Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin baru saja melantik 14 Kepala Kejaksaan Tinggi dan beberapa Pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung. Pelantikan ini berlangsung di Gedung Utama dan dihadiri oleh seluruh pejabat yang berhubungan serta perwakilan Komisi Kejaksaan. Dalam sambutannya, Burhanuddin menekankan pentingnya perubahan pola kerja agar lebih adaptif terhadap zaman.
Ia juga menyatakan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar formalitas, melainkan merupakan amanah untuk memimpin perubahan. Oleh sebab itu, setiap pejabat diharapkan mengedepankan kerja yang berbasis inovasi dan keberanian.
Burhanuddin mengingatkan pentingnya adaptasi dalam era Revolusi Industri 5.0, yang ditandai dengan kemajuan digitalisasi dan kecerdasan buatan. Untuk itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran agar menguasai ruang digital guna mengendalikan narasi publik dengan fakta dan data yang tepat.
Pentingnya Penguasaan Ruang Digital untuk Kejaksaan
Menurut Burhanuddin, penguasaan ruang digital sangatlah krusial untuk mencegah penyebaran disinformasi. Ia menekankan bahwa Kejaksaan tak boleh lagi beroperasi dengan pola kerja lama, melainkan harus berani melakukan terobosan yang sesuai dengan hukum dan etika. Ia percaya, dengan pemahaman yang baik mengenai digitalisasi, institusi ini bisa lebih efektif dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
Data menunjukkan masih ada pegawai yang dijatuhi hukuman disiplin, yang menjadi perhatian khusus bagi Burhanuddin. Ia mengingatkan pentingnya integritas dalam setiap tindakan, guna menjaga marwah institusi.
Di sisi lain, Burhanuddin memastikan tidak akan memberikan toleransi bagi pelanggar aturan, termasuk dalam hal promosi jabatan. Setiap pejabat baru diminta untuk bertanggung jawab atas tindakan anggota di bawahnya, menjadikan pengawasan sebagai suatu hal yang penting untuk memahami dan mencegah kesalahan.
Peran Strategis Kejaksaan Tinggi dalam Penegakan Hukum
Sebagai etalase Kejaksaan di daerah, Kejaksaan Tinggi diharapkan memiliki kemampuan manajerial yang handal. Burhanuddin menjelaskan bahwa mereka harus mampu merespons persoalan di lapangan secara cepat dan akurat. Ini menunjukkan bahwa setiap keputusan dan tindakan yang diambil harus berbasis pada analisis yang baik.
Ia menekankan bahwa pejabat tidak boleh menunda adaptasi dan perubahan, karena Kejaksaan Agung merupakan tulang punggung penegakan hukum. Setiap bidang di dalam institusi ini memiliki karakteristik dan dinamika tersendiri, sehingga pemahaman yang baik akan tugas dan fungsi sangatlah penting.
Kekeliruan dalam pemahaman tugas dan fungsi dapat berdampak besar pada kualitas penegakan hukum. Oleh karena itu, setiap pejabat diharapkan untuk menyikapi jabatan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
Misi Jangka Panjang bagi Para Pejabat yang Dilantik
Burhanuddin mengajak semua pejabat untuk memaknai jabatan mereka sebagai tugas terakhir yang harus disikapi dengan serius. Ia menekankan pentingnya kerja keras, cerdas, dan tulus dalam menjalankan amanah tersebut. Setiap langkah yang diambil hendaknya bukan hanya mencapai target, tetapi juga menciptakan jejak pengabdian yang bermanfaat.
Dalam keterangan yang sama, Burhanuddin menyampaikan bahwa pencapaian bukan sekadar angka, melainkan kontribusi nyata bagi institusi, bangsa, dan negara. Pesan ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi dalam diri setiap pejabat yang baru dilantik.
Akhirnya, Burhanuddin mengajak semua pejabat untuk menjaga kepercayaan publik dan integritas institusi dalam menjalankan tugas. Ini menjadi misi bersama agar Kejaksaan dapat berfungsi dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
















