• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Sunday, May 3, 2026
RS-MedikaBSD
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Seks Sehat

Rasa Takut Naik Kereta Belum Hilang Menurut Psikolog

Hardi by Hardi
May 3, 2026
in Seks Sehat
0
Rasa Takut Naik Kereta Belum Hilang Menurut Psikolog
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kesedihan yang mendalam melanda banyak orang setelah kecelakaan tragis yang melibatkan kereta Argo Bromo Anggrek dan kereta Commuter Line. Kejadian yang terjadi pada 27 April 2026 itu bukan hanya menyisakan rasa kehilangan, tetapi juga ketakutan di kalangan masyarakat yang bergantung pada moda transportasi ini.

Setelah kejadian tersebut, banyak penumpang yang merasa cemas saat menggunakan kereta. Mereka jadi lebih waspada, memilih posisi duduk yang dirasa lebih aman, dan beberapa bahkan mempertimbangkan untuk berhenti menggunakan kereta dalam jangka waktu tertentu.

READ ALSO

Godaan Belanja Ramadan dan Dampak Psikologis Overbuying yang Bertentangan dengan Esensi Puasa

Evolusi Anjing dan Rahasia Tingkah Lakunya yang Perlu Diketahui Pencinta Anabul

Ria, seorang pengguna setia KRL dari Tangerang Selatan, mengungkapkan ketakutannya. “Jujur, saya masih merasa takut naik kereta setelah kejadian kecelakaan kemarin, tetapi karena lebih efisien, saya tetap naik,” ujarnya.

Menurut psikolog klinis, Jovita Maria Ferlina, ketakutan yang dirasakan adalah wajar. Setelah mendengar berita tentang kecelakaan, otak secara otomatis berusaha mencari cara untuk merasa lebih aman, termasuk bagi anak-anak dan orang dewasa.

“Yang penting adalah tidak langsung menyalahkan rasa takut itu. Validasi dulu perasaan tersebut, karena wajar jika merasa takut,” jelas Jovita.

Dia menambahkan bahwa penting untuk mendapatkan informasi yang realistis tentang keselamatan kereta, termasuk fakta bahwa kecelakaan merupakan hal yang sangat jarang terjadi. Salah satu cara adalah dengan membandingkan jumlah perjalanan kereta yang aman dengan insiden kecelakaan.

Beberapa orang cenderung mencari berita terkait kecelakaan tersebut secara berkelanjutan. Hal ini, menurut Jovita, justru dapat menimbulkan kecemasan yang lebih besar.

“Hindari paparan berita berulang yang bisa memperbesar kecemasan,” tegasnya.

Pentingnya Memahami Rasa Takut dan Kecemasan

Rasa takut berarti adanya fungsi perlindungan dalam diri manusia. Ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan, tubuh secara alami akan merespons dengan ketakutan sebagai upaya perlindungan.

Namun, penting untuk mengenali kapan rasa takut tersebut menjadi tidak proporsional. Jika kecemasan menjalar ke berbagai aspek kehidupan sehari-hari, tindakan perlu diambil untuk mengatasinya.

Jovita menjelaskan bahwa validasi perasaan adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Menerima bahwa rasa takut itu ada tanpa menghakimi diri sendiri dapat membantu mengurangi stres dan kesejahteraan mental secara keseluruhan.

Apa yang bisa dilakukan selanjutnya adalah mencari dukungan sosial. Berbicara dengan teman atau anggota keluarga tentang perasaan dapat memberikan kelegaan dan perspektif yang berbeda.

Selain itu, pendidikan mengenai keselamatan transportasi umum juga sangat penting. Dengan memiliki pengetahuan yang cukup, penumpang dapat merasa lebih aman saat melakukan perjalanan.

Strategi Menghadapi Ketakutan setelah Kecelakaan

Terdapat beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk menghadapi ketakutan setelah kecelakaan. Menghindari sebarang situasi yang menimbulkan rasa takut bukanlah solusi jangka panjang.

Salah satu cara yang efektif adalah melakukan desensitisasi, yaitu perlahan-lahan kembali menggunakan moda transportasi yang ditakuti. Mulailah dengan perjalanan singkat dan secara bertahap tingkatkan jaraknya seiring bertambahnya rasa percaya diri.

Latihan pernapasan atau teknik relaksasi juga bisa sangat membantu. Menghadapi ketakutan dengan cara yang tenang dapat mengurangi kecemasan yang muncul saat perjalanan.

Jovita menyarankan agar menciptakan pengalaman positif saat menggunakan transportasi yang ditakuti. Misalnya, ajak teman atau keluarga untuk menemani perjalanan secara sosial.

Penggunaan aplikasi yang menawarkan fitur keselamatan juga bisa menjadi langkah penting. Fitur real-time tentang keamanan perjalanan dapat memberikan rasa tenang bagi penumpang yang merasa cemas.

Kecelakaan dan Implikasinya Terhadap Penggunaan Kereta

Setiap kecelakaan selalu meninggalkan jejak yang mendalam pada masyarakat. Kecelakaan kereta seperti yang terjadi baru-baru ini dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap moda transportasi tersebut.

Kejadian seperti ini sering kali memerlukan langkah-langkah perbaikan dari pihak operator kereta. Peninjauan kembali prosedur keselamatan dan peningkatan sarana transportasi menjadi sangat penting.

Sementara itu, masyarakat diharapkan dapat menyadari bahwa kecelakaan, meskipun tragis, adalah peristiwa yang jarang terjadi. Dengan pengetahuan yang memadai, masyarakat diharapkan tetap menggunakan kereta sebagai pilihan transportasi yang aman.

Selain itu, media juga memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat. Pemberitaan yang sensasional justru dapat memperburuk keadaan dan menambah kecemasan publik.

Dengan demikian, edukasi dan pemahaman yang baik tentang keselamatan transportasi adalah langkah yang diperlukan agar masyarakat dapat kembali merasa aman dan nyaman saat menggunakan kereta.

Tags: BelumHilangKeretaMenurutNaikPsikologRasaTakut

Related Posts

Godaan Belanja Ramadan dan Dampak Psikologis Overbuying yang Bertentangan dengan Esensi Puasa
Seks Sehat

Godaan Belanja Ramadan dan Dampak Psikologis Overbuying yang Bertentangan dengan Esensi Puasa

May 3, 2026
Evolusi Anjing dan Rahasia Tingkah Lakunya yang Perlu Diketahui Pencinta Anabul
Seks Sehat

Evolusi Anjing dan Rahasia Tingkah Lakunya yang Perlu Diketahui Pencinta Anabul

May 2, 2026
Perubahan Perilaku Anak Sebagai Indikator Red Flag di Tempat Penitipan Anak Orangtua Harus Peka
Seks Sehat

Perubahan Perilaku Anak Sebagai Indikator Red Flag di Tempat Penitipan Anak Orangtua Harus Peka

May 2, 2026
Masalah Kesehatan Jiwa pada 10 Persen Anak Indonesia dan Peningkatan Percobaan Bunuh Diri
Seks Sehat

Masalah Kesehatan Jiwa pada 10 Persen Anak Indonesia dan Peningkatan Percobaan Bunuh Diri

May 1, 2026
Anak Broken Home Tidak Selalu Alami Masalah Kesehatan Mental, Begini Penjelasannya
Seks Sehat

Anak Broken Home Tidak Selalu Alami Masalah Kesehatan Mental, Begini Penjelasannya

May 1, 2026
Hoarding Disorder sebagai Gangguan Mental Modern, Tanda dan Cara Penanganannya
Seks Sehat

Hoarding Disorder sebagai Gangguan Mental Modern, Tanda dan Cara Penanganannya

April 30, 2026
Next Post
Profil Maissy Penyanyi Cilik Era 90-an yang Kini Menjadi Calon Dokter Spesialis

Profil Maissy Penyanyi Cilik Era 90-an yang Kini Menjadi Calon Dokter Spesialis

POPULAR NEWS

Prabowo Akan Lantik Pejabat Hari Ini, Qodari Berikan Penjelasan

Prabowo Akan Lantik Pejabat Hari Ini, Qodari Berikan Penjelasan

April 27, 2026
Anggota TNI AD Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Saat Bertugas di Kemhan

Anggota TNI AD Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Saat Bertugas di Kemhan

April 27, 2026
Daycare sebagai Ruang Pengasuhan Anak yang Aman dan Tanpa Kekerasan

Daycare sebagai Ruang Pengasuhan Anak yang Aman dan Tanpa Kekerasan

April 27, 2026
El Nino Godzilla, Bagaimana Cuaca Panas Mempengaruhi Kesehatan Mental Anak?

El Nino Godzilla, Bagaimana Cuaca Panas Mempengaruhi Kesehatan Mental Anak?

April 27, 2026
Dampak Kena Tipes Menurut Raditya Dika, Setelah 3 Hari Rawat Tetap Rugi Besar

Dampak Kena Tipes Menurut Raditya Dika, Setelah 3 Hari Rawat Tetap Rugi Besar

April 27, 2026

EDITOR'S PICK

Masalah Kesehatan Jiwa pada 10 Persen Anak Indonesia dan Peningkatan Percobaan Bunuh Diri

Masalah Kesehatan Jiwa pada 10 Persen Anak Indonesia dan Peningkatan Percobaan Bunuh Diri

May 1, 2026
Dampak Pelecehan Verbal di Grup Chat yang Dianggap Sebagai Candaan Saja

Dampak Pelecehan Verbal di Grup Chat yang Dianggap Sebagai Candaan Saja

April 29, 2026
Anak Makan Sambil Nonton Tidak Baik untuk Tumbuh Kembang Menurut Dokter

Anak Makan Sambil Nonton Tidak Baik untuk Tumbuh Kembang Menurut Dokter

April 30, 2026
Perubahan Perilaku Anak Sebagai Indikator Red Flag di Tempat Penitipan Anak Orangtua Harus Peka

Perubahan Perilaku Anak Sebagai Indikator Red Flag di Tempat Penitipan Anak Orangtua Harus Peka

May 2, 2026
RS-MEDIKABSD-LOGO2

Rs-MedikaBSD - Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini.

Follow us

Categories

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Recent Posts

  • Persiapan Mackenyu untuk Berperan sebagai Zoro di One Piece Season 2, Latihan Intens dan Perubahan Fisik
  • Godaan Belanja Ramadan dan Dampak Psikologis Overbuying yang Bertentangan dengan Esensi Puasa
  • Tips Psikolog supaya Anak Bersedia Bercerita tentang Aktivitas di Daycare
  • Viral Pelaku Pelecehan Intip Rok di Stasiun Kebayoran
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In