Chiki Fawzi mengalami perjalanan yang penuh liku dalam upayanya menjadi petugas Haji pada tahun 2026. Meskipun dia sempat ditawari kesempatan ini oleh Kementerian Haji, nasibnya kembali memperlihatkan tantangan yang harus dihadapi.
Awalnya, Chiki merasa bangga dan bersemangat atas tawaran ini, mengingat hasratnya untuk membantu jemaah Haji. Namun, keadaan tak berjalan sesuai harapan setelahnya ketika proses demi proses harus dilewati dengan penuh kesulitan.
Kisah Awal Chiki Fawzi Menjadi Petugas Haji
Chiki Fawzi menceritakan dengan detail bagaimana dirinya terpilih menjadi petugas Haji setelah mendapat tawaran resmi dari Kementerian Haji. Pada 9 Januari 2026, penunjukan langsung tersebut memberikan harapan baru bagi Chiki untuk mewujudkan impiannya.
Setelah penunjukan, Chiki tidak sendirian; dia bersama para konten kreator lainnya langsung menjalani serangkaian tahapan yang meliputi pemeriksaan kesehatan dan kelengkapan administrasi. Tidak ada proses ujian yang harus dilalui, membuat Chiki merasa sedikit lebih tenang.
Dia mengungkapkan dalam beberapa wawancara, “Kami diundang oleh Kemenhaj sebagai petugas Haji tanpa melalui tes. Ini merupakan jalur yang berbeda dan tentu sangat unik.” Hal ini menjadi pengalaman berharga yang tidak semua orang bisa lalui.
Proses Penunjukan dan Tindak Lanjut yang Dijalani Chiki
Pemberitahuan mengenai posisi ini datang mendekati waktu yang cukup singkat, sehingga memaksa mereka untuk segera melaksanakan pemeriksaan kesehatan. Chiki mengungkapkan bahwa ini adalah langkah penting untuk memastikan semua petugas dalam keadaan sehat untuk menjalankan tugas mulia.
“Kami harus melakukan Medical Check Up untuk melengkapi berkas, dan bertemu dengan Pak Wamenhaj,” jelasnya saat berbagi cerita. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi yang baik dengan pihak kementerian demi kesuksesan misi tersebut.
Chiki juga menceritakan bagaimana pada tahun sebelumnya, dia pernah mencoba untuk mendaftar secara mandiri namun mengalami kendala yang cukup menyulitkan. Kini, kesempatan untuk menjadi petugas Haji melalui jalur resmi membuatnya merasa sangat beruntung.
Harapan Chiki yang Kandas Menjadi Kenyataan
Antusiasme Chiki tak terbendung saat menerima tawaran ini, mengingat rasa penantiannya yang telah lama terakumulasi. Dia menganggap tawaran ini adalah langkah menuju impian yang telah lama dipendamnya.
Sebagian orang melihat posisi ini sebagai kehormatan untuk bisa melayani jemaah Haji, sementara Chiki juga melihatnya sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor untuk kepentingan umat. Sayangnya, perjalanan ini tak semudah yang dibayangkan.
Meski awalnya segalanya berjalan lancar, tantangan tak terduga mulai menghadang. Keputusan yang harus diambil Chiki saat semua persiapan sudah matang terpaksa harus ditunda, dan hal ini tentu saja mengecewakan bagi dirinya.




