Mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang hilang saat mendaki Gunung Puntang berhasil ditemukan selamat. Keberhasilan pencarian ini memberikan harapan baru bagi keluarga dan teman-teman Arief Wibisono, yang telah mencemaskan keberadaannya sejak ia dinyatakan hilang.
Arief, mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan angkatan 2024, ditemukan di sekitar Desa Leuweung Malang. Sebelumnya, ia hilang kontak saat proses perjalanan turun dari puncak gunung, menciptakan kepanikan di kalangan komunitas akademik ITB.
Berita mengenai ditemukannya Arief dengan selamat disambut gembira oleh orang-orang terdekat, terutama keluarganya dan para dosen yang terus memantau perkembangan pencarian. Komunikasi dan koordinasi di antara berbagai pihak terlibat menunjukkan betapa pentingnya solidaritas dalam situasi genting seperti ini.
Riwayat Kehilangan dan Pencarian Intensif yang Dilakukan
Arief dinyatakan hilang pada Sabtu sore, 9 Mei. Pencarian pertama kali dilakukan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, yang mulai berkoordinasi sejak Minggu pagi.
Sejak awal, pencarian mengalami kendala karena cuaca dan medan yang sulit. Tim SAR harus bekerja keras untuk menemukan titik lokasi Arief berdasarkan informasi yang ada, berusaha tanpa lelah demi keselamatan mahasiswa itu.
Rombongan Arief terdiri dari tiga orang yang melakukan pendakian melalui jalur Pasir Kuda. Mereka memulai perjalanan pada pukul 07.45 WIB dan mencapai puncak Mega sekitar pukul 12.00 WIB, sebelum memutuskan untuk kembali ke basecamp.
Proses Pencarian yang Melibatkan Banyak Pihak
Saat perjalanan turun, Arief diketahui berjalan lebih cepat daripada kedua rekannya. Ketika teman-temannya tiba di basecamp, Arief sudah tidak terlihat lagi, menambah intensitas pencarian yang dilakukan oleh pihak SAR.
Dengan adanya laporan resmi tentang hilangnya Arief, Kantor SAR langsung memobilisasi tim rescue ke lokasi kejadian. Tim tersebut berkoordinasi dengan ranger daerah setempat untuk mempercepat pencarian di area yang sulit dijangkau.
Mereka juga melakukan pencarian mandiri hingga larut malam, tetapi hingga pukul 22.00 WIB, upaya tersebut masih belum membuahkan hasil. Situasi ini membuat semua yang terlibat semakin berusaha keras untuk menemukan Arief.
Keberhasilan Pencarian dan Reaksi Keluarga serta Dosen
Setelah serangkaian usaha yang penuh tantangan, Arief akhirnya ditemukan selamat. Keluarga dan teman-temannya mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan pencarian ini. Mereka menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berkontribusi dalam proses pencarian.
Dr. N. Nurlaela Arief, Direktur Komunikasi dan Humas ITB, mengucapkan terima kasih kepada setiap individu yang telah terlibat dalam proses ini. Kontribusi kolektif ini mencerminkan bagaimana komunitas ITB saling mendukung satu sama lain dalam situasi yang sulit.
Keberhasilan ini tidak hanya membawa kelegaan bagi keluarga Arief, tetapi juga menjadi pelajaran penting bagi para pendaki tentang keselamatan saat berada di alam bebas. Kesadaran ini sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.















