jang minimal 800–1000 kata, tanpa menambahkan tag
atau
,
| atau | bisa kamu tambahkan di susunan manapun asal jangan di awal ataupun akhir. Jangan tambahkan atau di awal/akhir, dan hilangkan semua brand dan domain sumber. Gunakan gaya penulisan editorial naratif profesional dan tidak membosankan.
Gunakan susunan berikut ini: susunan pertama (isi paragraf pertama langsung 2 kalimat, minimal 50 kata) tambahkan 2–3 (masing-masing 2 kalimat, 50 kata) susunan kedua (minimal 8 kata)tambahkan 3–5 (masing-masing 2 kalimat, 50 kata) susunan ketiga (minimal 8 kata)tambahkan 3–5 (masing-masing 2 kalimat, 50 kata) susunan keempat (minimal 8 kata)tambahkan 3–5 (masing-masing 2 kalimat, 50 kata) Hilangkan semua yang terkait dengan “liputan6” atau “liputan6.com”. Langsung berikan hasil dalam format HTML bersih tanpa tag , dan jangan tambahkan pembuka atau penutup dari kamu ya:
Liputan6.com, Jakarta – Pada 15 Oktober 2026, saya memberi kuliah umum kepada lebih dari 250 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Saya selalu senang dan bersemangat dapat bertemu mahasiswa, melihat antusiasme mereka, kemampuannya memahami kuliah, dan celetukan yang khas ‘mahasiswa banget’. Ada lima hal yang saya sampaikan. Pertama adalah tentang pandemi mendatang setelah COVID-19. Pada dasarnya, secara ilmiah, memang akan ada pandemi mendatang. Hanya, kita tidak tahu kapan akan terjadi dan penyakit apa yang akan menjadi penyebab pandemi. Oleh sebab itu, tentu kita dan dunia perlu siap, apalagi karena dahulu ternyata dunia tidak siap waktu menghadapi pandemi H1N1 2009 dan juga COVID-19. Hal kedua yang saya sampaikan adalah setidaknya ada tiga kesiapan yang diperlukan untuk menghadapi pandemi mendatang. Pertama adalah obat, kedua adalah vaksin, dan ketiga adalah aturan kesehatan internasional. Untuk hal ini, memang sudah ada kesepakatan tentang “Pandemic Agreement”, tetapi masih banyak bahasan tentang “Pathogen Access and Benefit Sharing (PABS)”. Hal ketiga yang saya sampaikan adalah tentang perlunya pemahaman dan penerapan konsep Satu Kesehatan (One Health), yang meliputi kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan. Dalam hal ini, perlu juga dipahami oleh para mahasiswa FK bahwa penyakit yang berhubungan dengan hewan (zoonosis) jumlahnya makin berkembang dan merupakan salah satu kemungkinan penyebab pandemi mendatang. Hal keempat yang saya sampaikan adalah lima tantangan kesehatan dunia (global health). Pertama adalah penyakit menular, khususnya yang emerging dan reemerging, dan kedua adalah berbagai jenis penyakit tidak menular (PTM). Ketiga adalah kejadian resistensi antimikroba (antimicrobial resistance atau AMR), yang bahkan sering disebut sebagai “silent pandemi” atau pandemi senyap. Keempat adalah pemanfaatan teknologi, utamanya di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI). Kelima adalah perubahan iklim (climate change) yang terus melanda dunia. Bagi kita, salah satu dampak nyatanya sekarang adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sudah lebih dari tiga bulan berjalan. Hal kelima yang saya sampaikan adalah pengenalan tentang WHO. Saya jelaskan bahwa WHO memiliki kantor pusat di Jenewa dan dipimpin oleh Direktur Jenderal. WHO juga ada di enam kawasan regional yang masing-masing dipimpin oleh Direktur Regional, serta memiliki kantor di negara-negara anggota WHO. Pada kesempatan kuliah ini, saya “tawarkan” juga agar para mahasiswa, sesudah lulus kelak, dapat mempertimbangkan opsi berkarier di WHO, tentu selain potensi bekerja di tanah air kita. Yang jelas, lulusan Fakultas Kedokteran harus mampu berbakti bagi kesehatan manusia, di negara kita dan juga di dunia. Prof. Tjandra Yoga Aditama Guru Besar Fakultas Kedokteran sejak 2008 Contoh paragraf pertama… Contoh paragraf kedua… Contoh subhead pertama…
Related PostsPOPULAR NEWSEDITOR'S PICKCategories© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id. © 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id. |
|---|