JAKARTA – Banjir yang sering melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek akibat curah hujan yang tinggi dapat membawa berbagai dampak negatif, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Dalam kondisi seperti itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena terdapat risiko munculnya penyakit yang dapat membahayakan kesehatan.
Masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh banjir sering kali disebabkan oleh pencemaran air yang berasal dari lumpur, limbah, dan bahan berbahaya lainnya. Ketika air banjir menggenangi area pemukiman, risiko penularan penyakit menjadi lebih tinggi, termasuk infeksi kulit dan masalah saluran pencernaan.
Dalam kondisi banjir, penting bagi masyarakat untuk memahami potensi masalah kesehatan yang mungkin timbul. Berikut ini adalah lima penyakit yang sering muncul saat banjir dan perlu diwaspadai oleh semua kalangan masyarakat.
Bahaya Penyakit Kulit yang Mengintai Saat Banjir
Penyakit kulit termasuk salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada masa banjir. Kontak terus-menerus dengan air banjir yang kotor dapat menyebabkan berbagai infeksi kulit seperti gatal-gatal, jamur, dan dermatitis.
Air banjir yang tercemar mengandung banyak mikroba dan zat berbahaya yang dapat merusak kulit. Oleh karena itu, menjaga kebersihan kulit dan menghindari kontak langsung dengan air tersebut sangatlah penting.
Pada kasus yang lebih serius, infeksi kulit dapat berkembang menjadi masalah lebih berat seperti abses atau selulitis. Ini bisa membutuhkan perawatan medis yang lebih intensif dan berkepanjangan.
Penyakit Saluran Pencernaan yang Berbahaya
Penyakit saluran pencernaan juga menjadi masalah besar yang patut diwaspadai saat banjir. Air yang terkontaminasi dapat menyebabkan berbagai infeksi, seperti diare, kolera, dan hepatitis A.
Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi dapat mempercepat penyebaran penyakit ini. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa semua makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam keadaan bersih dan aman.
Upaya pencegahan, seperti mencuci tangan secara teratur dengan sabun, juga harus ditingkatkan. Masyarakat perlu lebih waspada terhadap risiko ini, terutama di area yang banyak terpapar oleh air banjir.
Infeksi Saluran Pernafasan yang Perlu Diwaspadai
Saat banjir, risiko infeksi saluran pernapasan juga meningkat. Kondisi lembab dan kotor dapat menciptakan lingkungan yang ideal untuk kuman dan virus berkembang biak.
Gejala yang muncul dapat berupa batuk, pilek, dan sesak napas. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi ini dapat berkembang menjadi bronchitis atau pneumonia.
Penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan alat pelindung diri seperti masker. Menghindari kerumunan saat banjir juga bisa menjadi salah satu cara efektif untuk mencegah penyebaran infeksi saluran pernapasan.
Penyakit Demam Berdarah yang Mengancam Kesehatan
Demam berdarah juga menjadi salah satu ancaman kesehatan yang serius selama musim banjir. Genangan air memberikan kesempatan bagi nyamuk penular penyakit untuk berkembang biak.
Gejala awal yang dapat muncul meliputi demam, nyeri sendi, dan ruam. Jika tidak diobati, demam berdarah bisa berujung pada kondisi yang lebih parah dan mengancam jiwa.
Untuk mengurangi risiko ini, sangat penting untuk melakukan upaya pencegahan, seperti pengendalian populasi nyamuk di sekitar lingkungan. Ini bisa dilakukan dengan menguras genangan air dan menggunakan obat nyamuk.
Persiapan Kesehatan Sebelum dan Setelah Banjir
Penting bagi masyarakat untuk memiliki persiapan kesehatan yang baik sebelum dan setelah terjadinya banjir. Ini mencakup penyimpanan perbekalan obat-obatan yang diperlukan dan memastikan sanitasi lingkungan tetap terjaga.
Setelah banjir surut, perhatian terhadap kebersihan lingkungan juga sangat krusial. Membersihkan area yang terkena banjir dengan baik dapat mengurangi risiko timbulnya penyakit kesehatan.
Pendidikan dan sosialisasi mengenai cara pencegahan penyakit juga perlu dilakukan, agar masyarakat lebih memahami cara menjaga kesehatan selama menghadapi bencana banjir.




