Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memberikan respons terhadap kritik yang dilontarkan oleh negara-negara tetangga, termasuk Singapura dan Malaysia, terkait dengan kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera. Dalam pandangannya, kritik yang disampaikan harus dihadapi dengan sikap konstruktif, bukan dengan ketidakpuasan atau pertikaian.
Dasco menekankan pentingnya mendengarkan kritik tersebut, baik dari pemerintah maupun parlemen negara-negara tetangga. Meskipun demikian, dia juga menegaskan bahwa evaluasi harus dilakukan secara objektif dan tidak semua kritik harus diterima sepenuhnya.
“Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan, kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji,” jelas Dasco pada pernyataannya pada 28 Oktober. Bagi pemerintah, prioritas utama adalah melindungi masyarakat yang terdampak, melakukan penegakan hukum, dan memperbaiki kerusakan lingkungan yang telah terjadi.
Dasco juga berpendapat bahwa kerja sama antara negara-negara ASEAN harus ditingkatkan, bukan hanya di saat terjadi krisis. Kerja sama di berbagai sektor, seperti pencegahan bencana, keamanan siber, serta ketahanan pangan dan energi, akan memperkuat hubungan antarnegara.
“Kita tidak dapat memilih tetangga, tetapi kita dapat memilih cara bertetangga: saling menghormati, berbicara terus terang, dan mencari jalan keluar bersama,” sambungnya. Dalam konteks lain, Dasco turut mengingatkan pentingnya semangat persatuan di antara para pemuda Indonesia, terutama pada saat peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Pentingnya Dialog Antarnegara dalam Menghadapi Krisis Lingkungan
Di tengah permasalahan kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, Dasco menegaskan bahwa dialog antarnegara sangat penting. Indonesia tidak hanya bertanggung jawab terhadap situasi domestik, tetapi juga terhadap dampaknya yang meluas ke negara tetangga.
Dasco menegaskan bahwa perlu ada kolaborasi yang lebih erat antara negara-negara ASEAN untuk mengatasi masalah lingkungan. Ini bisa dilakukan dengan mengadakan pertemuan rutin untuk membahas strategi dan langkah konkret yang efektif dalam mencegah bencana serupa terjadi.
Sebagai usaha konkret, Indonesia telah mengerahkan berbagai cara untuk memadamkan api yang berkobar. Tindakan ini termasuk pengiriman ribuan personel petugas pemadam kebakaran, penggunaan teknik water bombing, dan operasi modifikasi cuaca.
Namun, upaya tersebut harus diiringi dengan kerjasama internasional. Mengingat dampak kebakaran hutan tidak mengenal batas negara, penting bagi ASEAN untuk saling mendukung dalam menghadapi bencana ini.
Dasco percaya bahwa jika negara-negara di kawasan ini dapat bersatu, maka penanganan masalah kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan lebih baik. Ini akan menciptakan lingkungan yang lebih aman untuk semua negara di kawasan.
Dampak Ekonomi dan Sosial dari Kebakaran Hutan
Kebakaran hutan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memiliki konsekuensi besar bagi ekonomi dan kesehatan masyarakat. Kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut telah mengganggu aktivitas sehari-hari, baik di Indonesia maupun negara tetangga.
Banyak kegiatan ekonomi, seperti pariwisata dan pertanian, terpengaruh imbas dari kualitas udara yang memburuk. Semakin parahnya dampak kebakaran ini memaksa pemerintah untuk mengambil langkah darurat.
Sementara itu, kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian utama. Akibat kabut asap, masyarakat berisiko mengalami masalah pernapasan dan penyakit lainnya. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengakibatkan beban yang lebih berat bagi sektor kesehatan.
Penting bagi semua pihak untuk menyadari bahwa kebakaran hutan ini merupakan isu yang kompleks dan memerlukan intervensi berkelanjutan. Dasco menekankan bahwa upaya penanggulangan harus melibatkan partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta.
Pemahaman yang komprehensif mengenai dampak luas dari kebakaran hutan perlu disebarluaskan, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat turut berperan serta dalam menjaga lingkungan.
Langkah-langkah Strategis yang Dapat Diambil
Untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi, beberapa langkah strategis perlu diambil. Pertama, meningkatkan penegakan hukum terhadap perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara ilegal. Ini akan memberikan efek jera dan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menanggulangi masalah ini.
Kedua, harus ada program pendidikan lingkungan yang lebih intensif. Melalui pendidikan, masyarakat akan lebih memahami pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan dan berkontribusi dalam upaya pencegahan kebakaran hutan.
Ketiga, kerjasama bilateral dan multilateral antara negara-negara ASEAN harus diperkuat. Dengan berbagi data, pengalaman, dan teknologi, negara-negara dapat mempercepat proses penanganan masalah kebakaran hutan.
Keempat, penanaman kembali hutan dan rehabilitasi lahan yang telah terbakar harus menjadi prioritas. Langkah ini penting untuk mengembalikan ekosistem yang rusak dan mencegah terulangnya kebakaran di masa yang akan datang.
Dengan kolaborasi dan upaya yang terintegrasi, kita dapat menciptakan ruang hidup yang lebih aman dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.















