Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini menyoroti ketidaksesuaian filosofi ekonomi negara dengan prinsip-prinsip yang tertuang dalam UUD 1945. Dalam pernyataan tersebut, Prabowo mengajak semua pihak untuk mengevaluasi dan mengoreksi arah pembangunan ekonomi nasional agar lebih sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
Dalam acara Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah 2026 yang berlangsung di Jakarta, Prabowo menegaskan pentingnya kesadaran kolektif akan kekayaan alam Indonesia yang selama ini hanya dinikmati oleh segelintir orang. Ia menyerukan agar semua pihak menyadari adanya kebocoran sumber daya yang harus segera ditangani.
“Kita harus berani berkata jujur bahwa filosofi ekonomi kita tidak berjalan sesuai dengan yang diamanatkan oleh konstitusi. Saatnya kita kembali ke jalur yang benar,” ujarnya. Dengan tegas, Prabowo menekankan bahwa di bawah kepemimpinannya, Indonesia akan berpegang teguh pada Pasal 33 dan 34 UUD 1945.
Pentingnya Filosofi Ekonomi yang Sesuai Konstitusi
Filosofi ekonomi yang dipegang Indonesia selama ini dinilai perlu diperbaiki agar sejalan dengan UUD 1945. Prabowo mengungkapkan bahwa banyak kebijakan ekonomi yang tidak menjamin pemerataan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Ia menekankan bahwa Indonesia harus belajar dari pengalaman buruk dan membuat prioritas yang lebih jelas dalam penggunaan kekayaan alam. Selain itu, ia juga menekankan bahwa harus ada pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas perusahaan yang beroperasi di Indonesia.
“Kalau kita tidak memperbaiki posisi kita, maka yang terjadi adalah ketidakadilan yang berkepanjangan, yang hanya akan menguntungkan segelintir orang,” tegasnya. Hal ini menunjukkan komitmennya untuk menjadikan sistem ekonomi Indonesia lebih inklusif dan berkeadilan.
Tantangan yang Dihadapi dalam Mewujudkan Ekonomi yang Adil
Prabowo juga mengakui banyak tantangan yang harus dihadapi oleh bangsa ini untuk menciptakan ekonomi yang kuat. Ia menyebutkan bahwa ada sejumlah pihak yang tidak mendukung kemajuan Indonesia, dan ini menjadi penghalang untuk mencapai tujuan tersebut.
Menurutnya, tantangan tersebut bukan hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Beliau mencontohkan kasus kebakaran hutan yang banyak disorot oleh media asing dan merusak citra Indonesia di mata dunia.
“Kebakaran hutan adalah indikator adanya masalah di lapangan. Banyak perusahaan eksploitatif yang harus ikut bertanggung jawab,” ungkap Prabowo. Ia mendorong agar semua yang terlibat menyadari dampak yang ditimbulkan dari kegiatan mereka terhadap lingkungan dan masyarakat.
Pentingnya Keterlibatan Rakyat dalam Pengambilan Keputusan
Prabowo juga menekankan pentingnya keterlibatan rakyat dalam setiap kebijakan yang diambil. Ia percaya bahwa masyarakat harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan untuk memastikan bahwa suara mereka didengar dan diperhitungkan.
“Pemerintah bukan hanya untuk mengatur, tetapi juga untuk mendengarkan. Rakyat harus menjadi bagian dari solusi untuk setiap masalah yang ada,” tandasnya. Dengan dukungan masyarakat, dia yakin semua rencana dan langkah bisa berjalan lebih efektif.
Penting juga untuk membangun kepercayaan kepada rakyat bahwa Indonesia dapat menjadi negara kuat dengan memperhatikan dan melibatkan mereka dalam proses pembangunan. Prabowo percaya bahwa kebangkitan ekonomi akan dicapai jika semua lapisan masyarakat ikut serta.
Menatap Masa Depan dengan Optimisme
Walaupun banyak tantangan yang harus dihadapi, Prabowo mengajak rakyat untuk tetap optimis melihat masa depan. Ia yakin bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi, Indonesia bisa mencapai cita-cita sebagai bangsa yang besar dan berdaulat.
“Kita harus percaya bahwa Indonesia punya potensi yang sangat besar. Dengan kekayaan alam yang melimpah dan semangat juang masyarakatnya, tidak ada yang tidak mungkin,” ungkapnya seraya menyemangati hadirin dalam acara tersebut.
Prabowo mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama mengambil langkah nyata dalam mewujudkan cita-cita bersama. Dengan saling mendukung, dia yakin Indonesia akan menjadi negara yang tidak hanya mandiri tetapi juga diperhitungkan di pentas global.















