Sebanyak sepuluh ribu massa dari kelompok pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) merencanakan aksi damai yang akan diadakan di Surabaya, Jawa Timur. Aksi ini diadakan sebagai respons terhadap kasus penganiayaan yang menimpa dua pesilat yang bekerja sebagai petugas valet di daerah Tegalsari.
Terjadinya kasus pemukulan dan pembacokan oleh oknum debt collector terhadap pesilat tersebut menjadi alasan utama aksi tersebut. Rencana aksi damai sudah disampaikan kepada pihak kepolisian melalui surat yang beredar di media sosial.
Dalam surat yang dikirimkan kepada Kapolrestabes Surabaya, rencana aksi damai akan dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB. Lokasi aksi terfokus di markas debt collector di Jalan Teuku Umar dan juga Markas Polrestabes Surabaya.
Rincian Rencana Aksi Damai yang Akan Dilaksanakan
Massa yang akan berpartisipasi dalam aksi tersebut menyampaikan tuntutan mendesak agar pihak berwenang segera menangkap para pelaku penganiayaan. Kasus ini melibatkan dua korban, yaitu Feri yang berusia 25 tahun dan Didik yang berusia 28 tahun.
Menurut informasi dari Kompol Awaludin Wijaya, kepala satuan intelkam Polrestabes Surabaya, pihak kepolisian telah menerima surat pemberitahuan mengenai aksi damai tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait rencana aksi ini.
Awaludin menambahkan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak yang dilindungi oleh hukum. Oleh karena itu, pihak kepolisian siap untuk memfasilitasi audiensi agar aksi damai tersebut dapat berjalan dengan tertib dan aman.
Peran Pihak Kepolisian dalam Menjaga Keamanan Aksi
Pihak kepolisian berharap agar massa aksi dapat menjaga ketertiban selama berlangsungnya demonstrasi. Keamanan adalah prioritas utama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam aksi damai nanti.
Awaludin mengungkapkan bahwa Surabaya adalah rumah bagi semua warganya, yang perlu dijaga bersama. Setiap individu diharapkan untuk berkontribusi dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
Dia juga menyerukan kepada peserta agar melakukan aksi dengan damai dan tidak melanggar hukum, demi kebaikan bersama. Mediasi juga menjadi salah satu langkah yang diharapkan dalam menyelesaikan permasalahan ini sebelum aksi dilakukan.
Tanggapan Masyarakat dan Komunitas Terhadap Aksi ini
Reaksi masyarakat terhadap rencana aksi ini beragam, ada yang mendukung dan ada pula yang bersikap skeptis. Dukungan datang dari anggota komunitas pesilat dan warga yang merasa perlu untuk memperjuangkan keadilan bagi korban.
Sementara itu, sebagian masyarakat lain mengharapkan agar aksi ini tidak menimbulkan kericuhan. Mereka menyadari pentingnya mengeksplorasi tindakan damai sebagai cara untuk menyuarakan pendapat.
Aksi damai ini juga mengundang perhatian media sosial, di mana banyak pihak mengekspresikan pendapatnya. Ada harapan agar aksi ini berjalan seru lalu menghasilkan dampak positif bagi masyarakat dan hukum di sekitar sini.
















