Manajemen Kebun Binatang Surabaya terus berupaya mempertahankan operasional di tengah situasi yang tidak menentu. Meski baru-baru ini mengalami penggeledahan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, layanan pengunjung dan aktivitas pegawai tetap berjalan seperti biasa, menurut informasi dari pihak manajemen.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya, Lintang Ratri, menyatakan bahwa penggeledahan tidak berdampak signifikan terhadap layanan kepada pengunjung. “Aktivitas tetap berjalan seperti biasanya,” ujar Lintang saat diwawancarai.
Sementara itu, proses hukum yang sedang berlangsung kini menjadi perhatian publik. Penggeledahan tersebut berkaitan dengan dugaan pengelolaan keuangan yang tidak transparan di dalam BUMD ini.
Detail Penggeledahan yang Dilakukan oleh Kejaksaan
Proses penyidikannya berlangsung mulai pagi hingga malam hari, dengan tim Kejati Jatim menyita sejumlah barang bukti. Ruangan-ruangan di kantor PD TSKBS juga disegel oleh penyidik sebagai langkah untuk memastikan keamanan dokumen dan bukti yang ditemukan.
Dalam penggeledahan ini, beberapa perangkat elektronik turut diamankan. Dokumen-dokumen yang berhubungan dengan keuangan juga menjadi fokus utama dalam pencarian barang bukti oleh penyidik.
Meski demikian, manajemen PD TSKBS belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kemungkinan adanya dampak administratif akibat penggeledahan tersebut. Situasi ini memunculkan rasa penasaran di kalangan masyarakat.
Tindak Lanjut dan Evaluasi Pengawasan dari Pemerintah Kota
Kepala Seksi Penyidikan Kejati Jatim, John Franky Yanafia Ariandi, mengonfirmasi bahwa penggeledahan ini merupakan langkah awal untuk mengumpulkan barang bukti atas dugaan tindak pidana korupsi. “Kami melakukan ini untuk mencari dan mengamankan barang bukti terkait pengelolaan keuangan,” jelasnya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mendukung penuh langkah Kejati Jatim. Menurutnya, permasalahan pengelolaan keuangan di kebun binatang sudah ada sejak lama dan perlu diusut secara tuntas.
Eri menyatakan bahwa dia telah mencium adanya ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran sejak 2022 dan menginstruksikan audit independen untuk menyelidiki hal ini lebih lanjut. Ia tidak ingin auditor yang sudah ada sebelumnya terlibat dalam proses audit ini.
Kekhawatiran Masyarakat dan Harapan untuk Transparansi
Masyarakat kini berharap agar penyidikan ini dapat membawa kejelasan mengenai kondisi keuangan di Kebun Binatang Surabaya. Isu korupsi di sektor publik sering kali menjadi sorotan, dan warga menginginkan transparansi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Berbagai pihak diharapkan dapat berkolaborasi untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga publik. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat juga sangat penting untuk memastikan bahwa perjalanan hukum kali ini berjalan dengan adil.
Sebagai salah satu destinasi wisata ikonik Kota Pahlawan, Kebun Binatang Surabaya memiliki tanggung jawab untuk mengelola sumber daya sebaik mungkin, demi kesejahteraan satwa serta pengunjungnya.




