• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Wednesday, June 10, 2026
RS-MedikaBSD
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Wellness & Diet

Pengasuh Ponpes Pekalongan Diduga Menyebabkan Puluhan Santriwati Diculik

Hardi by Hardi
May 28, 2026
in Wellness & Diet
0
Pengasuh Ponpes Pekalongan Diduga Menyebabkan Puluhan Santriwati Diculik
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kepolisian setempat di Pekalongan, Jawa Tengah, baru saja melakukan penangkapan terhadap seorang pengasuh pondok pesantren, Abdul Khalim Fadlun, terkait dengan dugaan tindakan pencabulan. Kasus ini mencuat setelah beberapa santri yang berusia antara 17 hingga 25 tahun melapor kepada pihak berwajib, dan pihak kepolisian kini tengah melakukan investigasi lebih jauh.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, menyatakan bahwa saat ini pihaknya sudah menangkap pelaku dan sedang memeriksa enam orang korban. Namun, ia juga mengungkapkan bahwa ada kemungkinan korban lain, yang hingga kini belum melapor, mencapai lebih dari 25 orang.

READ ALSO

MenLH Tegaskan Penutupan TPA di Indonesia Tidak Akan Terjadi

Penambahan Honorer Jadi Beban dan Ancaman bagi Daerah

Penangkapan ini dilakukan setelah sekelompok massa dari organisasi masyarakat melakukan penggerudukan di lokasi pondok. Dengan tindakan ini, mereka berharap agar pihak pengelola dapat memberikan penjelasan terkait dugaan asusila yang terjadi di lingkungan pendidikan tersebut.

Detail Kasus Pencabulan yang Mengguncang Pondok Pesantren

Pengasuh pondok pesantren yang ditangkap saat ini menjadi sorotan publik karena dugaan pelanggaran hukum yang sangat serius. Proses pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Satreskrim Polres Pekalongan Kota kini sedang berlangsung untuk menemukan fakta-fakta lebih lanjut dari kejadian tersebut.

Beberapa santri yang menjadi korban juga telah dimintai keterangan dan berharap untuk mendapatkan keadilan dari pihak berwenang. Situasi ini menciptakan ketegangan di kalangan santri dan orang tua mereka, yang mencemaskan keselamatan anak-anak mereka.

Hasil dari penyelidikan awal menunjukkan bahwa perilaku tidak pantas telah terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama, yang memicu gelombang reaksi dari masyarakat, terutama keluarga para santri yang dikhawatirkan menjadi target dari pelaku.

Reaksi Masyarakat terhadap Penangkapan Pengasuh Ponpes

Setelah ditangkapnya pengasuh ponpes, massa yang mengatasnamakan Yakuza Mangenes melakukan aksi di lokasi untuk menuntut pertanggungjawaban lebih lanjut dari pihak pengelola pondok pesantren. Kehadiran mereka di lokasi menciptakan kerumunan yang cukup besar, menandakan tingginya perhatian masyarakat terhadap kasus ini.

Mereka mendesak agar semua santri berani melapor, khususnya mereka yang pernah menjadi korban. Beberapa mantan santriwati memberikan kesaksian di depan massa untuk mendorong teman-teman mereka untuk berbicara dan mengambil tindakan hukum.

Pihak berwenang yang datang untuk menenangkan situasi langsung mengamankan Abdul Khalim Fadlun agar tidak menjadi sasaran amuk masa. Ini menunjukkan bahwa masalah ini telah menyentuh nuansa emosional di masyarakat, mengingat nilai agama dan pendidikan di pondok pesantren yang sangat dihormati.

Permasalahan yang Dihadapi oleh Korban dan Pelaporan

Dari laporan yang diterima, juru bicara Yakuza Mangenes, Eko Ebes, mengindikasikan bahwa ada ancaman bagi para korban yang belum berani melapor. Kini, hanya enam dari puluhan tuduhan yang diterima yang telah dilaporkan secara resmi ke kepolisian.

Ada banyak pertimbangan dari para korban mengapa mereka ragu untuk mengungkapkan pengalaman mereka, termasuk rasa malu dan takut akan stigma sosial. Hal ini menunjukkan pentingnya dukungan psikologis dan hukum bagi para santri yang telah mengalami trauma.

Sebagian besar masyarakat mendesak agar kasus ini ditangani secara transparan dan adil, sementara beberapa dari mereka juga meminta agar pemerintahan dan lembaga pendidikan lebih proaktif dalam menangani kasus serupa di masa depan. Kewaspadaan dan tindakan preventif dianggap penting untuk melindungi generasi muda dari perilaku predator.

Tags: DiculikDidugaMenyebabkanPekalonganPengasuhPonpesPuluhanSantriwati

Related Posts

MenLH Tegaskan Penutupan TPA di Indonesia Tidak Akan Terjadi
Wellness & Diet

MenLH Tegaskan Penutupan TPA di Indonesia Tidak Akan Terjadi

June 10, 2026
Penambahan Honorer Jadi Beban dan Ancaman bagi Daerah
Wellness & Diet

Penambahan Honorer Jadi Beban dan Ancaman bagi Daerah

June 9, 2026
55 Dapur di Batam Tak Beroperasi, Anggaran Dapat Klaim Belum Turun
Wellness & Diet

55 Dapur di Batam Tak Beroperasi, Anggaran Dapat Klaim Belum Turun

June 9, 2026
Manajemen DWP Diperiksa Bareskrim Terkait Promosi Whip Pink 2023
Wellness & Diet

Manajemen DWP Diperiksa Bareskrim Terkait Promosi Whip Pink 2023

June 8, 2026
Hasto PDIP Prihatin Korupsi MBG: Upaya Pencegahan Sejak Awal Diperlukan
Wellness & Diet

Hasto PDIP Prihatin Korupsi MBG: Upaya Pencegahan Sejak Awal Diperlukan

June 8, 2026
Buruh Tanggapi Berita Said Iqbal Akan Masuk Kabinet Prabowo
Wellness & Diet

Buruh Tanggapi Berita Said Iqbal Akan Masuk Kabinet Prabowo

June 7, 2026
Next Post
Viral, Pengemudi Diduga Taksi Online Emosi dan Rusak Kendaraan di JORR

Viral, Pengemudi Diduga Taksi Online Emosi dan Rusak Kendaraan di JORR

POPULAR NEWS

Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

April 28, 2026
Perubahan Perilaku Anak Sebagai Indikator Red Flag di Tempat Penitipan Anak Orangtua Harus Peka

Perubahan Perilaku Anak Sebagai Indikator Red Flag di Tempat Penitipan Anak Orangtua Harus Peka

May 2, 2026
Anggota TNI AD Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Saat Bertugas di Kemhan

Anggota TNI AD Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Saat Bertugas di Kemhan

April 27, 2026
Hentikan Penyebaran Video Kecelakaan Kereta Ada Trauma Kedua bagi Keluarga Korban

Hentikan Penyebaran Video Kecelakaan Kereta Ada Trauma Kedua bagi Keluarga Korban

April 29, 2026
Kritik Mahasiswa terhadap Pengamanan Ketat di UNM saat Hardiknas di Makassar

Kritik Mahasiswa terhadap Pengamanan Ketat di UNM saat Hardiknas di Makassar

May 2, 2026

EDITOR'S PICK

Ribet di Awal Agar Terhindar dari Penyakit saat Tur Stand Up Comedy

Ribet di Awal Agar Terhindar dari Penyakit saat Tur Stand Up Comedy

April 27, 2026
Anak Bukan Dewasa Kecil IDAI Jelaskan Alasan Tidak Mengajak Batita Mendaki Gunung

Anak Bukan Dewasa Kecil IDAI Jelaskan Alasan Tidak Mengajak Batita Mendaki Gunung

May 21, 2026
Tim Pemburu Begal Polda Metro Siaga 24 Jam

Tim Pemburu Begal Polda Metro Siaga 24 Jam

May 16, 2026
Pramono Jelaskan Mengapa CFD Rasuna Said Mulai Berlaku 1 Juni Mendatang

Pramono Jelaskan Mengapa CFD Rasuna Said Mulai Berlaku 1 Juni Mendatang

May 18, 2026
RS-MEDIKABSD-LOGO2

Rs-MedikaBSD - Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini.

Follow us

Categories

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Recent Posts

  • MenLH Tegaskan Penutupan TPA di Indonesia Tidak Akan Terjadi
  • Investigasi Bersama KPK dan Polri Kasus Bupati Muara Enim
  • Penambahan Honorer Jadi Beban dan Ancaman bagi Daerah
  • Kapolri Tanggapi Perubahan Usia Pensiun dalam RUU Polri
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In