Dalam suatu langkah penting, Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian resmi bergabung dengan Universitas Bima Sakapenta (UBISA) pada Senin (3/8). Kehadiran Irjen Susilo Teguh Raharjo di UBISA diharapkan menandai era baru kolaborasi antara Polri dan dunia akademik.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyambut hangat bergabungnya Susilo, menilai hal ini sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap pendidikan yang lebih baik. Kolaborasi ini diharapkan bisa memperkuat jalinan kerja sama antara institusi kepolisian dan perguruan tinggi.
Pertemuan antara Polri dan dunia akademik melalui inisiatif ini diharapkan membawa dampak positif terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kepolisian. Dengan dukungan dari berbagai pihak, langkah ini dapat menjadinya fondasi bagi pelayanan publik yang lebih baik.
Pentingnya Kolaborasi Antara Polri dan Perguruan Tinggi
Kolaborasi antara Polri dan institusi pendidikan tinggi sangat penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik kepolisian. Sinergi ini memungkinkan terciptanya inovasi yang dapat membantu mengatasi berbagai tantangan keamanan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Melalui Pusat Studi Kepolisian, diharapkan tercipta ruang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman antara praktisi kepolisian dan akademisi. Hal ini akan sangat berguna dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Berdasarkan data yang ada, pembentukan Pusat Studi Kepolisian kini telah didorong di 79 perguruan tinggi di Indonesia. Diharapkan, kehadiran Pusat Studi ini bukan sekadar sebuah formalitas, namun menjadi titik awal untuk inovasi dan penelitian berbasis ilmu yang relevan.
Peran Irjen Susilo dalam Membangun Jejaring Akademik
Irjen Susilo Teguh Raharjo memegang peranan penting dalam mendorong pembentukan jejaring akademik Polri. Sebagai Kasatgas Pembentukan Pusat Studi, beliau telah berkontribusi dalam pengembangan kapasitas pengetahuan di kalangan anggota kepolisian maupun masyarakat umum.
Keberadaan Pusat Studi Kepolisian di berbagai perguruan tinggi diharapkan dapat memfasilitasi penelitian yang menjawab isu-isu keamanan yang kompleks. Dalam berbagai kesempatan, Susilo menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan dan praktik untuk mencapai tujuan bersama.
Sudah 40 Pusat Studi Kepolisian beroperasi, sementara banyak lagi dalam proses pembentukan. Ini menunjukkan bahwa langkah-langkah konkret telah diambil untuk mewujudkan kolaborasi yang produktif dan berkelanjutan antara Polri dan dunia akademik.
Komitmen Susilo untuk Mendukung Pendidikan Tinggi
Susilo Teguh Raharjo mengungkapkan bahwa keputusannya untuk bergabung dengan UBISA berakar dari keinginan luhur untuk mendukung pengembangan pendidikan tinggi. Menurutnya, perguruan tinggi adalah pilar penting dalam pembentukan sumber daya manusia dan pemecahan berbagai masalah yang dihadapi bangsa.
Dia percaya bahwa dengan kerjasama yang erat, pendidikan tinggi dapat menyediakan solusi inovatif untuk tantangan yang kompleks dalam masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki keterampilan tetapi juga berkarakter dan berintegritas.
Baginya, membangun perguruan tinggi tidak bisa dilakukan sendirian, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak untuk mencapai visi yang lebih besar. Dengan kolaborasi yang kuat, institusi pendidikan dapat menjadi pusat keunggulan yang berdampak positif bagi masyarakat.















