Mahasiswi Program Studi Sains Komunikasi baru-baru ini membagikan pengalaman yang sangat berharga setelah terlibat dalam produksi film layar lebar berjudul Timur. Keterlibatan ini bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga menjadi indikasi nyata dari integrasi antara dunia pendidikan dan industri kreatif yang kian berkembang di Indonesia.
Pengalaman ini bermula dari kesempatan yang diperoleh saat menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di SMK Negeri 65 Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswi ini berhasil bergabung dengan sebuah tim profesional bernama IQ Creative yang berfokus pada bidang casting department.
Selama proses produksi film Timur, ia tidak hanya berperan sebagai peserta PKL, tetapi juga dipercaya sebagai bagian dari kru profesional dengan posisi Talent Coordinator. Keterlibatan ini dimulai dari tahap praproduksi yang berlangsung pada September 2024 di Jakarta, dan berlangsung hingga tahap produksi yang memakan waktu tiga bulan.
Perjalanan Menjadi Bagian dari Film Layar Lebar yang Ambisius
Produksi film Timur diadakan di lokasi yang unik dan penuh tantangan, yaitu Kawasan Latihan Pertempuran Hutan Kopassus, Situ Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Suasana dingin dan lembap di kawasan tersebut menambah kesulitan dalam pengambilan gambar, terutama bagi yang tidak terbiasa.
Sebagai Talent Coordinator, tanggung jawab yang diemban mencakup berbagai aspek penting. Mulai dari memastikan kehadiran para extras, hingga mengatur kebutuhan konsumsi, wardrobe, dan makeup semua anggota kru. Evaluasi dan pengaturan ini penting untuk kelancaran proses produksi yang padat.
Jadwal kerja yang diterapkan selama produksi sangat ketat. Seluruh kru sudah harus hadir di lokasi sejak pukul 05.00 WIB dan menjalani proses shooting hingga malam hari. Situasi ini mengharuskan semua pihak untuk memiliki kedisiplinan tinggi dan stamina yang baik.
Pelajaran Berharga dari Pengalaman Produksi yang Menarik
Selain mendapatkan wawasan baru dalam industri film, mahasiswi ini juga belajar tentang kerja sama tim yang erat. Kolaborasi antar kru sangat penting untuk menghasilkan karya yang berkualitas, terutama di bidang film yang sangat kompetitif ini.
Pengalaman ini juga mengajarkan pentingnya fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi. Dalam produksi film laga, bukan jarang ada berbagai perubahan mendadak yang bisa mempengaruhi jadwal dan alur kerja. Kesiapan menghadapi perubahan ini merupakan kunci sukses dalam menjalani peran yang diemban.
Selain itu, keterlibatan ini juga membuka peluang untuk membangun jaringan yang lebih luas. Berinteraksi dengan berbagai profesional di industri film tentu memberi banyak pengalaman dan kemungkinan untuk proyek-proyek di masa depan.
Keterhubungan Antara Pendidikan dan Industri Kreatif di Indonesia
Keterlibatan mahasiswi ini dalam film Timur menunjukkan betapa pentingnya hubungan antara pendidikan dan industri. Pendidikan tinggi dalam bidang komunikasi dan seni sangat mendukung pengembangan keterampilan yang dibutuhkan di lapangan kerja saat ini.
Pendidikan yang tepat dapat membekali pelajar dengan teori dan praktik yang sesuai dengan tuntutan industri. Hal ini menjadi penting agar lulusan tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja sesungguhnya.
Kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri kreatif seperti film menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung dan potensi lowongan kerja yang lebih tinggi setelah lulus.
Menggabungkan pengetahuan teori dan praktis dalam satu program pendidikan menjadi langkah yang strategis. Dengan kata lain, mempersiapkan mahasiswa dengan keterampilan yang relevan akan meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja. Dengan keterlibatan di industri, mahasiswa dapat lebih memahami dinamika dan tren yang berkembang.
Secara keseluruhan, pengalaman mahasiswi ini dalam film Timur merupakan contoh bagaimana pendidikan dan industri kreatif bisa saling mendukung. Dengan begitu, mahasiswa bisa lebih siap dan berdaya saing di era yang kompetitif saat ini.




