Presiden Prabowo Subianto telah melakukan kunjungan ke Istana Kepresidenan RI untuk menyaksikan sejumlah hasil riset serta inovasi yang dipamerkan oleh para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kunjungan ini berlangsung selama lebih dari satu jam dan melibatkan lebih dari 150 peneliti dari seluruh Indonesia.
Selama kunjungan, periset menyajikan beragam inovasi yang mendukung program-program prioritas pemerintah. Beberapa di antaranya termasuk proyek tanggul laut raksasa, program Makan Bergizi Gratis, dan pengolahan sampah.
Keberadaan inovasi tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk menciptakan solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Setiap booth yang dikunjungi menawarkan wawasan mendalam mengenai kontribusi riset terhadap kemajuan nasional.
Presiden Meninjau Riset Dalam Berbagai Bidang
Pada kunjungan ini, Presiden Prabowo didampingi oleh Kepala BRIN, Arif Satria, dan Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian. Keduanya menjelaskan secara rinci mengenai masing-masing booth yang mewakili beragam bidang riset mulai dari teknologi kedirgantaraan hingga energi.
Di booth Teknologi Kedirgantaraan dan Keantariksaan, peneliti menjelaskan tentang satelit dengan kamera yang dibuat di laboratorium BRIN. Perangkat ini telah digunakan dalam pemetaan, termasuk dalam situasi bencana, yang menunjukkan potensi aplikasi dalam mitigasi risiko.
Selain itu, Presiden juga mengevaluasi teknologi yang mendukung proyek tanggul laut raksasa. Inovasi tersebut mencakup tanggul multifungsi yang mampu menghasilkan energi listrik dan pemecah gelombang yang sudah digunakan di beberapa pantai.
Inovasi Dalam Teknologi Nuklir untuk Kemandirian Energi
Saat berkunjung ke booth Teknologi Nuklir, Presiden Prabowo berbincang dengan para menteri terkait untuk mendalami lebih jauh potensi pengembangan energi nuklir di Indonesia. Dia menerima penjelasan bahwa Indonesia memiliki cadangan Uranium dan Thorium yang cukup besar.
Periset BRIN menjelaskan kemampuan mereka dalam memurnikan Uranium hingga 60%. Penjelasan ini menunjukkan kesiapan lembaga untuk mendukung rencana pemerintah dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di masa depan.
Walau beberapa informasi disampaikan tanpa mikrofon saat antusiasme Presiden meningkat, hal ini justru mempertegas minat dan komitmen pemerintah atas pemanfaatan teknologi bersih dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
Signifikansi Hasil Riset bagi Pembangunan Nasional
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo mengunjungi total 15 booth yang menawarkan inovasi dari delapan agenda riset nasional yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan pentingnya integrasi riset dan inovasi ke dalam kebijakan publik untuk menjawab tantangan strategis di berbagai sektor.
Hasil riset yang ditampilkan bukan sekadar etalase, tetapi bukti nyata bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk merespons berbagai kebutuhan secara mandiri, terutama di bidang pangan, energi, dan kesehatan. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.
Kemajuan seperti ini menunjukkan bahwa pengembangan inovasi dan riset tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga penelitian, tetapi juga melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam mencapai kemandirian nasional.
















