• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Monday, July 27, 2026
RS-MedikaBSD
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Berita Sehat

Habib Gadungan Cabuli Delapan Santriwati di Ponpes Semarang

Hardi by Hardi
June 11, 2026
in Berita Sehat
0
Pimpinan DPRD Deli Serdang Tersangka Pencemaran Nama Baik Ketua DPRD Sumut
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Seorang pria yang mengaku sebagai habib ditangkap karena diduga melakukan pencabulan terhadap delapan santriwati berusia di bawah umur di sebuah pondok pesantren di Susukan, Kabupaten Semarang. Kasus ini mengejutkan masyarakat setempat karena terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak.

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, pelaku yang bernama AJS berusia 56 tahun ini awalnya merupakan tamu di pondok pesantren tersebut. Seiring berjalannya waktu, ia mulai aktif dan mengaku dirinya sebagai habib, menyalahkan ajaran agama untuk menutupi aksinya yang mencolok.

READ ALSO

Prajurit TNI Tewas Bantu Polisi Kejar Bandar Narkoba di Bireun

Polisi Klarifikasi Tidak Ada Rumah Ibadah Dirusak dalam Bentrok di Tambak Jakpus

Perbuatan bejat pelaku berlangsung selama dua tahun, dari tahun 2023 hingga 2024, menggunakan dalih agama untuk mengelabuhi para korban. Dengan ancaman yang berbicara tentang rezeki yang terhambat dan dosa, ia memanfaatkan situasi untuk menjalankan aksinya.

Metode Manipulasi yang Digunakan oleh Pelaku

Pelaku AJS menggunakan berbagai teknik manipulasi psikologis untuk mengontrol para santriwati. Ia meyakinkan mereka bahwa jika menolak atau berbicara tentang perbuatan tersebut, mereka akan mendapatkan azab atau kesulitan dalam hidup mereka.

Paham akan kekuatan posisi dan otoritasnya, pelaku memperdaya santriwati dengan memberikan janji-janji palsu. Ini bisa mendorong mereka untuk tetap diam dan tidak melapor kepada pihak berwenang, yang menambah durasi penderitaan para korban.

Beberapa korban juga mengungkapkan rasa takut dan malu untuk berbicara, sehingga proses pelaporan ke pihak berwajib membutuhkan waktu yang cukup lama. Banyak di antara mereka khawatir mengalami stigma sosial yang dapat merusak reputasi mereka dan keluarga.

Proses Penanganan Kasus oleh Pihak Berwajib

Kasus ini baru dilaporkan pada Mei 2025 setelah ketidakberdayaan para korban berkumpul untuk bercerita. Pihak kepolisian mengambil langkah cepat dengan melakukan upaya penjemputan paksa terhadap pelaku yang tidak kooperatif saat dimintai keterangan.

Polisi menemukan bahwa pelaku telah menjadikan tempat tersebut sebagai ajang untuk melakukan aksi kelamnya, menjadikannya sebagai penguasa yang menakut-nakuti santriwati. Investigasi pun dilakukan untuk memastikan tidak ada korban lain dan mencari bukti lebih lanjut tentang tindakan pelaku.

Delapan korban yang berusia antara 13 hingga 14 tahun menjadi fokus utama dari penyelidikan ini. Pihak kepolisian berupaya untuk memberikan perlindungan dan pemulihan bagi para korban setelah kejadian yang traumatis ini.

Dampak Sosial dan Komunitas Pasca-Kejadian

Kejadian ini tidak hanya berdampak pada langsung kepada korban, tetapi juga mengguncang masyarakat dan keluarga besar pondok pesantren. Banyak orang tua mulai merasa khawatir dan mempertanyakan keamanan yang ada di lingkungan pendidikan agama.

Beberapa lembaga sosial dan advokasi anak turut serta memberikan dukungan kepada para korban, membantu mereka dalam proses pemulihan mental dan emosional. Masyarakat pun bergerak untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai pentingnya laporan kekerasan seksual.

Komunitas mulai mengadakan diskusi dan sosialisasi tentang perlindungan anak, mengedukasi orang tua mengenai cara mendeteksi kekerasan seksual, dan pentingnya memberikan dukungan bagi anak-anak yang mungkin menjadi korban. Selain itu, pentingnya pelatihan bagi pendidik di bidang etika dan perlindungan anak untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Tags: CabuliDelapanGadunganHabibPonpesSantriwatiSemarang

Related Posts

Prajurit TNI Tewas Bantu Polisi Kejar Bandar Narkoba di Bireun
Berita Sehat

Prajurit TNI Tewas Bantu Polisi Kejar Bandar Narkoba di Bireun

July 27, 2026
Polisi Klarifikasi Tidak Ada Rumah Ibadah Dirusak dalam Bentrok di Tambak Jakpus
Berita Sehat

Polisi Klarifikasi Tidak Ada Rumah Ibadah Dirusak dalam Bentrok di Tambak Jakpus

July 26, 2026
Titiek Soeharto Raih Posisi Tiga di Kejuaraan Menembak Kapolri Cup
Berita Sehat

Titiek Soeharto Raih Posisi Tiga di Kejuaraan Menembak Kapolri Cup

July 25, 2026
DPR Dorong Operator Segera Laksanakan Putusan MK Hapus Kuota Hangus
Berita Sehat

DPR Dorong Operator Segera Laksanakan Putusan MK Hapus Kuota Hangus

July 25, 2026
DPR Panggil Kemendikbudristek Terkait Pendirian Universitas Riset Indonesia
Berita Sehat

DPR Panggil Kemendikbudristek Terkait Pendirian Universitas Riset Indonesia

July 24, 2026
Krisis Air Bersih di Tangerang akibat Dua Bulan Kekeringan Ratusan Keluarga Terkena Dampak
Berita Sehat

Krisis Air Bersih di Tangerang akibat Dua Bulan Kekeringan Ratusan Keluarga Terkena Dampak

July 23, 2026
Next Post
Pramono Minta BUMD dan Dinas Adakan Nobar Piala Dunia Tanpa Ganggu Jam Kerja

Pramono Minta BUMD dan Dinas Adakan Nobar Piala Dunia Tanpa Ganggu Jam Kerja

POPULAR NEWS

Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

April 28, 2026
Daycare Perlu Memiliki Area Terpisah untuk Anak Sehat dan Sakit

Daycare Perlu Memiliki Area Terpisah untuk Anak Sehat dan Sakit

May 5, 2026
Hentikan Penyebaran Video Kecelakaan Kereta Ada Trauma Kedua bagi Keluarga Korban

Hentikan Penyebaran Video Kecelakaan Kereta Ada Trauma Kedua bagi Keluarga Korban

April 29, 2026
Perubahan Perilaku Anak Sebagai Indikator Red Flag di Tempat Penitipan Anak Orangtua Harus Peka

Perubahan Perilaku Anak Sebagai Indikator Red Flag di Tempat Penitipan Anak Orangtua Harus Peka

May 2, 2026
Anggota TNI AD Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Saat Bertugas di Kemhan

Anggota TNI AD Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Saat Bertugas di Kemhan

April 27, 2026

EDITOR'S PICK

Hoarding Disorder sebagai Gangguan Mental Modern, Tanda dan Cara Penanganannya

Hoarding Disorder sebagai Gangguan Mental Modern, Tanda dan Cara Penanganannya

April 30, 2026
Antusiasme Jakarta di CFD Perdana Rasuna Said

Antusiasme Jakarta di CFD Perdana Rasuna Said

May 10, 2026
Health Fun Run BPJS Kesehatan di GBK untuk Ajak Generasi Muda Hidup Sehat

Health Fun Run BPJS Kesehatan di GBK untuk Ajak Generasi Muda Hidup Sehat

June 30, 2026
Selamat Jalan Vidi Aldiano, Duta Persahabatan yang Menginspirasi

Selamat Jalan Vidi Aldiano, Duta Persahabatan yang Menginspirasi

May 9, 2026
RS-MEDIKABSD-LOGO2

Rs-MedikaBSD - Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini.

Follow us

Categories

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Recent Posts

  • Hong Wang Menang Medali Fields, Dunia Matematika Terkejut
  • Prajurit TNI Tewas Bantu Polisi Kejar Bandar Narkoba di Bireun
  • Nikahan Anak Boy Thohir dihadiri Prabowo dan Jokowi Duduk Bersebelahan
  • Cara Orang Tua Sherina Membantu Menemukan Potensi Diri
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In