• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Friday, June 12, 2026
RS-MedikaBSD
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Berita Sehat

Habib Gadungan Cabuli Delapan Santriwati di Ponpes Semarang

Hardi by Hardi
June 11, 2026
in Berita Sehat
0
Pimpinan DPRD Deli Serdang Tersangka Pencemaran Nama Baik Ketua DPRD Sumut
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Seorang pria yang mengaku sebagai habib ditangkap karena diduga melakukan pencabulan terhadap delapan santriwati berusia di bawah umur di sebuah pondok pesantren di Susukan, Kabupaten Semarang. Kasus ini mengejutkan masyarakat setempat karena terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak.

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, pelaku yang bernama AJS berusia 56 tahun ini awalnya merupakan tamu di pondok pesantren tersebut. Seiring berjalannya waktu, ia mulai aktif dan mengaku dirinya sebagai habib, menyalahkan ajaran agama untuk menutupi aksinya yang mencolok.

READ ALSO

Hasto PDIP Menjadi Dosen Tetap di Universitas Bung Karno

Hakim PN Cilacap Diberhentikan dengan Pensiun karena Terlibat Suap

Perbuatan bejat pelaku berlangsung selama dua tahun, dari tahun 2023 hingga 2024, menggunakan dalih agama untuk mengelabuhi para korban. Dengan ancaman yang berbicara tentang rezeki yang terhambat dan dosa, ia memanfaatkan situasi untuk menjalankan aksinya.

Metode Manipulasi yang Digunakan oleh Pelaku

Pelaku AJS menggunakan berbagai teknik manipulasi psikologis untuk mengontrol para santriwati. Ia meyakinkan mereka bahwa jika menolak atau berbicara tentang perbuatan tersebut, mereka akan mendapatkan azab atau kesulitan dalam hidup mereka.

Paham akan kekuatan posisi dan otoritasnya, pelaku memperdaya santriwati dengan memberikan janji-janji palsu. Ini bisa mendorong mereka untuk tetap diam dan tidak melapor kepada pihak berwenang, yang menambah durasi penderitaan para korban.

Beberapa korban juga mengungkapkan rasa takut dan malu untuk berbicara, sehingga proses pelaporan ke pihak berwajib membutuhkan waktu yang cukup lama. Banyak di antara mereka khawatir mengalami stigma sosial yang dapat merusak reputasi mereka dan keluarga.

Proses Penanganan Kasus oleh Pihak Berwajib

Kasus ini baru dilaporkan pada Mei 2025 setelah ketidakberdayaan para korban berkumpul untuk bercerita. Pihak kepolisian mengambil langkah cepat dengan melakukan upaya penjemputan paksa terhadap pelaku yang tidak kooperatif saat dimintai keterangan.

Polisi menemukan bahwa pelaku telah menjadikan tempat tersebut sebagai ajang untuk melakukan aksi kelamnya, menjadikannya sebagai penguasa yang menakut-nakuti santriwati. Investigasi pun dilakukan untuk memastikan tidak ada korban lain dan mencari bukti lebih lanjut tentang tindakan pelaku.

Delapan korban yang berusia antara 13 hingga 14 tahun menjadi fokus utama dari penyelidikan ini. Pihak kepolisian berupaya untuk memberikan perlindungan dan pemulihan bagi para korban setelah kejadian yang traumatis ini.

Dampak Sosial dan Komunitas Pasca-Kejadian

Kejadian ini tidak hanya berdampak pada langsung kepada korban, tetapi juga mengguncang masyarakat dan keluarga besar pondok pesantren. Banyak orang tua mulai merasa khawatir dan mempertanyakan keamanan yang ada di lingkungan pendidikan agama.

Beberapa lembaga sosial dan advokasi anak turut serta memberikan dukungan kepada para korban, membantu mereka dalam proses pemulihan mental dan emosional. Masyarakat pun bergerak untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai pentingnya laporan kekerasan seksual.

Komunitas mulai mengadakan diskusi dan sosialisasi tentang perlindungan anak, mengedukasi orang tua mengenai cara mendeteksi kekerasan seksual, dan pentingnya memberikan dukungan bagi anak-anak yang mungkin menjadi korban. Selain itu, pentingnya pelatihan bagi pendidik di bidang etika dan perlindungan anak untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Tags: CabuliDelapanGadunganHabibPonpesSantriwatiSemarang

Related Posts

Hasto PDIP Menjadi Dosen Tetap di Universitas Bung Karno
Berita Sehat

Hasto PDIP Menjadi Dosen Tetap di Universitas Bung Karno

June 12, 2026
Hakim PN Cilacap Diberhentikan dengan Pensiun karena Terlibat Suap
Berita Sehat

Hakim PN Cilacap Diberhentikan dengan Pensiun karena Terlibat Suap

June 11, 2026
Islah Bahrawi Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Penghasutan
Berita Sehat

Islah Bahrawi Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Penghasutan

June 10, 2026
Investigasi Bersama KPK dan Polri Kasus Bupati Muara Enim
Berita Sehat

Investigasi Bersama KPK dan Polri Kasus Bupati Muara Enim

June 10, 2026
Kapolri Tanggapi Perubahan Usia Pensiun dalam RUU Polri
Berita Sehat

Kapolri Tanggapi Perubahan Usia Pensiun dalam RUU Polri

June 9, 2026
Rumah Pendeta Hindu di Bali Dibobol, Mahkota Suci dan Emas Hilang
Berita Sehat

Rumah Pendeta Hindu di Bali Dibobol, Mahkota Suci dan Emas Hilang

June 9, 2026
Next Post
Pramono Minta BUMD dan Dinas Adakan Nobar Piala Dunia Tanpa Ganggu Jam Kerja

Pramono Minta BUMD dan Dinas Adakan Nobar Piala Dunia Tanpa Ganggu Jam Kerja

POPULAR NEWS

Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

April 28, 2026
Perubahan Perilaku Anak Sebagai Indikator Red Flag di Tempat Penitipan Anak Orangtua Harus Peka

Perubahan Perilaku Anak Sebagai Indikator Red Flag di Tempat Penitipan Anak Orangtua Harus Peka

May 2, 2026
Audiensi KPK dengan Kementerian Sosial Bahas Polemik Pengadaan Besok

Audiensi KPK dengan Kementerian Sosial Bahas Polemik Pengadaan Besok

May 7, 2026
Penjelasan IDAI Tentang Daycare, Istilah Penitipan Anak Dinilai Tidak Tepat

Penjelasan IDAI Tentang Daycare, Istilah Penitipan Anak Dinilai Tidak Tepat

April 30, 2026
Kritik Mahasiswa terhadap Pengamanan Ketat di UNM saat Hardiknas di Makassar

Kritik Mahasiswa terhadap Pengamanan Ketat di UNM saat Hardiknas di Makassar

May 2, 2026

EDITOR'S PICK

Anak Broken Home Tidak Selalu Alami Masalah Kesehatan Mental, Begini Penjelasannya

Anak Broken Home Tidak Selalu Alami Masalah Kesehatan Mental, Begini Penjelasannya

May 1, 2026
Islah Bahrawi Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Penghasutan

Islah Bahrawi Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Penghasutan

June 10, 2026
Prabowo Memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Prabowo Memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

June 1, 2026
Panduan Memilih Daycare yang Aman dan 5 Aspek Penting untuk Orang Tua Cek

Panduan Memilih Daycare yang Aman dan 5 Aspek Penting untuk Orang Tua Cek

May 6, 2026
RS-MEDIKABSD-LOGO2

Rs-MedikaBSD - Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini.

Follow us

Categories

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Recent Posts

  • Cara Menjaga Gizi Anak yang Gemar Olahraga dari Tasya Kamila
  • Pangdam Bantah Keterlibatan TNI dalam Kasus Mama Sinta
  • Hasto PDIP Menjadi Dosen Tetap di Universitas Bung Karno
  • Perkembangan Biel Sudah Bisa ke Swalayan Sendiri Menurut Denny Sumargo
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In