Anak perempuan bernama Diska (7) harus menanggung kehilangan yang sangat mendalam setelah kapal yang ditumpanginya bersama kedua orang tua tenggelam. Kapal KM Nurul Salsa, yang menuju Pelabuhan Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, mengalami kecelakaan yang melibatkan beberapa penumpang, termasuk pusat kisah tragis ini: Diska.
Diska adalah putri dari pasangan Hasbi (41) dan Malida (31) yang berasal dari Desa Ma’minasata, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Selayar. Menurut informasi terkini, keduanya menjadi korban dalam insiden tenggelamnya kapal tersebut pada Rabu lalu, di mana hingga saat ini mereka dinyatakan masih hilang.
“Diska awalnya bersama ayah dan ibunya di dalam kapal. Namun, sebagaimana takdir yang menanti, mereka terpisah dalam bencana tersebut,” kata tante Diska, Bau Asseng (23), salah satu korban yang selamat dari insiden ini.
Pengalaman Tragis di Tengah Lautan yang Mengguncang Hati
Bau Asseng menceritakan bahwa saat kapal mulai tenggelam, mereka berusaha bertahan dengan berpegang pada pelampung gabus. Dalam keadaan darurat, mereka tidak sendirian; ada enam penumpang lainnya yang juga berusaha selamat di tengah gelombang tinggi yang menerjang.
Namun, situasi semakin mencekam ketika gelombang semakin besar. Ibu Diska, Malida, sempat bertahan selama tiga malam di atas pelampung namun akhirnya meninggal dunia akibat dehidrasi dan kelelahan. Keputusan untuk meninggalkan jenazahnya di laut membuat situasi semakin dramatis.
“Saat itu, kami tidak mampu lagi membawanya. Kami harus terus bertahan di tengah laut yang sangat tidak bersahabat,” jelas Bau Asseng, mengingat momen pilu tersebut.
Komitmen Pemerintah Lokal dalam Menangani Dampak Kecelakaan
Di tengah kesedihan yang menyelimuti Diska, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar mengambil inisiatif untuk memberikan dukungan kepada korban yang selamat dan keluarga korban yang hilang. Rencana santunan bagi Diska dijanjikan untuk menjamin biaya pendidikan hingga perguruan tinggi.
Bupati Kepulauan Selayar, Natsir Ali, menegaskan, “Kami merasa perlu untuk memperhatikan Diska, terutama setelah kehilangan kedua orang tuanya dalam tragedi ini.” Pemerintah daerah bertanggung jawab atas kesejahteraan anak tersebut di masa depan.
Pihaknya juga berkomitmen untuk meningkatkan upaya pencarian korban yang masih hilang. “Kami akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan setiap korban dapat ditemukan,” tambahnya.
Harapan di Tengah Kesedihan: Proses Pencarian yang Masih Berlangsung
Proses pencarian korban terus dilakukan, dengan harapan agar semua yang masih hilang dapat ditemukan. Lima orang yang berhasil selamat, termasuk Diska dan Bau Asseng, ditemukan oleh kapal nelayan yang melintas beberapa hari setelah kejadian.
“Kami berharap ada lebih banyak penolong yang datang. Kehilangan ini memberi dampak sangat besar dalam komunitas kami,” ungkap salah satu anggota keluarga yang turut merasakan kesedihan kehilangan. Penyediaan bantuan dari pihak berwenang dianggap sangat penting untuk meringankan beban yang ditanggung oleh keluarga para korban.
Integritas dan dukungan moral dari masyarakat tentunya tak kalah penting. “Kami mohon doa dari semua orang agar proses pencarian berjalan lancar, dan semoga mereka yang belum ditemukan dapat diselamatkan secepatnya,” pungkas Natsir Ali.
















