• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Sunday, July 12, 2026
RS-MedikaBSD
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Wellness & Diet

Pengasuh Ponpes Pekalongan Diduga Menyebabkan Puluhan Santriwati Diculik

Hardi by Hardi
May 28, 2026
in Wellness & Diet
0
Pengasuh Ponpes Pekalongan Diduga Menyebabkan Puluhan Santriwati Diculik
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kepolisian setempat di Pekalongan, Jawa Tengah, baru saja melakukan penangkapan terhadap seorang pengasuh pondok pesantren, Abdul Khalim Fadlun, terkait dengan dugaan tindakan pencabulan. Kasus ini mencuat setelah beberapa santri yang berusia antara 17 hingga 25 tahun melapor kepada pihak berwajib, dan pihak kepolisian kini tengah melakukan investigasi lebih jauh.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, menyatakan bahwa saat ini pihaknya sudah menangkap pelaku dan sedang memeriksa enam orang korban. Namun, ia juga mengungkapkan bahwa ada kemungkinan korban lain, yang hingga kini belum melapor, mencapai lebih dari 25 orang.

READ ALSO

Imbauan Menteri PANRB untuk Fleksibilitas ASN dalam Menyekolahkan Anak

Rudi Margono Dilantik Sebagai Plt Jampidsus Menggantikan Febrie Adriansyah

Penangkapan ini dilakukan setelah sekelompok massa dari organisasi masyarakat melakukan penggerudukan di lokasi pondok. Dengan tindakan ini, mereka berharap agar pihak pengelola dapat memberikan penjelasan terkait dugaan asusila yang terjadi di lingkungan pendidikan tersebut.

Detail Kasus Pencabulan yang Mengguncang Pondok Pesantren

Pengasuh pondok pesantren yang ditangkap saat ini menjadi sorotan publik karena dugaan pelanggaran hukum yang sangat serius. Proses pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Satreskrim Polres Pekalongan Kota kini sedang berlangsung untuk menemukan fakta-fakta lebih lanjut dari kejadian tersebut.

Beberapa santri yang menjadi korban juga telah dimintai keterangan dan berharap untuk mendapatkan keadilan dari pihak berwenang. Situasi ini menciptakan ketegangan di kalangan santri dan orang tua mereka, yang mencemaskan keselamatan anak-anak mereka.

Hasil dari penyelidikan awal menunjukkan bahwa perilaku tidak pantas telah terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama, yang memicu gelombang reaksi dari masyarakat, terutama keluarga para santri yang dikhawatirkan menjadi target dari pelaku.

Reaksi Masyarakat terhadap Penangkapan Pengasuh Ponpes

Setelah ditangkapnya pengasuh ponpes, massa yang mengatasnamakan Yakuza Mangenes melakukan aksi di lokasi untuk menuntut pertanggungjawaban lebih lanjut dari pihak pengelola pondok pesantren. Kehadiran mereka di lokasi menciptakan kerumunan yang cukup besar, menandakan tingginya perhatian masyarakat terhadap kasus ini.

Mereka mendesak agar semua santri berani melapor, khususnya mereka yang pernah menjadi korban. Beberapa mantan santriwati memberikan kesaksian di depan massa untuk mendorong teman-teman mereka untuk berbicara dan mengambil tindakan hukum.

Pihak berwenang yang datang untuk menenangkan situasi langsung mengamankan Abdul Khalim Fadlun agar tidak menjadi sasaran amuk masa. Ini menunjukkan bahwa masalah ini telah menyentuh nuansa emosional di masyarakat, mengingat nilai agama dan pendidikan di pondok pesantren yang sangat dihormati.

Permasalahan yang Dihadapi oleh Korban dan Pelaporan

Dari laporan yang diterima, juru bicara Yakuza Mangenes, Eko Ebes, mengindikasikan bahwa ada ancaman bagi para korban yang belum berani melapor. Kini, hanya enam dari puluhan tuduhan yang diterima yang telah dilaporkan secara resmi ke kepolisian.

Ada banyak pertimbangan dari para korban mengapa mereka ragu untuk mengungkapkan pengalaman mereka, termasuk rasa malu dan takut akan stigma sosial. Hal ini menunjukkan pentingnya dukungan psikologis dan hukum bagi para santri yang telah mengalami trauma.

Sebagian besar masyarakat mendesak agar kasus ini ditangani secara transparan dan adil, sementara beberapa dari mereka juga meminta agar pemerintahan dan lembaga pendidikan lebih proaktif dalam menangani kasus serupa di masa depan. Kewaspadaan dan tindakan preventif dianggap penting untuk melindungi generasi muda dari perilaku predator.

Tags: DiculikDidugaMenyebabkanPekalonganPengasuhPonpesPuluhanSantriwati

Related Posts

Imbauan Menteri PANRB untuk Fleksibilitas ASN dalam Menyekolahkan Anak
Wellness & Diet

Imbauan Menteri PANRB untuk Fleksibilitas ASN dalam Menyekolahkan Anak

July 12, 2026
Rudi Margono Dilantik Sebagai Plt Jampidsus Menggantikan Febrie Adriansyah
Wellness & Diet

Rudi Margono Dilantik Sebagai Plt Jampidsus Menggantikan Febrie Adriansyah

July 11, 2026
Pemkab Belum Hapus Status Darurat Pasca Kebakaran TPA Jatiwaringin
Wellness & Diet

Pemkab Belum Hapus Status Darurat Pasca Kebakaran TPA Jatiwaringin

July 11, 2026
Polisi Digigit Ular Saat Mengejar Tahanan yang Kabur dan Harus Dirawat Inap
Wellness & Diet

Polisi Digigit Ular Saat Mengejar Tahanan yang Kabur dan Harus Dirawat Inap

July 10, 2026
Uji Formil UU Polri yang Baru oleh Peneliti dan Aktivis Mahasiswa ke MK
Wellness & Diet

Uji Formil UU Polri yang Baru oleh Peneliti dan Aktivis Mahasiswa ke MK

July 10, 2026
Rantis Brimob Menjaga Keamanan di Polda Metro Jaya
Wellness & Diet

Rantis Brimob Menjaga Keamanan di Polda Metro Jaya

July 9, 2026
Next Post
Viral, Pengemudi Diduga Taksi Online Emosi dan Rusak Kendaraan di JORR

Viral, Pengemudi Diduga Taksi Online Emosi dan Rusak Kendaraan di JORR

POPULAR NEWS

Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

April 28, 2026
Anggota TNI AD Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Saat Bertugas di Kemhan

Anggota TNI AD Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Saat Bertugas di Kemhan

April 27, 2026
Hentikan Penyebaran Video Kecelakaan Kereta Ada Trauma Kedua bagi Keluarga Korban

Hentikan Penyebaran Video Kecelakaan Kereta Ada Trauma Kedua bagi Keluarga Korban

April 29, 2026
Perubahan Perilaku Anak Sebagai Indikator Red Flag di Tempat Penitipan Anak Orangtua Harus Peka

Perubahan Perilaku Anak Sebagai Indikator Red Flag di Tempat Penitipan Anak Orangtua Harus Peka

May 2, 2026
Daycare Perlu Memiliki Area Terpisah untuk Anak Sehat dan Sakit

Daycare Perlu Memiliki Area Terpisah untuk Anak Sehat dan Sakit

May 5, 2026

EDITOR'S PICK

Deklarasi Perang Hukum Melawan Jokowi Bismillah

Deklarasi Perang Hukum Melawan Jokowi Bismillah

June 19, 2026
Persiapan Mackenyu untuk Berperan sebagai Zoro di One Piece Season 2, Latihan Intens dan Perubahan Fisik

Persiapan Mackenyu untuk Berperan sebagai Zoro di One Piece Season 2, Latihan Intens dan Perubahan Fisik

May 3, 2026
Perampokan Brutal di Rumah Mewah Menteng, Emas 500 Gram Hilang

Perampokan Brutal di Rumah Mewah Menteng, Emas 500 Gram Hilang

June 19, 2026
Cegah Sejak Dini, Cara Mendidik Anak Laki-laki untuk Hindari Pelecehan Verbal

Cegah Sejak Dini, Cara Mendidik Anak Laki-laki untuk Hindari Pelecehan Verbal

May 16, 2026
RS-MEDIKABSD-LOGO2

Rs-MedikaBSD - Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini.

Follow us

Categories

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Recent Posts

  • Imbauan Menteri PANRB untuk Fleksibilitas ASN dalam Menyekolahkan Anak
  • Dua Pencuri Kabel Senilai Rp143 Juta Ditangkap Polisi di Cikarang
  • Rudi Margono Dilantik Sebagai Plt Jampidsus Menggantikan Febrie Adriansyah
  • Bupati Gowa Dilaporkan Mantan Suami Terkait Dugaan Keterangan Palsu dalam Sidang Cerai
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In