jang minimal 800–1000 kata, tanpa menambahkan tag
atau
,
| atau | bisa kamu tambahkan di susunan manapun asal jangan di awal ataupun akhir. Jangan tambahkan atau di awal/akhir, dan hilangkan semua brand dan domain sumber. Gunakan gaya penulisan editorial naratif profesional dan tidak membosankan.
Gunakan susunan berikut ini: susunan pertama (isi paragraf pertama langsung 2 kalimat, minimal 50 kata) tambahkan 2–3 (masing-masing 2 kalimat, 50 kata) susunan kedua (minimal 8 kata)tambahkan 3–5 (masing-masing 2 kalimat, 50 kata) susunan ketiga (minimal 8 kata)tambahkan 3–5 (masing-masing 2 kalimat, 50 kata) susunan keempat (minimal 8 kata)tambahkan 3–5 (masing-masing 2 kalimat, 50 kata) Hilangkan semua yang terkait dengan “liputan6” atau “liputan6.com”. Langsung berikan hasil dalam format HTML bersih tanpa tag , dan jangan tambahkan pembuka atau penutup dari kamu ya:
Liputan6.com, Jakarta – Pendiri Martha Tilaar Group, Dr. (H.C.) Martha Tilaar, meninggal dunia pada Rabu pagi (14/10/2026) dalam usia 89 tahun. Sosok pelopor industri kecantikan Indonesia ini meninggalkan warisan penting, mulai dari pengembangan kosmetik lokal hingga perjuangannya melestarikan jamu sebagai kearifan tradisional Nusantara. Martha Tilaar meninggal dunia sekitar pukul 06.00 WIB di RS Medistra, Jakarta. Jenazahnya disemayamkan di rumah keluarga di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Hingga Rabu pagi, keluarga belum menetapkan jadwal dan lokasi pemakaman. Selama lebih dari lima dekade, Martha dikenal sebagai pengusaha yang menggabungkan tradisi kecantikan Nusantara dengan ilmu kosmetik modern. Perhatiannya terhadap kekayaan alam Indonesia juga terlihat dari upayanya mengembangkan produk kecantikan berbahan alami dan melestarikan pengetahuan tradisional, termasuk jamu. Pesan Martha Tilaar tentang Jamu IndonesiaDalam wawancara dengan jurnalis Liputan6.com pada 2013, Martha Tilaar pernah menyampaikan keprihatinannya terhadap citra jamu yang menurun akibat temuan produk yang mengandung bahan kimia obat. Menurut Martha, kebiasaan masyarakat yang menginginkan hasil instan menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kepercayaan terhadap jamu tradisional. “Orang kita itu maunya instan. Misalnya saja sakit kepala, pusing. Orang masih memilih mengonsumsi jamu yang ada bahan kimianya. Itu sebenarnya tidak boleh. Karena ada science effect-nya, yaitu keracunan,” kata Martha Tilaar kala itu. Dia, menilai, masyarakat perlu memahami bahwa jamu tradisional seharusnya tidak dicampur dengan bahan kimia obat secara sembarangan. Penggunaan bahan tersebut tanpa pengawasan dapat menimbulkan risiko kesehatan. Martha juga menjelaskan pandangannya mengenai konsep yin dan yang dalam pengolahan tanaman herbal. Menurutnya, terdapat tanaman yang bersifat panas dan dingin sehingga penggunaannya perlu dipahami dengan baik. Namun, manfaat jamu untuk mengatasi penyakit tertentu tetap perlu dinilai berdasarkan bukti ilmiah. Jamu juga tidak dapat dianggap sebagai pengganti pengobatan medis yang terbukti efektif. Berawal dari Salon Kecil di MentengMartha Tilaar lahir di Gombong, Jawa Tengah, pada 4 September 1937. Dia mendalami pendidikan kecantikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat. Perjalanan bisnisnya di Indonesia dimulai pada 1970, ketika dia membuka salon di sebuah garasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Usaha itu berkembang hingga melahirkan Martha Griya Salon dan berbagai produk kecantikan lokal. Sejumlah merek yang dikembangkan melalui kiprahnya antara lain Sariayu, Biokos, Belia, dan PAC. Dia turut memperkenalkan kekayaan bahan alami Indonesia sebagai bagian dari pengembangan industri kosmetik Tanah Air. Jamu sebagai Warisan NusantaraSelain mengembangkan bisnis kecantikan, Martha Tilaar berupaya memperkenalkan pemanfaatan tanaman herbal kepada masyarakat. Dia pernah menceritakan kegiatan penanaman tanaman jamu di daerah dengan angka kematian ibu melahirkan yang tinggi. Para perempuan setempat diajarkan menanam dan mengolah jamu secara sederhana. Bagi Martha, pelestarian jamu perlu dimulai dari keluarga dan diteruskan kepada generasi berikutnya. “Saya terus bertahan karena ini adalah kearifan dunia yang ditinggalkan kepada kita,” ujarnya. Kepergiannya menjadi kehilangan bagi industri kecantikan sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kekayaan budaya Nusantara, termasuk jamu, dengan tetap mengutamakan keamanan dan bukti ilmiah. Contoh paragraf pertama… Contoh paragraf kedua… Contoh subhead pertama…
Related PostsPOPULAR NEWSEDITOR'S PICKCategories© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id. © 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id. |
|---|