• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Friday, August 7, 2026
RS-MedikaBSD
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Asah Otak

Dampak Mengikat Kaki Bayi bagi Tumbuh Kembang dan Tanda Bahayanya di Viral Daycare

Hardi by Hardi
May 7, 2026
in Asah Otak
0
Dampak Mengikat Kaki Bayi bagi Tumbuh Kembang dan Tanda Bahayanya di Viral Daycare
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kasus yang terjadi di Daycare Little Aresha di Yogyakarta baru-baru ini telah memicu perhatian luas di masyarakat, terutama di kalangan orang tua. Dugaan praktik mengikat kaki bayi yang dilakukan di tempat tersebut mengundang kekhawatiran akan dampaknya terhadap tumbuh kembang anak.

Praktik pembatasan gerak pada bayi tidak hanya dicap sebagai masalah sepele, tetapi dapat menimbulkan konsekuensi yang serius. Para ahli menggarisbawahi pentingnya memberikan kebebasan bergerak bagi bayi demi mendukung proses tumbuh kembang yang optimal.

READ ALSO

Pentingnya Memilih Peralatan Aman dan Food Grade untuk MPASI Anak Kecil

Pilih Sepatu dan Sandal Anak yang Tepat untuk Mendukung Tumbuh Kembang Kaki

Ketua Health Collaborative Center (HCC), dr. Ray Wagiu Basrowi, menekankan bahwa kebebasan bergerak adalah hal yang fundamental bagi bayi. Gerakan yang dilakukan oleh bayi, seperti menendang, berguling, dan merangkak, merupakan bagian penting dari proses belajar mereka yang harus diberikan kesempatan untuk berkembang.

“Setiap gerakan adalah bagian dari stimulasi motorik yang krusial,” tambah Ray. Mengikat kaki bayi bisa menghambat kemampuan motorik kasar mereka, dan hal ini dapat mengurangi kesempatan untuk mengembangkan otot serta koordinasi.

Keadaan ini, jika terus berlanjut, dapat mengganggu tahapan perkembangan berikutnya, termasuk kemampuan untuk berdiri dan berjalan. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan tersebut.

Kesehatan Fisik dan Perkembangan Motorik Bayi

Pembatasan gerakan pada bayi tidak hanya berdampak pada perkembangan motoriknya, tetapi juga berpengaruh pada perkembangan otak. Ketika bayi diberi kesempatan untuk bergerak, otak mereka dapat membangun koneksi yang diperlukan antara kemampuan sensorik dan motorik.

“Eksplorasi adalah cara yang alami bagi bayi untuk belajar tentang dunia di sekitar mereka,” ungkap Ray. Jika gerakan-si kecil dibatasi, maka pengalaman belajar yang mereka dapatkan dalam tahap-tahap awal kehidupannya juga berkurang.

Lebih jauh, aspek emosional bayi juga terpengaruh. Anak-anak yang terikat cenderung merasa tidak nyaman bahkan berisiko mengalami stres akibat kehilangan rasa aman. Hal ini dapat menyebabkan mereka panik dan cenderung berteriak berlebihan.

Pentingnya Kebebasan Dalam Proses Pembelajaran Bayi

Dalam jangka panjang, pembatasan ini juga bisa memengaruhi kelekatan (attachment) dan rasa percaya mereka terhadap lingkungan. Bayi yang tidak merasa nyaman atau aman dapat mengalami kesulitan dalam hubungan sosial di masa depan.

Risiko fisik dari mengikat kaki juga harus menjadi perhatian. Tekanan berlebih bisa mengganggu sirkulasi darah dan berpotensi menimbulkan bekas merah, lecet, hingga nyeri di bagian tubuh yang terikat.

Dalam beberapa situasi yang ekstrem, bayi dapat mengalami mati rasa akibat tekanan yang tidak seharusnya. “Hal-hal sederhana seperti ini sering dianggap remeh tetapi bisa menyebabkan masalah serius jika berlangsung terus-menerus,” tegas Ray.

Pengaruh Terhadap Kualitas Tidur Bayi

Kualitas tidur bayi juga berpotensi terganggu karena keterbatasan gerak. Sebagaimana kita tahu, bayi memerlukan posisi tidur yang nyaman dan fleksibel agar dapat beristirahat dengan optimal.

Jika gerakan mereka dibatasi, bayi menjadi lebih gelisah, sering terbangun, dan akhirnya tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup. Ini dapat menyebabkan dampak negatif yang berkepanjangan terhadap kesehatan mereka.

Penting bagi orang tua untuk peka terhadap sinyal-sinyal bahaya. Terutama ketika anak dititipkan di daycare, ada beberapa tanda yang perlu dicermati, seperti ketakutan saat ditinggal dan perubahan pola tidur atau nafsu makan.

Tanda-tanda Bahaya yang Perlu Diketahui Orang Tua

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah munculnya bekas luka atau lebam, serta perilaku menangis berlebihan saat dijemput. “Setiap perubahan yang signifikan dalam perilaku anak harus mendapat perhatian serius,” ungkap Ray.

Jika orang tua melihat adanya tanda-tanda yang mencurigakan, disarankan untuk tidak mengabaikannya. Itu bisa menjadi sinyal bahwa anak merasa tidak nyaman atau mengalami suatu hal yang tidak baik di lingkungan daycare.

Sebagai langkah pencegahan, orang tua disarankan untuk secara rutin memeriksa kondisi fisik anak. Mengamati adanya perubahan perilaku dan menjaga komunikasi yang baik dengan pihak daycare juga sangat disarankan.

Melakukan kunjungan mendadak ke daycare bisa menjadi langkah yang bijak untuk memastikan bahwa lingkungan tempat anak diasuh sesuai dengan standar yang diharapkan. “Keberanian untuk bertanya dan melindungi anak adalah hal yang penting.” pungkas Ray.

Tags: bagiBahayanyaBayiDampakdanDaycareKakiKembangMengikatTandaTumbuhViral

Related Posts

Pentingnya Memilih Peralatan Aman dan Food Grade untuk MPASI Anak Kecil
Asah Otak

Pentingnya Memilih Peralatan Aman dan Food Grade untuk MPASI Anak Kecil

July 30, 2026
Pilih Sepatu dan Sandal Anak yang Tepat untuk Mendukung Tumbuh Kembang Kaki
Asah Otak

Pilih Sepatu dan Sandal Anak yang Tepat untuk Mendukung Tumbuh Kembang Kaki

July 22, 2026
8 Rekomendasi Tas Bayi Multifungsi untuk Perjalanan Nyaman Bersama Si Kecil
Asah Otak

8 Rekomendasi Tas Bayi Multifungsi untuk Perjalanan Nyaman Bersama Si Kecil

July 15, 2026
Pilihan Piyama Anak yang Nyaman dan Aman untuk Tidur Selain Sekadar Lucu
Asah Otak

Pilihan Piyama Anak yang Nyaman dan Aman untuk Tidur Selain Sekadar Lucu

June 23, 2026
Cek Komposisi Sebelum Memilih Susu Anak, Pertama di Indonesia Dari Susu Segar
Asah Otak

Cek Komposisi Sebelum Memilih Susu Anak, Pertama di Indonesia Dari Susu Segar

June 11, 2026
Banyak Orang Tua Mengalami Kelelahan, Penyebab Utama Ternyata Bukan Anak
Asah Otak

Banyak Orang Tua Mengalami Kelelahan, Penyebab Utama Ternyata Bukan Anak

May 22, 2026
Next Post
Tragedi Anak SD Gantung Diri di NTT, Menkes Tanggapi Krisis Kesehatan Mental Anak

Tragedi Anak SD Gantung Diri di NTT, Menkes Tanggapi Krisis Kesehatan Mental Anak

POPULAR NEWS

Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

April 28, 2026
Forum Ketua PWNU Ajak Muktamar PBNU Segera Dilaksanakan Awal Agustus 2026

Forum Ketua PWNU Ajak Muktamar PBNU Segera Dilaksanakan Awal Agustus 2026

April 28, 2026
29 Orang Dirawat di RS, 3 Menyusul Meninggal Dunia

29 Orang Dirawat di RS, 3 Menyusul Meninggal Dunia

April 27, 2026
Daycare Perlu Memiliki Area Terpisah untuk Anak Sehat dan Sakit

Daycare Perlu Memiliki Area Terpisah untuk Anak Sehat dan Sakit

May 5, 2026
Perubahan Perilaku Anak Sebagai Indikator Red Flag di Tempat Penitipan Anak Orangtua Harus Peka

Perubahan Perilaku Anak Sebagai Indikator Red Flag di Tempat Penitipan Anak Orangtua Harus Peka

May 2, 2026

EDITOR'S PICK

Ciptakan Momen Hangat Bersama Siswa SLB di GAMAS

Ciptakan Momen Hangat Bersama Siswa SLB di GAMAS

July 14, 2026
KM Nurul Salsa Karam di Selayar: 49 Selamat, 1 Tewas, 24 Orang Hilang

KM Nurul Salsa Karam di Selayar: 49 Selamat, 1 Tewas, 24 Orang Hilang

July 16, 2026
Tambah CCTV dan Pengeras Suara di Pelican Crossing oleh Dishub DKI

Tambah CCTV dan Pengeras Suara di Pelican Crossing oleh Dishub DKI

July 25, 2026
Sindrom Turner: Kelainan Kromosom yang Menyebabkan Anak Perempuan Pendek

Sindrom Turner: Kelainan Kromosom yang Menyebabkan Anak Perempuan Pendek

May 7, 2026
RS-MEDIKABSD-LOGO2

Rs-MedikaBSD - Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini.

Follow us

Categories

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Recent Posts

  • Dokter Harus Memiliki Empati yang Cukup dalam Praktek Kedokteran
  • Prabowo Antusias Mengamati Perkembangan Teknologi dan Riset BRIN
  • Prabowo Antusias Menyimak Perkembangan Teknologi dan Hasil Penelitian BRIN
  • IDI Menanggapi Komentar Nirempati Tenaga Kesehatan di Utas Pasien Yurizal
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In