Bupati Blora, Arief Rohman, telah membuka peluang untuk bekerja sama dengan Universitas Brawijaya dalam upaya mengembangkan pertanian organik serta sektor kehutanan di Kabupaten Blora. Kerjasama ini dimaksudkan untuk membangun lokasi penelitian dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sekaligus memberikan beasiswa bagi putra-putri daerah setempat.
Arief menyampaikan komitmen ini saat menjadi narasumber dalam acara Orientasi Pendidikan Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan pada Kamis, 27 Agustus. Dalam kesempatan ini, Arief juga menjelaskan potensi yang dimiliki Blora dalam pengembangan pertanian organik.
Melalui pemaparannya, Arief menekankan pentingnya menjadikan Blora sebagai proyek percontohan pengembangan pertanian organik. Ia menyebut bahwa sektor peternakan sapi berperan penting dalam menyediakan bahan baku organik, terutama pupuk kandang, yang dapat mendukung pertanian organik di daerah tersebut.
Potensi Pertanian Organik di Kabupaten Blora
Arief menegaskan bahwa Blora memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian organik berkat banyaknya peternak sapi. Hasil pertanian organik dianggap lebih berkualitas dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi solusi terhadap tantangan pertanian konvensional saat ini.
Ia juga menambahkan bahwa dengan dalih lapangan dan bahan baku yang tersedia, pengembangan pertanian organik di Blora dapat menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi. Keberadaan peternak sapi menjadi kunci dalam penyediaan pupuk organik yang diperlukan untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Dalam diskusinya, Arief mengungkapkan harapannya agar kolaborasi ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal masyarakat Blora. Dengan pendekatan yang tepat, pertanian organik tidak hanya bisa menjawab kebutuhan pangan tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan petani.
Kerja Sama Riset dan Penelitian dengan Universitas Brawijaya
Selain pengembangan pertanian, Pemkab Blora juga menawarkan kolaborasi riset dan penelitian dengan Universitas Brawijaya. Arief menyatakan bahwa kawasan hutan seluas 60 persen di Kabupaten Blora sangat potensial untuk ruang lingkup kajian ilmiah.
Hal ini membuka peluang bagi para peneliti untuk mengeksplorasi banyak aspek, mulai dari pertanian, kehutanan hingga pemberdayaan masyarakat. Dia berharap hasil kajian tersebut dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan yang lebih baik untuk masyarakat.
Pemkab Blora juga mendukung pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa yang diberdayakan melalui pertanian organik. Diharapkan program ini dapat menghasilkan desa percontohan yang mampu memperlihatkan keberhasilan dalam menerapkan praktik pertanian ramah lingkungan.
Pengembangan Komoditas Unggulan di Blora
Dari sudut pandang akademis, Profesor M. Purnomo, Dekan Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya, mengapresiasi keunggulan komoditas yang ditawarkan oleh Blora. Ia melihat fokus baru ini sebagai langkah positif untuk menggarap produk dengan nilai tambah tinggi, bukan sekedar komoditas pertanian umum.
Dalam arahannya, Purnomo menegaskan pentingnya produksi benih jagung dan produk lain yang bernilai tinggi. Pengembangan ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi konservasi seperti greenhouse untuk menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen.
Strategi pengembangan komoditas bernilai tinggi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan pangan tidak hanya di Blora, tetapi juga di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan demikian, pengelolaan yang baik atas komoditas unggulan dapat membantu menekan inflasi dan menstabilkan harga pasar.
Peluang Beasiswa untuk Putra-Putri Blora
Universitas Brawijaya juga membuka peluang beasiswa bagi anak-anak muda berbakat dari Blora. Beasiswa ini ditujukan bagi mereka yang bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan dari jenjang S1 hingga S3 di Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan.
Slot khusus akan disediakan bagi putra-putri Blora yang memenuhi syarat dan melalui tahapan seleksi. Hal ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang lebih terdidik dan berkontribusi dalam pengembangan pertanian dan kehutanan di daerah asal mereka.
Peluang ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Blora, sekaligus memberikan inspirasi bagi generasi muda di daerah untuk mengejar pendidikan tinggi. Dengan adanya beasiswa, diharapkan semakin banyak pemuda yang memiliki motivasi untuk berinovasi di sektor pertanian dan kehutanan.
Menutup paparan, Arief menyampaikan terima kasih kepada Universitas Brawijaya yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Blora. Ia berharap bahwa kegiatan ini akan menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah.
Arief juga mengajak para dosen dan dekan Universitas Brawijaya untuk berkunjung ke Blora dan berbagi pengetahuan dengan masyarakat setempat. Hal ini diharapkan dapat membangun kolaborasi yang bermanfaat bagi kedua belah pihak, serta mendorong inovasi di bidang pertanian dan kehutanan.
















