Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gunung di Jawa Timur telah menjadi isu yang mengkhawatirkan masyarakat. Lima kawasan di region ini kembali dilanda kebakaran, dimulai dari Jumat malam hingga Sabtu pagi, dan menunjukkan dampak yang cukup besar terhadap lingkungan dan komunitas sekitarnya.
Dalam pemantauan terbaru, kebakaran melanda area Gunung Bromo sampai lereng Gunung Arjuno. Tim gabungan dari BPBD dan instansi terkait langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemadaman dan pemantauan situasi yang terus berkembang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, memastikan bahwa upaya pemadaman api dilakukan secara maksimal. Namun, penyebaran api yang cepat menjadi tantangan tersendiri bagi personel yang bekerja di lapangan.
Titik Api yang Terpantau di Kawasan Gunung Bromo
Berdasarkan informasi dari BPBD, tiga titik kebakaran terdeteksi di kawasan Gunung Bromo, mencakup dua kabupaten. Titik api berada di Bukit Kembang, Desa Pucuk Sari, dan kawasan Gunung Ringgit di Desa Sapihkerep, Kabupaten Probolinggo.
Penyebaran ini juga menjangkau Blok Kesiman, Lemah Pasar, di Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan. Keberadaan banyak titik api dengan jarak yang tidak jauh mempersulit upaya pemadaman yang dilakukan.
Tim gabungan terus menggencarkan pemantauan di area tersebut dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran yang lebih besar dan meluas.
Langkah-Langkah Pemadaman di Gunung Sigiran
Sementara itu, kebakaran juga melanda kawasan Gunung Sigiran yang terletak di RKW 06, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Di sini, petugas Tahura bersinergi dengan BPBD setempat untuk melakukan tindakan preventif dan pemadaman.
Tim di Mojokerto berfokus pada pembuatan ilaran dan sekat bakar untuk menghalau penyebaran api lebih luas. Pendekatan ini dianggap efektif untuk meminimalisir dampak kebakaran yang lebih parah.
Koordinasi antara berbagai pihak dalam kondisi seperti ini sangat krusial demi kesuksesan pemadaman. Keberadaan tim gabungan di lapangan sangat membantu dalam mengelola situasi yang dinamis.
Api Juga Melanda Lereng Gunung Arjuno
Kebakaran serupa juga terjadi di lereng Gunung Arjuno, tepatnya di wilayah Kabupaten Malang. Tim petugas BPBD Kabupaten Situbondo bereaksi cepat dengan mengakses jalur pendakian untuk memadamkan kobaran api di lokasi tersebut.
Pihak BPBD Provinsi Jawa Timur melaksanakan assessment untuk mengidentifikasi kondisi di lokasi. Keberadaan tim yang terlatih menjadi pilar penting dalam pemadaman kebakaran di area yang sulit dijangkau ini.
Dalam situasi yang mendesak seperti ini, kerja sama dan koordinasi antarinstansi sangat diperlukan agar langkah pemadaman dapat dilakukan secara efektif tanpa membuang waktu.
Di luar area gunung yang disebutkan, kebakaran juga dilaporkan melanda kawasan lain, termasuk di area Gunung Ringgit dalam kawasan Arjuno-Welirang. Tim Reaksi Cepat dari BPBD Jawa Timur dikerahkan untuk melakukan penanganan yang cepat dan tepat.
Pemantauan dan penanganan yang efektif diperlukan untuk memastikan bahwa kebakaran tidak menyebar ke area lain yang lebih luas. Kesigapan tim dalam mengidentifikasi titik-titik rawan kebakaran sangat membantu dalam menangani masalah ini.
Secara keseluruhan, penanganan kebakaran hutan memerlukan komitmen dan upaya dari berbagai pihak agar dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam suksesnya penanganan karhutla di Jawa Timur.















