasa lebih aman dan berani berbicara. Program edukasi tentang pelecehan seksual serta penyuluhan kepada orangtua dan anak-anak perlu digalakkan agar kesadaran akan hal ini semakin meningkat. Kesadaran ini diharapkan dapat menciptakan budaya di mana korban merasa nyaman untuk berbagi pengalaman mereka.




