• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Thursday, November 5, 2026
RS-MedikaBSD
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Berita Sehat
  • Wellness & Diet
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Wellness & Diet

Suami Siram Istri dengan Air Keras Usai Rujuk Ditolak di Pinrang Sulsel

Hardi by Hardi
May 6, 2026
in Wellness & Diet
0
Suami Siram Istri dengan Air Keras Usai Rujuk Ditolak di Pinrang Sulsel
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pada suatu hari yang cukup mengejutkan, sebuah insiden kekerasan terjadi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Seorang pria bernama Supardi, yang lebih dikenal dengan panggilan Bang Tigor, ditangkap setelah menyiram istrinya, Nuraini, dengan air keras, menyebabkan luka bakar yang serius pada wajah dan tangan korban.

Menurut keterangan pihak kepolisian, pelaku mengaku melakukan tindakan kejam ini karena merasa sakit hati setelah istrinya menolak ajakannya untuk rujuk. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar tentang kekerasan dalam rumah tangga dan bagaimana empati serta komunikasi semakin terabaikan dalam hubungan.

READ ALSO

Penjelasan Jokowi tentang Font Times New Roman di Skripsi UGM Tahun 1985

Satgas PKH Kuasai Seluruh Lahan Terafiliasi Arif Kurniawan

Ananda Gunawan, Kasat Reskrim Polres Pinrang, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi ketika korban sedang berbaring dan bermain ponsel di belakang tempat jualannya. Ini menggambarkan tingkat keputusasaan yang dialami pelaku, yang tampaknya tidak mampu mengatasi emosinya dengan cara yang sehat.

Menurut Ananda, pelaku yang merasa terprovokasi memilih untuk menyiramkan air keras saat korban tidak menyangka akan diserang. Rahasia dan tragedi dalam kehidupan sehari-hari bisa saja timbul ketika komunikasi tidak berjalan baik dalam suatu hubungan, dan ini menjadi pengingat bagi kita untuk lebih mengutamakan dialog.

Seputar Insiden Kekerasan dalam Rumah Tangga di Sulawesi Selatan

Tindakan kekerasan yang dialami Nuraini tentu bukan hal yang baru di masyarakat kita. Kasus serupa seringkali mencuat, khususnya di daerah-daerah yang mungkin masih terbelakang pemahaman tentang hak asasi manusia dan perlindungan terhadap wanita. Dalam konteks ini, sangat penting bagi masyarakat untuk memberikan perhatian lebih terhadap isu-isu kekerasan dalam rumah tangga.

Beberapa faktor penyebab kekerasan dalam rumah tangga dapat berkaitan dengan ketidakpuasan emosional, kesulitan ekonomi, dan ketidakmampuan untuk mengelola konflik. Semua faktor ini berkontribusi terhadap meningkatnya angka kekerasan antar pasangan yang seharusnya saling mendukung satu sama lain.

Dalam banyak kasus, korban mengalami trauma yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mental. Oleh karena itu, penyuluhan dan pendidikan masyarakat mengenai kekerasan dalam rumah tangga sangat diperlukan, untuk mengurangi stigma dan mendorong korban berbicara.

Selain itu, dukungan dari pihak berwenang, organisasi non-pemerintah, serta komunitas sangat vital untuk mengedukasi masyarakat mengenai hak-hak mereka dan bagaimana melaporkan kasus kekerasan. Penegakan hukum yang tegas dan responsif juga diperlukan untuk memberikan efek jera bagi pelaku.

Penyebab Emosi yang Berujung pada Tindakan Kejam

Ketidakpuasan dalam hubungan pernikahan sering kali menjadi pemicu munculnya tindakan kekerasan. Dalam kasus Supardi, ditolaknya ajakan untuk rujuk oleh Nuraini menjadi titik didih yang memicu tindakan nekat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi terbuka dalam menjaga keharmonisan hubungan.

Banyak pasangan lupa bahwa hubungan yang sehat seharusnya dibangun di atas saling menghargai dan pengertian. Ketika salah satu pihak merasa diabaikan atau tidak dihargai, rasa frustrasi dapat meningkat dan berujung pada tindakan yang merusak.

Emosi negatif seperti kemarahan, sakit hati, dan rasa tidak berdaya bisa melahirkan perilaku destruktif. Pengelolaan emosi sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Oleh karena itu, individu perlu dilatih untuk mengenali emosi dan cara mengatasinya dengan cara yang konstruktif.

Perlu juga dicatat bahwa kondisi lingkungan, seperti tekanan dari keluarga, kondisi ekonomi, atau bahkan efek teman sebaya, dapat memperburuk situasi. Semua ini memperlihatkan bahwa tindakan kekerasan sering kali merupakan hasil dari akumulasi berbagai faktor yang harus ditangani dengan serius.

Tindakan yang Ditempuh Setelah Insiden dan Perlindungan Korban

Setelah kejadian, Nuraini segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Tindakan cepat ini merupakan langkah penting untuk meredakan dampak luka bakar yang dialami. Namun, perawatan fisik saja tidaklah cukup; pemulihan mental dan emosional juga sangat diperlukan.

Pasca insiden, pihak kepolisian bergerak cepat untuk menangkap Supardi. Tindakan penegakan hukum ini menjadi sinyal bahwa kekerasan dalam rumah tangga tidak akan ditoleransi. Keberanian pihak berwenang untuk bertindak menjadi harapan bagi banyak korban lainnya yang mungkin merasa terjebak dalam hubungan yang berbahaya.

Dalam waktu yang bersamaan, perhatian mungkin juga perlu difokuskan pada rehabilitasi pelaku. Terapi dan konseling bisa membantu mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan, bukan hanya bagi individu tersebut tetapi juga bagi orang lain di sekelilingnya.

Dengan langkah-langkah perbaikan dan rehabilitasi yang tepat, kita bisa berharap untuk menciptakan masyarakat yang lebih humanis dan saling menghargai. Diskusi mengenai kekerasan dalam rumah tangga tentunya harus terus berlanjut agar kesadaran dan pengetahuan mengenai isu ini dapat menyebar lebih luas.

Tags: AirdenganDitolakIstriKerasPinrangRujukSiramSuamiSulselUsai

Related Posts

Penjelasan Jokowi tentang Font Times New Roman di Skripsi UGM Tahun 1985
Wellness & Diet

Penjelasan Jokowi tentang Font Times New Roman di Skripsi UGM Tahun 1985

November 5, 2026
Satgas PKH Kuasai Seluruh Lahan Terafiliasi Arif Kurniawan
Wellness & Diet

Satgas PKH Kuasai Seluruh Lahan Terafiliasi Arif Kurniawan

November 5, 2026
Mengapa Negara Kita Bisa Seperti Ini
Wellness & Diet

Mengapa Negara Kita Bisa Seperti Ini

November 4, 2026
Korupsi Pasar Ikan Modern Rp5,031 M Eks Wali Kota Sibolga Ditangkap
Wellness & Diet

Korupsi Pasar Ikan Modern Rp5,031 M Eks Wali Kota Sibolga Ditangkap

November 4, 2026
Gerindra Ambil Sikap Terkait Polemik Ijazah Gibran Setelah Masa Reses
Wellness & Diet

Gerindra Ambil Sikap Terkait Polemik Ijazah Gibran Setelah Masa Reses

November 3, 2026
Relawan Mengatakan Gibran Tidak Kaget dengan Kasasi MK tentang Suket Ijazah
Wellness & Diet

Relawan Mengatakan Gibran Tidak Kaget dengan Kasasi MK tentang Suket Ijazah

November 3, 2026
Next Post
Panduan Memilih Daycare yang Aman dan 5 Aspek Penting untuk Orang Tua Cek

Panduan Memilih Daycare yang Aman dan 5 Aspek Penting untuk Orang Tua Cek

POPULAR NEWS

Michael B Jordan Raih Oscar 2026, Dulu Nyaris Tak Bisa Angkat Beban Kini Berotot Atletis

Michael B Jordan Raih Oscar 2026, Dulu Nyaris Tak Bisa Angkat Beban Kini Berotot Atletis

May 2, 2026
Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

Pentingnya Imunisasi dan Peran Krusial Orang Tua Menurut Maudy Koesnaedi

April 28, 2026
Gerbong KRL Ringsek Setelah Ditabrak di Stasiun Bekasi Timur

Gerbong KRL Ringsek Setelah Ditabrak di Stasiun Bekasi Timur

April 27, 2026
Pramono Dilantik Sebagai Wakil Ketua C40 Forum Kota Global untuk Aksi Iklim

Pramono Dilantik Sebagai Wakil Ketua C40 Forum Kota Global untuk Aksi Iklim

May 23, 2026
29 Orang Dirawat di RS, 3 Menyusul Meninggal Dunia

29 Orang Dirawat di RS, 3 Menyusul Meninggal Dunia

April 27, 2026

EDITOR'S PICK

Koalisi Sipil Desak Kemenhan Hentikan Kewajiban ASN Berpartisipasi dalam Komcad

Koalisi Sipil Desak Kemenhan Hentikan Kewajiban ASN Berpartisipasi dalam Komcad

September 27, 2026
Momen Seskab Sidak Sekolah Rakyat di Cikarang

Momen Seskab Sidak Sekolah Rakyat di Cikarang

October 27, 2026
Aksi Mahasiswa Banyumas Raya Gelar Mimbar Bebas untuk Baca Buku

Aksi Mahasiswa Banyumas Raya Gelar Mimbar Bebas untuk Baca Buku

June 28, 2026
Prajurit TNI Aniaya Siswa SMP Hingga Tewas Dihukum 10 Bulan Penjara

Prajurit TNI Aniaya Siswa SMP Hingga Tewas Dihukum 10 Bulan Penjara

May 26, 2026
RS-MEDIKABSD-LOGO2

Rs-MedikaBSD - Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini.

Follow us

Categories

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Recent Posts

  • Hailey Bieber Mengalami PMDD Setelah Melahirkan, Kenali Gejala dan Penanganannya
  • GKR Hemas Dorong DPD Aktif Temui Menteri untuk Perjuangkan Aspirasi Rakyat
  • Penjelasan Jokowi tentang Font Times New Roman di Skripsi UGM Tahun 1985
  • Kader Gerindra Ditangkap Saat Pesta Narkoba, Tujuh Polisi Dimutasi
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Artikel Kesehatan Terkini Hari Ini rs-medikabsd.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In