• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Sunday, May 10, 2026
RS-MedikaBSD
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Seks Sehat

Hoarding Disorder sebagai Gangguan Mental Modern, Tanda dan Cara Penanganannya

Hardi by Hardi
April 30, 2026
in Seks Sehat
0
Hoarding Disorder sebagai Gangguan Mental Modern, Tanda dan Cara Penanganannya
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kebiasaan menimbun sampah di dalam kamar sering kali diasosiasikan dengan gangguan kesehatan mental yang dikenal sebagai hoarding disorder. Fenomena ini menjadi sorotan setelah beberapa video beredar di media sosial, menunjukkan kamar kos yang dipenuhi sampah dan kotoran, menarik rasa ingin tahu banyak orang.

Pakar kesehatan mental, dr. Yusuf Ryadi, yang mengajar di Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, menekankan bahwa perilaku ini tidak semestinya disalahartikan sebagai sekadar malas atau kurang peduli terhadap kebersihan. Menurutnya, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang terjerat dalam kebiasaan buruk ini, termasuk isu kesehatan mental yang lebih serius.

READ ALSO

9 Manfaat Teh Serai Penting Diketahui untuk Jaga Imunitas dan Detoksifikasi Tubuh

28 Juta Orang Indonesia Menderita Gangguan Jiwa, 7 Kelompok Paling Rentan Teridentifikasi

Hoarding disorder sendiri merupakan gangguan yang ditandai oleh kesulitan untuk membuang barang-barang yang sudah tidak bernilai, sehingga menyebabkan penumpukan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan fungsi ruang seseorang. Kondisi ini juga telah dicatat dalam DSM-5, panduan resmi untuk diagnosis kesehatan mental di AS sejak tahun 2013.

Pentingnya Memahami Hoarding Disorder dengan Lebih Dalam

Dalam konteks kesehatan mental, hoarding disorder bukan sekadar perilaku, tetapi sebuah masalah yang lebih kompleks. Gangguan ini sering kali diabaikan oleh masyarakat, karena individu yang mengalaminya dapat terlihat berfungsi secara normal dalam kehidupan sehari-hari.

Fenomena ini cukup umum, diperkirakan terjadi pada 2–6 persen dari populasi umum, sehingga penting bagi kita untuk memahami lebih dalam mengenai gejalanya. Banyak individu yang terkena hoarding disorder tidak menyadari bahwa mereka memiliki masalah sampai penumpukan barang menjadi parah.

Oleh karena itu, penting untuk mencari tahu lebih banyak mengenai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan hoarding disorder. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari trauma masa lalu hingga kecenderungan genetik yang membuat seseorang lebih rentan terhadap gangguan mental ini.

Risiko Kesehatan yang Ditimbulkan oleh Hoarding Disorder

Kumpulan barang atau sampah di ruang tertutup tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan mental, tetapi juga kesehatan fisik. Salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah meningkatnya masalah pernapasan akibat debu atau alergen yang dapat terperangkap dalam tumpukan barang.

Selain itu, penumpukan sampah juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, karena lingkungan yang tidak bersih bisa menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri dan virus. Keselamatan adalah hal lain yang perlu dipertimbangkan, terutama dalam situasi darurat seperti kebakaran.

Dalam situasi krisis, area yang padat barang dapat menghalangi akses untuk keluar, meningkatkan risiko cedera. Bahkan, mereka yang mengalami hoarding disorder sering kali merasa terjebak di dalam ruang mereka sendiri, yang memperburuk kondisi mental mereka.

Langkah-Langkah untuk Mengatasi Hoarding Disorder

Mengatasi hoarding disorder harus dilakukan dengan pendekatan yang tepat dan penuh empati. Melibatkan ahli kesehatan mental yang berpengalaman dapat membantu individu untuk memahami akar masalah serta mengembangkan strategi pengelolaan yang efektif. Terapi perilaku kognitif sering kali menjadi pilihan utama dalam penanganan gangguan ini.

Selain itu, dukungan dari keluarga dan teman-teman juga sangat penting dalam proses penyembuhan. Lingkungan yang mendukung dapat membantu individu merasa lebih nyaman untuk membuka diri dan menerima bantuan. Komunikasi yang baik adalah kunci untuk membangun kepercayaan dan memberikan motivasi.

Penting untuk mengedukasi masyarakat tentang hoarding disorder, sehingga stigma yang ada terhadap individu yang mengalami gangguan ini dapat berkurang. Dengan pemahaman yang lebih baik, kita dapat membantu menciptakan komunitas yang lebih inklusif dan peduli, di mana mereka yang menderita bisa mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan.

Tags: CaradanDisorderGangguanHoardingMentalModernPenanganannyasebagaiTanda

Related Posts

9 Manfaat Teh Serai Penting Diketahui untuk Jaga Imunitas dan Detoksifikasi Tubuh
Seks Sehat

9 Manfaat Teh Serai Penting Diketahui untuk Jaga Imunitas dan Detoksifikasi Tubuh

May 10, 2026
28 Juta Orang Indonesia Menderita Gangguan Jiwa, 7 Kelompok Paling Rentan Teridentifikasi
Seks Sehat

28 Juta Orang Indonesia Menderita Gangguan Jiwa, 7 Kelompok Paling Rentan Teridentifikasi

May 10, 2026
Larangan Media Sosial untuk Remaja di Australia, Apakah Indonesia Harus Mencontoh?
Seks Sehat

Larangan Media Sosial untuk Remaja di Australia, Apakah Indonesia Harus Mencontoh?

May 9, 2026
8 Jenis Gangguan Kecemasan pada Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua
Seks Sehat

8 Jenis Gangguan Kecemasan pada Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua

May 9, 2026
Saat Anak Kecil Memikul Beban Seperti Orang Dewasa
Seks Sehat

Saat Anak Kecil Memikul Beban Seperti Orang Dewasa

May 8, 2026
Anak yang Kecewa namun Tak Ingin Menyerah untuk Hidup
Seks Sehat

Anak yang Kecewa namun Tak Ingin Menyerah untuk Hidup

May 8, 2026
Next Post
Tai Chi dan Musik sebagai Ruang Tenang dalam Perjalanan Hidup

Tai Chi dan Musik sebagai Ruang Tenang dalam Perjalanan Hidup

POPULAR NEWS

29 Orang Dirawat di RS, 3 Menyusul Meninggal Dunia

29 Orang Dirawat di RS, 3 Menyusul Meninggal Dunia

April 27, 2026
Anggota TNI AD Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Saat Bertugas di Kemhan

Anggota TNI AD Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Saat Bertugas di Kemhan

April 27, 2026
Penjelasan IDAI Tentang Daycare, Istilah Penitipan Anak Dinilai Tidak Tepat

Penjelasan IDAI Tentang Daycare, Istilah Penitipan Anak Dinilai Tidak Tepat

April 30, 2026
Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

April 28, 2026
Hentikan Penyebaran Video Kecelakaan Kereta Ada Trauma Kedua bagi Keluarga Korban

Hentikan Penyebaran Video Kecelakaan Kereta Ada Trauma Kedua bagi Keluarga Korban

April 29, 2026

EDITOR'S PICK

Kisah Pilu Obesitas yang Merenggut Nyawa Kakak Dokter Gizi Putri Sakti

Kisah Pilu Obesitas yang Merenggut Nyawa Kakak Dokter Gizi Putri Sakti

May 10, 2026
5 Prinsip Kunci Gentle Parenting untuk Tumbuhkan Mandiri dan Percaya Diri pada Anak

5 Prinsip Kunci Gentle Parenting untuk Tumbuhkan Mandiri dan Percaya Diri pada Anak

May 1, 2026
Forum Ketua PWNU Ajak Muktamar PBNU Segera Dilaksanakan Awal Agustus 2026

Forum Ketua PWNU Ajak Muktamar PBNU Segera Dilaksanakan Awal Agustus 2026

April 28, 2026
KKB Tembak Dua Warga Sipil di Yahukimo, Pelaku Sedang Dikejar

KKB Tembak Dua Warga Sipil di Yahukimo, Pelaku Sedang Dikejar

April 29, 2026
RS-MEDIKABSD-LOGO2

Rs-MedikaBSD - Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini.

Follow us

Categories

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Recent Posts

  • Pengertian Sarkopenia Gangguan Kesehatan yang Dialami Bassist Semasa Hidup
  • 9 Manfaat Teh Serai Penting Diketahui untuk Jaga Imunitas dan Detoksifikasi Tubuh
  • Strategi Dokter Menghadapi Orang Tua Anti Vaksin Tanpa Perdebatan
  • Inspeksi Kampung Nelayan Merah Putih oleh Prabowo di Gorontalo
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In