• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Tuesday, August 11, 2026
RS-MedikaBSD
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Berita Sehat

Tim 9 Kejagung Periksa 11 Saksi Kasus Febrie Adriansyah, 3 Tidak Hadir

Hardi by Hardi
July 30, 2026
in Berita Sehat
0
Tim 9 Kejagung Periksa 11 Saksi Kasus Febrie Adriansyah, 3 Tidak Hadir
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tim Kejaksaan Agung, yang dikenal sebagai Tim 9, sedang menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang melibatkan mantan pejabat tinggi. Pemeriksaan ini melibatkan pemeriksaan 11 saksi pada Kamis 30 Juli, tetapi sayangnya, tiga di antaranya tidak memenuhi panggilan untuk memberikan keterangan.

“Dari 11 orang saksi yang dipanggil, ada delapan yang hadir. Ini termasuk mereka yang memiliki keterangan penting terkait kasus ini,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Tim Penyidik dalam keterangannya.

READ ALSO

Kebakaran di Bromo Meluas hingga Luas 742 Hektare

Wamenhaj Dahnil Sidak Kemenhaj Jaktim Terbanyak Kasusnya

Di antara saksi yang hadir, ada nama-nama penting seperti Tan Kian dan Ferry Hongkiriwang. Pihak penyidik menyebutkan bahwa dua saksi ini diharapkan dapat memberikan informasi yang memadai untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Proses Pemanggilan Saksi yang Belum Hadir

Kejaksaan Agung memastikan bahwa meskipun beberapa saksi tidak hadir, upaya untuk melakukan pemanggilan ulang akan dilakukan. Tim penyidik ingin memastikan semua informasi terkumpul agar kasus ini bisa ditindaklanjuti secara hukum.

“Kami akan memanggil kembali saksi yang belum dapat hadir pada pemeriksaan sebelumnya, agar kami bisa mendapatkan keterangan mereka,” ucap Kapuspenkum. Ini menunjukkan keseriusan Tim 9 dalam menuntaskan penyelidikan.

Proses pemanggilan ulang juga menjadi bagian penting dalam upaya mengumpulkan bukti yang kuat. Hal ini diperlukan untuk memperkuat argumentasi hukum yang akan diajukan di persidangan nantinya.

Kasus TPPU yang Melibatkan Mantan Pejabat

Salah satu yang menjadi sorotan dalam kasus ini adalah mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus TPPU ini, yang melibatkan penemuan emas seberat 74 kilogram dan uang tunai senilai Rp543 miliar.

Ketua Tim 9 menyatakan bahwa dugaan TPPU ini terjadi selama masa jabatan Febrie sebagai jaksa. Hal ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan dalam struktur kepemerintahan yang seharusnya menjalankan fungsi penegakan hukum.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena besaran nilai yang terlibat. Temuan uang dan emas ini mengindikasikan kemungkinan praktik korupsi yang lebih luas dan terstruktur.

Implikasi Hukum yang Menanti Febrie Adriansyah

Febrie Adriansyah tidak hanya berhadapan dengan satu kasus, namun juga beberapa perkara lain. Ini memberikan gambaran bahwa penegakan hukum tengah dilakukan secara menyeluruh tanpa memandang jabatan atau posisi seseorang di dalam pemerintahan.

Kasus pertama yang melibatkan dirinya adalah dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam penyalahgunaan wewenang untuk PT Krakatau Steel. Hal ini menunjukkan adanya praktik korupsi yang melibatkan perusahaan besar yang seharusnya berjalan secara transparan.

Selain itu, kasus terkait pengadaan batu bara untuk proyek PLTU juga menyoroti kemungkinan tindak pidana korupsi yang lebih dalam. Kasus ini merugikan banyak pihak dan memicu konsumerisme yang tidak sehat dalam sektor energi.

Pendidikan Hukum dan Kesadaran Publik

Kejadian seperti ini menyoroti pentingnya pendidikan hukum bagi masyarakat. Kesadaran akan tindakan hukum yang dapat dikenakan bagi pelanggaran adalah kunci untuk meminimalisasi praktik korupsi.

Pendekatan preventif dalam pendidikan hukum akan membantu masyarakat untuk memahami implikasi dari setiap tindakan yang melanggar hukum. Ini dapat menciptakan lingkungan yang kurang ramah bagi praktik tidak etis dalam pemerintahan.

Bukan hanya pejabat publik, tetapi juga masyarakat perlu berperan aktif dalam mengawasi tindakan-tindakan yang mencurigakan. Dengan begitu, diharapkan kasus-kasus korupsi dapat lebih diminimalisir kontribusinya terhadap kerugian yang dialami negara.

Tags: AdriansyahFebrieHadirKasusKejagungPeriksaSaksiTidakTim

Related Posts

Kebakaran di Bromo Meluas hingga Luas 742 Hektare
Berita Sehat

Kebakaran di Bromo Meluas hingga Luas 742 Hektare

August 11, 2026
Wamenhaj Dahnil Sidak Kemenhaj Jaktim Terbanyak Kasusnya
Berita Sehat

Wamenhaj Dahnil Sidak Kemenhaj Jaktim Terbanyak Kasusnya

August 10, 2026
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa, Publik Diminta Sabar Tunggu Hasil Investigasi KNKT
Berita Sehat

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa, Publik Diminta Sabar Tunggu Hasil Investigasi KNKT

August 10, 2026
Respons TNI dan Polri tentang Pendaftaran Pramuka Garuda Tanpa Tes
Berita Sehat

Respons TNI dan Polri tentang Pendaftaran Pramuka Garuda Tanpa Tes

August 9, 2026
Karhutla Bangka Tengah Capai 118 Hektare Juli hingga Agustus 2026
Berita Sehat

Karhutla Bangka Tengah Capai 118 Hektare Juli hingga Agustus 2026

August 9, 2026
Target Mensos 150 Ribu Anak Masuk Sekolah Rakyat Hingga 2027
Berita Sehat

Target Mensos 150 Ribu Anak Masuk Sekolah Rakyat Hingga 2027

August 8, 2026
Next Post
Kisah Paskibraka Naila Sinapoy yang Mendapatkan Beasiswa Warwick

Kisah Paskibraka Naila Sinapoy yang Mendapatkan Beasiswa Warwick

POPULAR NEWS

Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

April 28, 2026
Forum Ketua PWNU Ajak Muktamar PBNU Segera Dilaksanakan Awal Agustus 2026

Forum Ketua PWNU Ajak Muktamar PBNU Segera Dilaksanakan Awal Agustus 2026

April 28, 2026
29 Orang Dirawat di RS, 3 Menyusul Meninggal Dunia

29 Orang Dirawat di RS, 3 Menyusul Meninggal Dunia

April 27, 2026
Hentikan Penyebaran Video Kecelakaan Kereta Ada Trauma Kedua bagi Keluarga Korban

Hentikan Penyebaran Video Kecelakaan Kereta Ada Trauma Kedua bagi Keluarga Korban

April 29, 2026
Anggota TNI AD Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Saat Bertugas di Kemhan

Anggota TNI AD Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Saat Bertugas di Kemhan

April 27, 2026

EDITOR'S PICK

KKB Tembak Dua Warga Sipil di Yahukimo, Pelaku Sedang Dikejar

KKB Tembak Dua Warga Sipil di Yahukimo, Pelaku Sedang Dikejar

April 29, 2026
Program BSPS di Jawa Timur Targetkan 33.000 Kepala Keluarga pada 2026

Program BSPS di Jawa Timur Targetkan 33.000 Kepala Keluarga pada 2026

May 3, 2026
Masalah Kesehatan Jiwa pada 10 Persen Anak Indonesia dan Peningkatan Percobaan Bunuh Diri

Masalah Kesehatan Jiwa pada 10 Persen Anak Indonesia dan Peningkatan Percobaan Bunuh Diri

May 1, 2026
Harga Obat Naik 20 Persen Karena Rupiah Melemah Dinkes Kurangi Jatah Pasien

Harga Obat Naik 20 Persen Karena Rupiah Melemah Dinkes Kurangi Jatah Pasien

June 13, 2026
RS-MEDIKABSD-LOGO2

Rs-MedikaBSD - Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini.

Follow us

Categories

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Recent Posts

  • Kebakaran di Bromo Meluas hingga Luas 742 Hektare
  • Kepala Daerah Pecah Kongsi di Tengah Isu Pilkada Tanpa Wakil
  • Wamenhaj Dahnil Sidak Kemenhaj Jaktim Terbanyak Kasusnya
  • Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri: Masih Dalam Rentang Ideal
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In