Korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II yang terjadi di perairan utara Sumenep, Madura, berbagi pengalaman menegangkan yang mereka alami. Insiden tersebut terjadi pada Minggu pagi, 2 Agustus, saat kapal dalam perjalanan antara Surabaya dan Makassar.
Salah satu penyintas, Arya, mengungkapkan bahwa pagi itu ia sedang menikmati sarapan ketika teriakan panik mengguncang ketenangan kapal. Kebakaran yang berasal dari mobil di dek bawah membuat situasi berubah menjadi kacau.
Di tengah kepanikan, Arya berusaha mendapatkan pelampung sambil melihat sekeliling. Ia menyadari bahwa semua penumpang menyerbu menuju dek depan untuk menyelamatkan diri mereka sendiri.
Kronologi Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Sumenep
Menurut informasi yang diperoleh, kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Para penumpang yang terjebak dalam kapal mengalami ketakutan yang luar biasa ketika suasana menjadi semakin panas dan berasap.
Arya menceritakan bagaimana ia melihat api menjalar dengan cepat dan terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Keputusannya itu seiring dengan langkah berani puluhan penumpang lainnya yang juga melompat untuk mencari keselamatan.
Sementara itu, Reza, penumpang lainnya, juga mengalami hal serupa. Ia mencoba mencari sepupunya di tengah asap yang menyelimuti kapal sebelum akhirnya memilih untuk melompat ke laut demi keselamatannya.
Penyelamatan Penumpang di Tengah Lautan
Setelah terombang-ambing selama lima jam di laut, Arya dan 11 penyintas lainnya akhirnya diselamatkan oleh kapal tanker. Mereka segera dipindahkan ke KRI Nala-363 yang datang untuk melakukan evakuasi.
Penolakan untuk menyerah menjadi tema utama dalam cerita para penyintas. Mereka merasa bersyukur mendapatkan bantuan dan selamat dari situasi yang sangat berbahaya. Arya mengingat momen saat kapal Pertamina mendekat dan memberikan harapan baru.
Sementara itu, Reza juga berhasil diselamatkan setelah melompat ke laut dan menunggu kapal melintas. Pengalaman tersebut membekas dalam pikirannya dan akan menjadi kenangan yang tak terlupakan.
Respons Tim SAR dan Penanganan Pasca Kebakaran
Setelah menerima informasi tentang kebakaran, tim SAR segera bergerak untuk melakukan penyelamatan. Mereka berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan posisi kapal dan jumlah penumpang yang berada di dalamnya.
Setelah evakuasi dilaksanakan, terdapat total 234 penumpang yang berada di KMP Mutiara Sentosa II. Dari jumlah tersebut, 229 orang berhasil diselamatkan, sedangkan lima orang lainnya dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengungkapkan bahwa komunikasi dengan nakhoda kapal sempat terputus. Hal ini menambah tantangan dalam proses penyelamatan penumpang yang terjebak.
Kepanikan Penumpang dan Upaya Evakuasi
Kepanikan yang melanda penumpang terlihat jelas ketika mereka berlarian mencari pelampung dan jalan keluar. Situasi semakin memburuk dengan asap tebal yang membuat mereka sulit bernapas.
Banyak penumpang merasa perlu untuk segera mengambil keputusan cepat dalam situasi tersebut. Reza, yang berusaha mencari pelampung, harus menghadapi kenyataan pahit bahwa tidak semua orang dapat diselamatkan.
Meski mengalami trauma, kisah penyintas seperti Arya dan Reza menunjukkan betapa pentingnya kerjasama dan keberanian dalam menghadapi situasi darurat. Keduanya berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi pihak pelayaran untuk meningkatkan keselamatan penumpang.
















