Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, yang dikenal sebagai Titiek Soeharto, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara ketiga di kejuaraan menembak Kapolri Cup Shooting Championship 2026. Kejuaraan ini berlangsung di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso, Polri, yang berada di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada hari Sabtu, 25 Juli. Kompetisi ini digelar untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Dalam kategori Presisi 20 Meter Individu (VVIP), Titiek meraih nilai 83,01, yang menempatkannya di posisi ketiga. Kejuaraan tahunan ini juga diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk perwakilan dari kementerian, lembaga, dan anggota legislatif.
Peringkat kedua dalam kompetisi ini diraih oleh Dankorbrimob Polri, Komjen Ramdani Hidayat, sementara podium utama dicapai oleh Pangkormar, Letjen Endi Supardi, dengan total nilai 94,03. Semua pemenang menerima medali dan piala yang diserahkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Persaingan Yang Menegangkan dalam Kejuaraan Menembak
Seluruh peserta tampak bersemangat dan berkompetisi ketat untuk meraih juara. Kapolri menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat sinergi antara Polri dan berbagai lembaga lainnya. Hubungan antarlembaga menjadi krusial dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara.
Menurut Kapolri, kejuaraan ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga sebagai ajang silaturahmi dan pengasahan kemampuan teknis. Melalui kegiatan ini, para peserta dapat meningkatkan keterampilan penggunaan senjata api mereka secara terukur.
“Kami berharap kompetisi ini dapat memberi peluang bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan mereka. Ini juga bisa menjadi ajang persiapan sebelum mengikuti lomba di tingkat yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional,” ujar Kapolri.
Tujuan dan Manfaat dari Kapolri Cup Shooting Championship
Kejuaraan ini dirancang dengan berbagai kategori untuk melibatkan lebih banyak peserta dari berbagai sektor. Kategori eksekutif, yang mencakup tokoh masyarakat dan pejabat, diharapkan dapat memperkuat hubungan antar lembaga dan meningkatkan sinergitas.
Selama perlombaan, para peserta juga diberi kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain, membangun jaringan, dan berbagi pengalaman. Ini adalah kesempatan langka untuk menjalin komunikasi antara lembaga penegak hukum dan masyarakat, khususnya dalam konteks kolaborasi.
Dari perspektif pelatihan, ajang ini juga berperan penting dalam memastikan bahwa anggota Polri memiliki keterampilan yang memadai saat bertugas. Dengan adanya latihan rutin, diharapkan anggota akan lebih siap menghadapi situasi yang memerlukan penggunaan senjata api.
Antusiasme Peserta dan Penonton di Lapangan Tembak
Antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta sangat luar biasa. Banyak dari mereka datang dari berbagai latar belakang dan menjadikan kompetisi ini sebagai sarana untuk unjuk kemampuan. Penonton yang hadir juga memberikan dukungan yang positif dan meriah.
Bukan hanya peserta dari kalangan Polri, tetapi juga atlet menembak profesional dan perwakilan masyarakat umum ikut serta. Ini menunjukkan bahwa kejuaraan menembak ini memiliki daya tarik yang luas dan mampu menarik perhatian berbagai kalangan.
Keberhasilan Titiek Soeharto meraih juara ketiga tentunya menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi partainya. Prestasi ini menegaskan bahwa wanita juga mampu bersaing di bidang yang biasanya didominasi oleh pria.















