Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta baru-baru ini membuka posko pelaporan untuk mengantisipasi pohon tumbang. Warga diimbau untuk aktif melaporkan jika menemukan potensi pohon yang bisa tumbang di wilayah mereka, sebagaimana pernyataan dari Kepala Distamhut DKI Jakarta, M. Fajar Sauri.
“Masyarakat diharapkan waspada dan menghindari aktivitas di bawah pohon saat angin kencang. Kami juga meminta masyarakat untuk melaporkan potensi bahaya pohon di sekitar mereka untuk mengurangi risiko,” ungkap Fajar dalam keterangan resmi.
Informasi yang disampaikan ini merupakan respons atas peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi hingga awal tahun 2026.
Dalam melaksanakan tugas pengendalian dan mitigasi, Distamhut melakukan pendekatan menyeluruh dalam menghadapi cuaca ekstrem. Pemantauan yang dilakukan melibatkan pemeriksaan berkala terhadap pohon-pohon yang berisiko tinggi.
Pengawasan ini dilaksanakan dengan tujuan mendeteksi dini potensi bahaya yang disebabkan oleh cuaca buruk. Selain itu, pemangkasan dan pembersihan cabang kering juga menjadi bagian dari langkah mitigasi yang harus dilakukan setiap saat.
Langkah-Langkah Mitigasi Pohon Tumbang di Jakarta
Langkah pertama yang diambil adalah pemeriksaan berkala untuk pohon-pohon yang dianggap berisiko tinggi, seperti pohon tua, miring, atau memiliki batang berongga. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi masalah sebelum menjadi bencana.
Tindakan pemangkasan juga menjadi hal penting dalam mereduksi risiko, di mana cabang-cabang berada di area kritis dan berpotensi menimbulkan bahaya. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi jumlah pohon yang tumbang saat cuaca ekstrem terjadi.
Dalam laporan terakhir mencatat sudah lebih dari 69.932 pohon berisiko ditangani oleh pihak Distamhut. Tindakan yang diambil meliputi pemangkasan jenis ringan hingga berat untuk menanggulangi kondisi tersebut.
Selain itu, evakuasi pohon tumbang dan pembersihan material yang tersisa juga perlu dilakukan setelah cuaca ekstrem berlalu. Ini penting untuk membuka kembali akses jalan bagi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, penanaman pohon baru yang lebih tahan terhadap angin kencang juga diprogramkan. Jenis pohon yang dipilih tentunya lebih adaptif dan sesuai dengan kondisi lingkungan Jakarta.
Pentingnya Kolaborasi Masyarakat dalam Mitigasi Bencana
Keberhasilan mitigasi pohon tumbang sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Pelaporan dari warga yang peka terhadap lingkungan sekitarnya dapat mempercepat tindakan yang diperlukan untuk mengurangi dampak dari pohon tumbang.
Kehadiran narahubung posko sebagai lokasi pelaporan menjadi salah satu cara untuk memudahkan interaksi antara masyarakat dan Dinas Pertamanan. Informasi terkait potensi pohon tumbang menjadi lebih cepat ditangani saat warga aktif berpartisipasi.
Di samping itu, edukasi kepada masyarakat tentang cara mengenali pohon yang berisiko tumbang juga sangat diperlukan. Dengan pemahaman yang baik, warga bisa lebih proaktif dalam melaporkan potensi bahaya kepada petugas.
Fajar Sauri menyatakan pentingnya informasi dari masyarakat untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi. Tanpa partisipasi aktif, banyak kasus pohon tumbang yang mungkin tidak teridentifikasi hingga saatnya terjadi bencana.
Oleh karena itu, mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar adalah langkah yang krusial dalam mitigasi bencana di Jakarta.
Evaluasi Dan Perbaikan Setelah Cuaca Ekstrem
Setelah terjadinya cuaca ekstrem, tindakan lanjutan yang harus diambil mencakup pembersihan seluruh material pohon tumbang. Hal ini penting untuk memastikan keselamatan masyarakat dan kelancaran transportasi.
Inventarisasi pohon yang rusak juga menjadi bagian dari evaluasi, diikuti dengan analisis penyebab tumbangnya pohon. Melalui analisis ini, pihak berwenang bisa mendapatkan informasi berharga untuk memperbaiki proses pengawasan ke depan.
Selanjutnya, penyusunan laporan evaluasi akan memberikan gambaran lengkap tentang kejadian dan memberikan dasar untuk tindakan di masa mendatang. Ini juga akan menjadi acuan bagi penanaman kembali pohon yang lebih memiliki daya tahan terhadap cuaca yang ekstrem.
Tim Siaga Pohon Tumbang, yang diaktifkan saat kondisi cuaca buruk berlangsung, berperan penting dalam penanganan segera pohon tumbang. Mereka bertugas memantau situasi dan merujuk pada data dari BMKG serta laporan masyarakat.
Dengan cara ini, Jakarta berupaya untuk lebih siap menghadapi cuaca ekstrem dan mengurangi risiko kerugian yang ditimbulkan oleh pohon tumbang di masa mendatang.




