Ribuan warga memadati Lapangan Karebosi untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah di Makassar pada Rabu pagi. Ibadah ini berlangsung dengan khidmat, menciptakan suasana penuh kebersamaan di jantung kota.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turut hadir bersama rombongan pejabat dan tokoh masyarakat. Mereka bersama-sama mengikuti salat yang dimulai tepat pukul 06.40 WITA.
Acara ini juga dihadiri oleh banyak tokoh agama, mantan pejabat kota, serta sejumlah unsur Forkopimda, termasuk Kapolrestabes dan Dandim Makassar. Semua hadir dalam semangat saling menghargai dan mendukung satu sama lain dalam ibadah tersebut.
Makna dalam Ibadah Iduladha bagi Komunitas Makassar
Dalam kesempatan ini, khatib yang ditunjuk, Muhammad Ishaq Samad, membawakan khotbah yang menggugah semangat. Sementara itu, Ustaz Dwi Cahya Oktianto memimpin pelaksanaan salat dengan penuh kekhidmatan.
Wali Kota Munafri memberikan perhatian khusus pada nilai-nilai yang terkandung dalam Idul Adha. Dia mengungkapkan bahwa hari raya kurban bukanlah sekadar ritual, tetapi juga menjadi pengingat untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Harapan kita adalah setiap pengorbanan dalam ibadah kurban ini memberikan keberkahan serta mempererat tali silaturahmi di antara kita,” kata Munafri. Sederhananya, semangat berbagi dan gotong royong harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Makassar.
Peringatan Nilai-Nilai Keikhlasan dan Pengorbanan
Wali kota yang akrab disapa Appi berharap masyarakat dapat meneladani sikap Nabi Ibrahim AS. Keikhlasan dan ketaatan Nabi dalam menjalankan perintah Allah SWT diharapkan menjadi contoh bagi setiap individu.
Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan. Menurutnya, dukungan terhadap pembangunan kota akan lebih bermakna jika semua pihak berkolaborasi dengan baik.
“Mari kita terus bangun kebersamaan dan kolaborasi, mendukung setiap proses pembangunan di Makassar,” imbuhnya. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Momen Iduladha sebagai Sarana Memperkuat Solidaritas
Aliyah Mustika Ilham, Wakil Wali Kota, menyampaikan harapannya agar Idul Adha menjadi momentum untuk memperkuat rasa empati dan solidaritas. Hal ini sangat penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.
“Idul Adha seharusnya bukan hanya sekadar ibadah kurban, tetapi juga cara kita untuk saling berbagi dan menjaga hubungan satu sama lain,” ujarnya. Dia berharap semangat ini dapat terus diperkuat dalam setiap kegiatan masyarakat.
Aliyah juga menjelaskan bahwa berbagi kepada sesama merupakan tindakan yang harus jadi prioritas. Dengan membangun solidaritas, diharapkan akan ada peningkatan keharmonisan sosial yang semakin kuat di Makassar.
Nilai-Nilai yang Harus Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Menurut Aliyah, pembelajaran yang didapat dari Iduladha harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengorbanan dan keikhlasan adalah bagian dari karakter yang harus menjadi pegangan bagi masyarakat.
“Kita perlu memahami makna dari setiap ibadah, terutama dalam konteks kehidupan keluarga dan sosial,” sebut dia. Nilai-nilai berharga ini penting untuk terus diajarkan kepada generasi selanjutnya.
Melalui pelaksanaan Idul Adha, masyarakat diharapkan tidak hanya beribadah, tetapi juga menangkap intisari dari kegiatan ini. Komitmen untuk menjaga nilai-nilai tersebut adalah kunci untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
















