• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Thursday, October 8, 2026
RS-MedikaBSD
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Berita Sehat

Peringatan 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan: Tidak Melupakan dan Menuntut Keadilan

Hardi by Hardi
October 1, 2026
in Berita Sehat
0
Peringatan 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan: Tidak Melupakan dan Menuntut Keadilan
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pada malam Kamis, 1 Oktober, suasana di depan Balai Kota Malang menjadi hening saat ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat dan Aremania berkumpul untuk memperingati tragedi Kanjuruhan yang menewaskan lebih dari 135 orang. Aksi teatrikal ini tidak hanya pengingat akan kelamnya peristiwa tersebut, tetapi juga sebagai upaya untuk terus menuntut keadilan bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Mereka datang dengan membawa poster bertuliskan “Justice for 135+” dan “Stop Talking About Kanjuruhan”. Lilin-lilin dinyalakan, mengelilingi kaus bertuliskan “Justice For The 135+”. Pembacaan nama-nama korban diiringi dengan lantunan Al-Fatihah menambah kesedihan suasana, di mana setiap nama yang dipanggil dimasukkan ke dalam wadah hitam yang diangkat oleh boneka kayu.

READ ALSO

FOTO: Tampak Kawasan Kompleks Legislatif dan Yudikatif IKN

Tri Budi Utomo Resmi Menjadi Wakil KSAD

Koordinator aksi, Eko, menyatakan pentingnya mengingat tragedi ini agar tidak hilang dari ingatan publik. Ia menekankan bahwa keadilan masih belum berpihak kepada korban meski berbagai langkah hukum telah diupayakan selama empat tahun terakhir.

Mengingat Kembali Tragedi Kanjuruhan yang Mengguncang Indonesia

Tragedi Kanjuruhan terjadi pada 1 Oktober 2022 setelah pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya. Ketika peluit panjang dibunyikan, situasi di dalam stadion berubah menjadi kacau setelah aparat kepolisian melepaskan gas air mata. Hal ini menyebabkan kepanikan dan mengakibatkan lebih dari 135 orang tewas serta ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Sejak peristiwa tersebut, proses hukum berjalan lamban dan seringkali mengecewakan keluarga korban. Banyak pertanyaan yang muncul mengenai bagaimana tragedi ini bisa terjadi dan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab. Proses ini tampaknya tidak sejalan dengan harapan para korban dan masyarakat luas.

Fanda, salah satu perwakilan Aremania, menyoroti vonis ringan yang dijatuhkan kepada para terdakwa, yang dirasa tidak sebanding dengan jumlah korban jiwa. Ia mengkhawatirkan bahwa pemerintah akan mengabaikan luka mendalam dari tragedi tersebut.

Langkah Hukum yang Nampak Buntu dan Harapan Keluarga Korban

Selama empat tahun, keluarga korban telah melakukan upaya litigasi dan non-litigasi untuk mencari keadilan. Namun, hasilnya seringkali tidak memuaskan. Eko menegaskan, meski ada restitusi yang diberikan, hal tersebut tidak cukup untuk mengobati luka fisik dan emosional yang ditanggung oleh keluarga korban.

Memburuknya situasi hukum membuat massa mengalihkan fokus pada kampanye moral, berupaya untuk memastikan tragedi ini tidak dilupakan. Mereka merasakan bahwa suara mereka perlu didengar dan penderitaan yang dihasilkan tidak boleh dianggap remeh.

Fanda juga mempertanyakan penegakan hukum yang lamban, terutama dalam mengungkap aktor intelektual di balik tragedi ini. Menurutnya, harus ada kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Pentingnya Memperjuangkan Keadilan dan Keselamatan Publik

Kejadian tragis ini membuka mata banyak orang mengenai pentingnya keselamatan dalam setiap acara publik, terutama pertandingan olahraga. Majelis hakim dalam kasus ini menyatakan bahwa pihak-pihak terkait telah mengabaikan keselamatan penonton dengan tidak memenuhi permintaan untuk memajukan jadwal pertandingan demi alasan keamanan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang komitmen penyelenggara dalam menjamin keselamatan. Seharusnya keselamatan penonton dan pemain menjadi prioritas utama, bukan sekadar kepentingan bisnis semata.

Keputusan hakim untuk meningkatkan hukuman bagi beberapa terdakwa menunjukkan bahwa ada ikhtiar untuk mempertanggungjawabkan tindakan yang mengakibatkan banyak nyawa melayang. Namun, masih ada pihak yang belum mendapat hukuman, dan hal ini masih menjadi catatan buruk dalam penegakan hukum.

Tags: danKanjuruhanKeadilanMelupakanMenuntutPeringatanTahunTidakTragedi

Related Posts

FOTO: Tampak Kawasan Kompleks Legislatif dan Yudikatif IKN
Berita Sehat

FOTO: Tampak Kawasan Kompleks Legislatif dan Yudikatif IKN

October 7, 2026
Tri Budi Utomo Resmi Menjadi Wakil KSAD
Berita Sehat

Tri Budi Utomo Resmi Menjadi Wakil KSAD

October 7, 2026
Ijazah Gibran Tidak Ada Menjadi Ranah Lembaga Berwenang Lain
Berita Sehat

Ijazah Gibran Tidak Ada Menjadi Ranah Lembaga Berwenang Lain

October 6, 2026
Ledakan di Pakuwon City Diduga Akibat Kebocoran 3 Tabung LPG 50 Kg
Berita Sehat

Ledakan di Pakuwon City Diduga Akibat Kebocoran 3 Tabung LPG 50 Kg

October 6, 2026
Audiensi KPK dengan Kementerian Sosial Bahas Polemik Pengadaan Besok
Berita Sehat

Pejabat Negara yang Baru Dilantik Harus Laporkan LHKPN dalam 2 Bulan

October 5, 2026
Keluarga Prasejahtera Buayan Dapat Bantuan Membangun Rumah Pasca Kebakaran
Berita Sehat

Keluarga Prasejahtera Buayan Dapat Bantuan Membangun Rumah Pasca Kebakaran

October 5, 2026
Next Post
Prabowo Lantik Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman di Tengah Kasus Lapas

Prabowo Lantik Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman di Tengah Kasus Lapas

POPULAR NEWS

Michael B Jordan Raih Oscar 2026, Dulu Nyaris Tak Bisa Angkat Beban Kini Berotot Atletis

Michael B Jordan Raih Oscar 2026, Dulu Nyaris Tak Bisa Angkat Beban Kini Berotot Atletis

May 2, 2026
Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

April 28, 2026
Gerbong KRL Ringsek Setelah Ditabrak di Stasiun Bekasi Timur

Gerbong KRL Ringsek Setelah Ditabrak di Stasiun Bekasi Timur

April 27, 2026
Forum Ketua PWNU Ajak Muktamar PBNU Segera Dilaksanakan Awal Agustus 2026

Forum Ketua PWNU Ajak Muktamar PBNU Segera Dilaksanakan Awal Agustus 2026

April 28, 2026
29 Orang Dirawat di RS, 3 Menyusul Meninggal Dunia

29 Orang Dirawat di RS, 3 Menyusul Meninggal Dunia

April 27, 2026

EDITOR'S PICK

Hujan Deras Empat Kecamatan Nias Barat Terendam Banjir

Hujan Deras Empat Kecamatan Nias Barat Terendam Banjir

September 7, 2026
Peringatan 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan: Tidak Melupakan dan Menuntut Keadilan

Peringatan 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan: Tidak Melupakan dan Menuntut Keadilan

October 1, 2026
Cegah Anak Bergabung Grup Kekerasan, Psikolog: Peran Keluarga Sangat Penting

Cegah Anak Bergabung Grup Kekerasan, Psikolog: Peran Keluarga Sangat Penting

May 17, 2026
Bijak Bermedia Sosial Pertimbangkan Tiga Hal Sebelum Mengunggah Konten

Bijak Bermedia Sosial Pertimbangkan Tiga Hal Sebelum Mengunggah Konten

May 5, 2026
RS-MEDIKABSD-LOGO2

Rs-MedikaBSD - Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini.

Follow us

Categories

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Recent Posts

  • FOTO: Tampak Kawasan Kompleks Legislatif dan Yudikatif IKN
  • Pramono Tegaskan PMI Jakarta Dilarang Meminta Pungutan dari Warga
  • Tri Budi Utomo Resmi Menjadi Wakil KSAD
  • Taklimat di Istana, Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In