Polrestabes Surabaya melaporkan penangkapan sejumlah demonstran yang terlibat dalam aksi #IndonesiaSekarat yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi. Aksi tersebut menarik perhatian masyarakat pada sore hingga malam hari, dengan aparat keamanan dikerahkan untuk mengawasi jalannya demonstrasi.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengonfirmasi bahwa jumlah yang diamankan masih dalam perhitungan, namun diperkirakan ada belasan orang yang ditangkap. Dalam menjaga ketertiban, pihak kepolisian mengerahkan 320 personel untuk mengawal unjuk rasa yang dimulai sejak sore hari.
“Kami tadi sudah memberikan ruang bagi massa untuk menyampaikan aspirasi mereka,” jelas Luthfie. Situasi mulai memanas setelah waktu Maghrib, di mana sekelompok orang melakukan tindakan destruktif, seperti perusakan properti dan pelemparan.
Tindakan Aparat dan Respon Masyarakat terhadap Aksi Unjuk Rasa
Pihak kepolisian merasa perlu untuk melakukan tindakan lebih tegas saat massa mulai mengganggu ketertiban umum. Menurut Luthfie, meskipun telah diberikan imbauan untuk berhenti, beberapa orang tetap melanjutkan aksi perusakan yang dapat membahayakan masyarakat dan diri mereka sendiri.
“Aparat kemudian dikerahkan untuk memukul mundur massa dengan menggunakan pasukan Dalmas dan Pasukan Anti Huru-hara,” katanya. Meskipun begitu, tidak ada laporan mengenai korban luka dalam proses pembubaran aksi tersebut.
Luthfie menekankan bahwa pihaknya tidak menggunakan tindakan represif seperti water cannon untuk membubarkan massa. Kendaraan tersebut hanya digunakan untuk memadamkan api yang dinyalakan oleh demonstran selama unjuk rasa berlangsung.
Dampak Kerusuhan dan Tindakan Keamanan dalam Aksi Demonstrasi
Salah satu fasilitas yang mengalami kerusakan dalam aksi ini adalah pagar Gedung Negara Grahadi. Luthfie menegaskan bahwa kerusuhan tersebut sangat disayangkan karena pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi mereka secara damai.
Sebagian demonstran yang ditangkap juga disertai barang bukti serta sejumlah kendaraan bermotor yang terlibat dalam aksi tersebut. Kepala Biro Kampanye Hak Asasi Manusia KontraS Surabaya, Zaldi Maulana, mengatakan bahwa mereka masih memantau situasi di lapangan.
“Kami terus berkoordinasi dengan rekan-rekan di lapangan untuk mendapatkan informasi terkini,” ungkap Zaldi mengenai jumlah demonstran yang ditangkap.
Tuntutan Utama dari Massa Aksi #IndonesiaSekarat di Surabaya
Aksi ini diikuti oleh sekitar seratusan orang dari beragam elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, buruh, dan pelaku usaha mikro kecil menengah. Mereka menamakan diri mereka sebagai Front Anti Kapitalisme dan tujuannya adalah untuk menyampaikan berbagai tuntutan dalam isu sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
Dalam orasi yang disampaikan, Juru Bicara Front Anti Kapitalisme, Septia, menegaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk menjadi suara bagi masyarakat yang semakin terbebani oleh naiknya harga kebutuhan pokok dan BBM. “Kenaikan harga-harga ini adalah pengalaman nyata yang dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Septia menyampaikan beberapa tuntutan krusial dalam aksi ini, seperti penurunan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok, serta menghentikan program-program yang dianggap tidak efektif. Selain itu, demonstran juga menuntut pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat.
















