• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Thursday, September 10, 2026
RS-MedikaBSD
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Berita Sehat

Habib Gadungan Cabuli Delapan Santriwati di Ponpes Semarang

Hardi by Hardi
June 11, 2026
in Berita Sehat
0
Pimpinan DPRD Deli Serdang Tersangka Pencemaran Nama Baik Ketua DPRD Sumut
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Seorang pria yang mengaku sebagai habib ditangkap karena diduga melakukan pencabulan terhadap delapan santriwati berusia di bawah umur di sebuah pondok pesantren di Susukan, Kabupaten Semarang. Kasus ini mengejutkan masyarakat setempat karena terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak.

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, pelaku yang bernama AJS berusia 56 tahun ini awalnya merupakan tamu di pondok pesantren tersebut. Seiring berjalannya waktu, ia mulai aktif dan mengaku dirinya sebagai habib, menyalahkan ajaran agama untuk menutupi aksinya yang mencolok.

READ ALSO

Febrie Heran Tersangka Diperiksa Menggunakan Rujukan dari Instansi Lain

Kantor Lowongan Palsu di Pasar Minggu Kembalikan Uang kepada Tiga Korban

Perbuatan bejat pelaku berlangsung selama dua tahun, dari tahun 2023 hingga 2024, menggunakan dalih agama untuk mengelabuhi para korban. Dengan ancaman yang berbicara tentang rezeki yang terhambat dan dosa, ia memanfaatkan situasi untuk menjalankan aksinya.

Metode Manipulasi yang Digunakan oleh Pelaku

Pelaku AJS menggunakan berbagai teknik manipulasi psikologis untuk mengontrol para santriwati. Ia meyakinkan mereka bahwa jika menolak atau berbicara tentang perbuatan tersebut, mereka akan mendapatkan azab atau kesulitan dalam hidup mereka.

Paham akan kekuatan posisi dan otoritasnya, pelaku memperdaya santriwati dengan memberikan janji-janji palsu. Ini bisa mendorong mereka untuk tetap diam dan tidak melapor kepada pihak berwenang, yang menambah durasi penderitaan para korban.

Beberapa korban juga mengungkapkan rasa takut dan malu untuk berbicara, sehingga proses pelaporan ke pihak berwajib membutuhkan waktu yang cukup lama. Banyak di antara mereka khawatir mengalami stigma sosial yang dapat merusak reputasi mereka dan keluarga.

Proses Penanganan Kasus oleh Pihak Berwajib

Kasus ini baru dilaporkan pada Mei 2025 setelah ketidakberdayaan para korban berkumpul untuk bercerita. Pihak kepolisian mengambil langkah cepat dengan melakukan upaya penjemputan paksa terhadap pelaku yang tidak kooperatif saat dimintai keterangan.

Polisi menemukan bahwa pelaku telah menjadikan tempat tersebut sebagai ajang untuk melakukan aksi kelamnya, menjadikannya sebagai penguasa yang menakut-nakuti santriwati. Investigasi pun dilakukan untuk memastikan tidak ada korban lain dan mencari bukti lebih lanjut tentang tindakan pelaku.

Delapan korban yang berusia antara 13 hingga 14 tahun menjadi fokus utama dari penyelidikan ini. Pihak kepolisian berupaya untuk memberikan perlindungan dan pemulihan bagi para korban setelah kejadian yang traumatis ini.

Dampak Sosial dan Komunitas Pasca-Kejadian

Kejadian ini tidak hanya berdampak pada langsung kepada korban, tetapi juga mengguncang masyarakat dan keluarga besar pondok pesantren. Banyak orang tua mulai merasa khawatir dan mempertanyakan keamanan yang ada di lingkungan pendidikan agama.

Beberapa lembaga sosial dan advokasi anak turut serta memberikan dukungan kepada para korban, membantu mereka dalam proses pemulihan mental dan emosional. Masyarakat pun bergerak untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai pentingnya laporan kekerasan seksual.

Komunitas mulai mengadakan diskusi dan sosialisasi tentang perlindungan anak, mengedukasi orang tua mengenai cara mendeteksi kekerasan seksual, dan pentingnya memberikan dukungan bagi anak-anak yang mungkin menjadi korban. Selain itu, pentingnya pelatihan bagi pendidik di bidang etika dan perlindungan anak untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Tags: CabuliDelapanGadunganHabibPonpesSantriwatiSemarang

Related Posts

Febrie Heran Tersangka Diperiksa Menggunakan Rujukan dari Instansi Lain
Berita Sehat

Febrie Heran Tersangka Diperiksa Menggunakan Rujukan dari Instansi Lain

September 8, 2026
Kantor Lowongan Palsu di Pasar Minggu Kembalikan Uang kepada Tiga Korban
Berita Sehat

Kantor Lowongan Palsu di Pasar Minggu Kembalikan Uang kepada Tiga Korban

September 8, 2026
Hujan Deras Empat Kecamatan Nias Barat Terendam Banjir
Berita Sehat

Hujan Deras Empat Kecamatan Nias Barat Terendam Banjir

September 7, 2026
Gunung Anak Krakatau Terus Melakukan Erupsi
Berita Sehat

Gunung Anak Krakatau Terus Melakukan Erupsi

September 7, 2026
Foto Jakarta Atasi Jalan Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Berita Sehat

Foto Jakarta Atasi Jalan Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

September 6, 2026
Lava Pijar yang Dimuntahkan Gunung Anak Krakatau dalam Foto
Berita Sehat

Lava Pijar yang Dimuntahkan Gunung Anak Krakatau dalam Foto

September 6, 2026
Next Post
Pramono Minta BUMD dan Dinas Adakan Nobar Piala Dunia Tanpa Ganggu Jam Kerja

Pramono Minta BUMD dan Dinas Adakan Nobar Piala Dunia Tanpa Ganggu Jam Kerja

POPULAR NEWS

Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

April 28, 2026
Forum Ketua PWNU Ajak Muktamar PBNU Segera Dilaksanakan Awal Agustus 2026

Forum Ketua PWNU Ajak Muktamar PBNU Segera Dilaksanakan Awal Agustus 2026

April 28, 2026
29 Orang Dirawat di RS, 3 Menyusul Meninggal Dunia

29 Orang Dirawat di RS, 3 Menyusul Meninggal Dunia

April 27, 2026
Anggota TNI AD Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Saat Bertugas di Kemhan

Anggota TNI AD Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Saat Bertugas di Kemhan

April 27, 2026
Gerbong KRL Ringsek Setelah Ditabrak di Stasiun Bekasi Timur

Gerbong KRL Ringsek Setelah Ditabrak di Stasiun Bekasi Timur

April 27, 2026

EDITOR'S PICK

Adik Wisuda Raih Gelar Dokter di Tengah Duka

Adik Wisuda Raih Gelar Dokter di Tengah Duka

June 30, 2026
KM Nurul Salsa Karam di Selayar: 49 Selamat, 1 Tewas, 24 Orang Hilang

KM Nurul Salsa Karam di Selayar: 49 Selamat, 1 Tewas, 24 Orang Hilang

July 16, 2026
Pentingnya Memilih Peralatan Aman dan Food Grade untuk MPASI Anak Kecil

Pentingnya Memilih Peralatan Aman dan Food Grade untuk MPASI Anak Kecil

July 30, 2026
Banjir Melanda Semarang, Ribuan Warga Terpengaruh

Banjir Melanda Semarang, Ribuan Warga Terpengaruh

May 17, 2026
RS-MEDIKABSD-LOGO2

Rs-MedikaBSD - Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini.

Follow us

Categories

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Recent Posts

  • Alasan Melaney Ricardo Ajak Wanita Usia 40-an untuk Rajin Berolahraga
  • Febrie Heran Tersangka Diperiksa Menggunakan Rujukan dari Instansi Lain
  • Wamendagri Minta 26 Pemda Papua Tindaklanjuti Pencairan Otsus Tahap II
  • Kantor Lowongan Palsu di Pasar Minggu Kembalikan Uang kepada Tiga Korban
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In