Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat telah mencapai anggaran sebesar Rp1,25 triliun. Dia menekankan bahwa pemerintah daerah bertanggung jawab atas pembebasan lahan, sedangkan pendanaan pembangunan fisik berasal dari pemerintah pusat.
AHY menjelaskan, untuk setiap sekolah, alokasi anggarannya berkisar sekitar Rp250 miliar. Ini berarti total anggaran yang digunakan untuk pembangunan sekolah-sekolah rakyat mencapai Rp1,25 triliun, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pendidikan.
“Setiap pemerintah kabupaten/kota memiliki kewajiban atas lahan yang dibutuhkan,” ungkap AHY. Hal ini menunjukkan bahwa tanggung jawab pembangunan pendidikan tidak hanya terletak pada pemerintah pusat, tetapi juga pada pemerintah daerah.
Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan Anak Bangsa
AHY menyatakan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan prioritas utama dari Presiden RI Prabowo Subianto. Dengan memperluas akses pendidikan berkualitas, diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan yang menyasar generasi berikutnya.
“Kami ingin memberikan intervensi melalui pendidikan yang terjangkau dan berkualitas,” tuturnya. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa pendidikan tidak hanya terjangkau tetapi juga dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.
Tidak hanya gratis selama proses pendidikan, tetapi setelah lulus, siswa juga diberikan kesempatan untuk melanjutkan ke pendidikan vokasi, perguruan tinggi, atau langsung terjun ke dunia kerja. Ini adalah langkah strategis untuk mengatasi masalah pendidikan di tanah air.
Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Medan Tuntungan
Sekolah Rakyat Terintegrasi II di Medan Tuntungan dibangun di atas lahan seluas sekitar enam hektare milik Pemerintah Kota Medan. Lokasi ini dirancang untuk menjadi kompleks pendidikan yang menyatukan jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Sekolah ini direncanakan mampu menampung sekitar 1.080 siswa, dengan rincian 540 siswa untuk SD dan masing-masing 270 siswa untuk jenjang SMP dan SMA. Ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam meningkatkan kapasitas pendidikan di daerah tersebut.
“Program ini adalah salah satu upaya konkret dari pemerintah, disokong oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum,” kata AHY. Sinergi antar kementerian menjadi kunci dalam keberhasilan proyek pendidikan ini di seluruh wilayah Indonesia.
Kepedulian Pemerintah Terhadap Pendidikan Anak Miskin
AHY menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan semua anak di Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas. Tidak ada anak yang boleh terhambat pendidikannya hanya karena kondisi ekonomi keluarga.
“Negara memiliki tanggung jawab untuk memberikan kesempatan yang sama bagi semua anak,” ujar AHY. Komitmen ini sangat penting untuk menjamin masa depan generasi muda, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Dalam acara tersebut, AHY menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Medan dan semua pihak yang terlibat, mulai dari perencanaan hingga pembangunan fisik sekolah. Dukungan dari masyarakat dan pemerintah setempat sangat penting dalam keberhasilan program ini.
















